Currently set to Index
Currently set to Follow

Analisis: Harga Emas Terancam Ancang-Ancang The Fed dan Optimisme Ekonomi

Pekan lalu kembali menjadi pekan yang bimbang bagi harga emas. Harganya kembali stagnan di kisaran US$1.720 sepanjang pekan lalu, atau menguat hanya 1% saja, lantaran berbagai faktor. Kondisi ini pun sudah diramal melalui analisis di pekan sebelumnya.

Di awal pekan, harga emas mendapat sedikit dorongan seiring keyakinan investor bahwa pemulihan ekonomi AS tidak sekencang yang diharapkan. Hal ini tercermin dari data Departemen Perdagangan AS yang menunjukkan bahwa pertumbuhan pengeluaran konsumsi AS turun 1% pada Februari setelah mencetak pertumbuhan 3,4% di Januari.

Namun, harga emas kemudian harus dihajar dengan kenaikan indeks dolar AS setelah investor tiba-tiba percaya bahwa pemulihan ekonomi bisa berjalan lebih cepat. Hal itu tercermin dari tingginya tingkat kemajuan program vaksinasi di negara adidaya tersebut dan mempercepat kemungkinan terbukanya kembali aktivitas ekonomi (reopening).

Di samping itu, optimisme pemulihan ekonomi juga terlihat dari indeks keyakinan konsumen AS juga menanjak menjadi 109,7 di bulan ini, atau meningkat dari periode sebelumnya yakni 90,4. Optimisme perbaikan ekonomi ini tentu akan membuat investor kembali tertarik untuk menggenggam aset-aset berisiko, seperti saham.

Optimisme tersebut membuat investor kembali menggenggam dolar AS dan tertarik kembali menggenggam aset berisiko, utamanya saham. Tak heran, indeks S&P 500 berhasil naik ke angka 4.019 pada Kamis pekan lalu, atau naik dari kisaran 3.980 tiga hari sebelumnya.

Kenaikan nilai dolar AS tentu menjadi ranjau bagi permintaan emas. Sebab, harga emas akan menjadi mahal bagi mereka yang tak terbiasa bertransaksi menggunakan denominasi mata uang tersebut. Akibatnya, permintaan emas menurun dan kemudian mengerek jatuh harganya.

Tak berhenti sampai situ, kenaikan imbal hasil obligasi juga menekan laju pertumbuhan harga logam mulia. Pada pekan lalu, imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun sudah mencapai 1,77%, yang merupakan rekor tertinggi dalam 14 bulan terakhir, setelah presiden AS Joe Biden mengumumkan rencana untuk memberikan stimulus infrastruktur jumbo senilai US$2 triliun.

Sejak pertengahan Februari, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS selalu menjadi momok bagi harga emas. Sebab, investor tentu akan beralih ke aset yang tengah mengalami kenaikan imbal hasil ketimbang menggenggam emas, sebuah aset yang tak menghasilkan imbal hasil secara periodik.

Meski demikian, gelombang kekuatan duet maut dolar AS dan obligasi pemerintah AS mereda di penghujung pekan. Sehingga, harga emas pun berhasil naik meski hanya 1%. Namun, setelah terombang-ambing pada pekan lalu, lantas bagaimana analisis harga emas di pekan ini?

Baca juga: Harga Emas Diselimuti Waswas Prediksi Inflasi dan Kenaikan Suku Bunga AS

Analisis: Harga Emas Terancam Ancang-Ancang The Fed dan Optimisme Ekonomi, Pluang

Analisis Harga Emas: Siap-Siap Hadapi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Pada pekan ini, investor tetap diminta siaga terhadap sikap investor setelah tanda-tanda optimisme ekonomi AS kian kentara. Salah satu tandanya terlihat pada Jumat pekan lalu, di mana Departemen Ketenagakerjaan AS pada Jumat (2/4) lalu mengatakan bahwa terdapat 916.000 lapangan kerja baru tercipta di AS. Angka ini melesat dibanding Februari yang hanya sebesar 468.000 lapangan pekerjaan.

Namun, yang perlu investor khawatirkan bukanlah optimisme investor. Melainkan kebijakan moneter bank sentral AS The Fed dalam merespons indikator ekonomi yang positif tersebut.

Ketika ekonomi pulih dan daya beli masyarakat menguat, tentu investor sudah berekspetasi akan adanya kenaikan tingkat inflasi. Antisipasi terhadap inflasi ini tentu akan direspons The Fed dengan menaikkan tingkat suku bunga acuannya. Jika itu terjadi, maka imbal hasil obligasi pemerintah AS akan naik, membuat investor kian tertarik menggenggamnya.

Analis Forex dari FXEmpire, James Hyerczyk mengatakan, kebijakan suku bunga yang akan dijalankan oleh The Fed mampu menyebabkan short covering dalam jangka pendek. Namun, secara jangka panjang, hal itu bisa mendorong harga emas tersungkur cukup dalam.

James menuturkan, kenaikan harga emas yang terjadi pada minggu lalu lebih didorong oleh aksi pembeli yang memanfaatkan rendahnya volume pembelian. Dirinya menjelaskan, investor akan terbiasa dengan kenaikan suku bunga, sehingga hal itu tidak akan berpengaruh secara jangka pendek.

Namun investor tetap harus waspada. Pasalnya, setiap aksi short covering akan menciptakan peluang short selling.

Meski demikian, harga logam mulia masih memiliki harapan menguat yang ditopang oleh ekspektasi inflasi di AS yang meningkat. Ini diperkirakan akan terjadi jika pemerintah AS sudah menggelontorkan stimulus sebesar US$2 triliun untuk pendanaan infrastruktur. Jika tingkat inflasi naik, maka investor akan memburu emas sebagai instrumen lindung nilai.

Hanya saja, Kepala Strategi Pasar Blue Line Philip Streible mengatakan, kenaikan imbal hasil obligasi akibat kenaikan inflasi tetap menjadi ancaman harga emas. Ini akan terjadi jika kenaikan harga emas akan lebih rendah dibanding pertumbuhan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Agar emas keluar dari zona bearish, Analis ActivTrades Carlo Alberto De Casa mengatakan dalam analisis bahwa harga emas setidaknya harus di level US$1.750 terlebih dulu.

Baca juga: Berbagai Alasan Penyebab Harga Bitcoin Meroket Cepat

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

Performance Marketing Manager

0

Product Manager

0

Product & UX Researcher

0
spot_img