Currently set to Index
Currently set to Follow

Kegalauan The Fed Diramal Masih Pengaruhi Emas Pekan Ini

Harga emas nampaknya masih betah berada di zona US$1.700 sepanjang pekan lalu. Bahkan, nilai sang logam mulia pun nampaknya masih cenderung stagnan.

Seperti yang dijelaskan pada analisis harga emas pekan lalu, pergerakan harga emas masih didominasi oleh antisipasi investor atas langkah-langkah bank sentral Amerika Serikat, The Fed. Lantas, bagaimana penjelasan lengkapnya?

Analisis Harga Emas Pekan Lalu

Analisis Harga Emas
Sumber: Trading View

Pada pekan lalu, investor nampaknya sedang dibuat bingung oleh The Fed. Ya, otoritas moneter tersebut pada pekan lalu bikin pelaku pasar gamang. Apakah perlu keluar dari pasar emas atau justru tetap berada di dalamnya.

Pelaku pasar masih menginternalisasi niatan The Fed untuk menaikkan suku bunga acuan Fed Rate sebanyak dua kali pada 2023 mendatang. Di mana, hal itu seharusnya menjadi sentimen kurang baik bagi harga emas. Sebab, kenaikan suku bunga acuan tentu akan bikin investor semakin mengincar instrumen lain yang moncer di masa-masa tersebut, khususnya obligasi pemerintah.

Namun, keyakinan investor untuk keluar dari pasar emas mulai goyah ketika Ketua The Fed Jerome Powell memberikan keterangan di depan kongres AS pada Selasa (22/6).

Kala itu, Powell menyebut bahwa The Fed tidak akan buru-buru mengerek suku bunga acuan hanya berdasarkan data-data inflasi terbaru. Ia juga mengatakan bahwa bank sentral AS tersebut masih akan tetap melaksanakan kebijakan moneter yang longgar dan pro pertumbuhan.

Hanya saja, komentar Powell pun disambut kontradiksi oleh pejabat The Fed lainnya. Pada Kamis (24/6), dua pejabat The Fed mengatakan bahwa inflasi AS di jangka pendek bisa melesat lebih tinggi dari perkiraan. Bahkan, salah satu di antaranya menyebut bahwa suku bunga acuan harus dikerek di akhir 2022 dalam merespons hal tersebut.

Pelaku pasar pun semakin linglung dalam menerka arah kebijakan The Fed di akhir pekan, utamanya setelah data Personal Consumption Expenditure (PCE) terbit. Data itu menunjukkan bahwa pengeluaran konsumsi masyarakat AS hanya 0,5% di Mei, atau lebih rendah dibanding bulan sebelumnya 0,7%. Alias, ada kemungkinan inflasi tidak semenakutkan seperti yang diperkirakan sebelumnya.

Alhasil, harga emas pun jalan di tempat. Pada pekan lalu, harga emas hanya naik tipis 0,8% selama sepekan. Sedangkan, harga emas berjangka naik menjadi US$1.782,80 per ons.

Kegalauan The Fed Diramal Masih Pengaruhi Emas Pekan Ini, Pluang

Analisis Harga Emas Pekan Ini

Setelah melalui pekan yang membingungkan, lantas bagaimana analisis harga emas untuk pekan ini?

Sepertinya, sentimen The Fed masih akan menjadi pemicu gerak-gerik pelaku pasar di pekan ini. Pelaku pasar diminta memantau ketat pengumuman, komentar, atau koreksi yang dilemparkan pejabat The Fed terkait kemungkinan pengetatan suku bunga yang kemungkinan terjadi 2023 mendatang.

Jika memang The Fed tidak menunjukkan sikap hawkish, ada kemungkinan harga emas bisa kembali kokoh di minggu ini. Selain itu, pelaku pasar pun nampaknya masih lebih mempedulikan proyeksi inflasi ketimbang cuap-cuap inkonsisten pejabat The Fed.

Namun, para pemburu emas tampaknya masih harus waspada dan mencermati kebijakan yang akan diambil oleh The Fed. Pasalnya, langkah ataupun pernyataan The Fed yang sempat mengatakan akan meninggalkan kebijakan dovish-nya masih membuat pergerakan emas gamang.

Selain itu, investor juga perlu mewaspadai rilis data ketenagakerjaan Juni yang akan dirilis pada akhir pekan ini. Data ini akan memberi gambaran terhadap investor tentang arah pertumbuhan ekonomi AS, yang tentu saja juga memberi petunjuk bagi The Fed untuk melaksanakan kebijakan suku bunga acuannya.

Jika memang data ketenagakerjaan lebih buruk dibanding bulan sebelumnya, maka investor bisa bernapas lega. Investor kemungkinan masih akan memilih jalur risk off dengan menempatkan kekayaannya di emas.

Selain itu, The Fed pun mungkin akan berbincang ihwal penundaan kenaikan suku bunga acuan jika data tersebut ambyar. Makanya, data ini adalah salah satu yang diperhatikan inevstor dalam analisis harga emas pekan ini.

Baca juga: Kebijakan Suku Bunga The Fed Masih Hantui Harga Emas Pekan ini

Ikuti Langkah The Fed yang Terus Koleksi Emas

Di tengah pergerakan harga emas yang terbatas, Bank Sentral AS terus mengumpulkan emas sejak kuartal pertama tahun ini. Nah, langkah tersebut bisa diikuti oleh Sobat Cuan untuk tetap mengoleksi emas sebagai instrumen investasi jangka panjang.

Diketahui, The Fed mengoleksi emas sebesar 95,5 ton dan menyimpannya sebagai cadangan pada triwulan pertama tahun ini. Aksi itu bukan hanya dilakukan tahun ini saja lho. Sejak tahun 2010 lalu, The Fed sudah menjadi pembeli bersih emas.

Hal itu dilakukan bukanlah tanpa alasan, melainkan sebagai strategi diversifikasi aset lantaran memiliki banyak eksposur terhadap dolar AS. Secara singkat, dapat dipahami bahwa The Fed sendiri juga melakukan lindung nilai atas cadangan yang dimiliki.

Khusus pada tahun ini, kondisi keuangan yang dihadapi The Fed cukup menantang sejak krisis keuangan yang terjadi pada 2008 sampai 2009 silam. Kondisi tersebut membuat The Fed tidak menjual emas yang dimilikinya dan dipresiksi akan terus memborong emas dalam beberapa bulan mendatang.

Bank Sentral Akan Terus Mengakumulasi Emas

Dalam survei yang dilakukan oleh World Gold Council (WGC) kepada seluruh bank sentral, diketahui 21% responden mengatakan bahwa akan membeli lebih banyak emas dalam 12 bulan kedepan. Selain itu, 52% responden juga berpikir bahwa bank sentral di seluruh dunia mungkin akan meningkatkan cadangan emasnya dalam 1 tahun mendatang.

Sedikit menoleh ke belakang, periode 2013 sampai 2015 merupakan masa sulit bagi investor emas. Di mana, logam kekuningan tersebut dianggap tidak memliki nilai pada saat itu.

Namun, pasar berubah dan akhirnya membuat emas menjadi sangat dihargai. Nah, kondisi sekarang memang memperlihatkan tekanan pada harga emas dan mungkin masih akan terus terjadi penurunan. Tetapi para analis percaya bahwa kondisi ini bersifat jangka pendek.

Melihat fakta bahwa bank sentral terus melakukan akumulasi terhadap pembelian emas, tampaknya Sobat Cuan selaku pemburu emas juga harus tetap mempertimbangkan untuk terus mengoleksi emas untuk menikmati cuan secara jangka panjang.

Baca juga: Indeks Saham AS Pekan Ini Mencoba Bangkit dari “Terjangan” The Fed

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

Creative Lead

0

Pluang Pagi – Jumat 17 September 2021

0

Head Of Human Resources

0
spot_img