Currently set to Index
Currently set to Follow

Pekan Ini, BTC Mencoba Rebound Sementara ETH Masih Akan Melejit

Terjebak dalam keterpurukan adalah situasi yang tidak mengenakkan. Hal inilah yang dilakukan Bitcoin di pekan lalu. Seperti yang sudah diramal dalam analisis harga sebelumnya, sang raja aset kripto ini akhirnya mencoba bangkit minggu lalu di tengah moncernya kinerja altcoin.

Meski memang, angin segar tidak selamanya berembus kencang di punggung Bitcoin.

Awal pekan lalu, harga Bitcoin kembali menanjak dari level US$55.000 dan menembus US$58.000 setelah sejumlah institusi mengumumkan kesediaan mereka untuk mengadopsi Bitcoin.

Businesswire melansir bahwa perusahaan teknologi finansial AS, FIS, pada Rabu (5/5) mengumumkan telah meluncurkan jasa di mana perbankan bisa membeli, menjual, atau menyimpan Bitcoin melalui akun rekening mereka. Sementara itu, perusahaan belanja daring terbesar di Amerika Latin, MercadoLibre, juga telah mengumumkan untuk menambah Bitcoin senilai US$7,6 juta ke neraca keuangan mereka.

Dua hari setelahnya, harga Bitcoin juga mendapat sokongan kuat dari aksi menahan (HODL). Data monitor on-chain dari Glassnode memperlihatkan bahwa 12.354 keping Bitcoin, atau senilai US$694 juta, mengalir dari platform aset kripto ternama AS Coinbase menuju dompet-dompet aset kripto.

Harga Bitcoin kemudian nyaris mendekati titik US$60.000 setelah data ekonomi AS yang di bawah ekspektasi. Pada Jumat (7/5), Departemen Ketenagakerjaan AS merilis data bahwa sektor usaha AS hanya menambah 266.000 tenaga kerja baru di April, atau di bawah ekspekstasi 1 juta tenaga kerja.

Hal ini memberi petunjuk bahwa bank sentral AS, The Fed, akan terus melonggarkan kebijakan moneternya. Kondisi tersebut dipercaya akan memberi angin segar ke aset-aset berisiko seperti saham maupun aset kripto. Pelonggaran kebijakan itu mungkin saja masih akan terjadi dalam jangka menengah, seiring janji Ketua The Fed Jerome Powell untuk tidak mengetatkan kebijakan moneter jika ekonomi AS tak benar-benar pulih.

Meski demikian, harga Bitcoin pun kembali berkonsolidasi di level US$57.000 di Minggu (9/5).

Pekan Ini, BTC Mencoba Rebound Sementara ETH Masih Akan Melejit, Pluang

Analisis Harga Kripto: Kala Bitcoin ‘B Aja’, ETH Seolah Tak Terbendung

Nasib lebih mujur nampaknya lebih dirasakan oleh ETH, atau token dari sistem Ethereum. Pada pekan lalu, ETH seolah-olah terus mencatatkan rekor demi rekor, dan kini harganya bahkan sudah mendekati US$4.000.

Banyak sekali alasan investor untuk menjagokan aset kripto ini di pekan lalu. Pertama, tentu para pecinta aset kripto mengantisipasi hard fork London, di mana Ethereum akan mengaktivasi proposal pembaruan Ethereum EIP-1559. Apakah itu hard fork London? Penjelasannya bisa ditemukan di artikel ini.

Tak hanya itu, investor nampaknya juga kian gemar menyimpan ETH di dalam dompet-dompet kripto di ranah decentralized finance (DeFi). Pada Jumat (7/5), Glassnode mencatat bahwa ETH yang “dikunci” di dalam platform DeFi sudah mencapai 22,8% dari seluruh sirkulasinya pada awal Mei. Angka ini melesat dari 13% yang tercatat di Januari 2020.

Kemudian, tak ketinggalan juga semakin banyak investor institusi yang sudah mulai mau menggenggam altcoin, termasuk ETH. Kegandrungan investor akan ETH dan altcoin akhirnya bikin dominasi Bitcoin lengser di kancah aset kripto. Per Minggu (9/5), nilai kapitalisasi Bitcoin hanya 44,8% dari total seluruh nilai pasar aset kripto. Padahal, angkanya selama ini selalu berada di atas 50%.

Pekan Ini, BTC Mencoba Rebound Sementara ETH Masih Akan Melejit, Pluang
Sumber: Coinbase

Analisis Harga Kripto: Bitcoin Masih Cari Cara untuk Rebound

Harga Bitcoin pada pekan ini sejatinya masih memperlihatkan sinyal optimistis setelah para juragan Bitcoin, atau biasa dikenal sebagai whales, masih mengakumulasi raja aset kripto tersebut.

Data Glassnode menunjukkan bahwa net position change, yang mengukur perubahan suplai Bitcoin dalam 30 hari, menunjukkan bahwa posisi netto Bitcoin yang digenggam HODLers adalah 93.638 Bitcoin. Di mana, angka ini merupakan selisih antara jumlah Bitcoin yang dikumpulkan dikurangi jumlah Bitcoin yang dilepas. Kondisi ini mengindikasikan bahwa para bandar tersebut masih menganggap periode konsolidasi saat ini sebagai kesempatan beli.

A deeper dive into bitcoin’s fundamentals and recent market trends shows that the price bull run is nowhere near its top.
Sumber: Bitcoin Magazine/Glassnode

Tak hanya para HODLers, namun penambang Bitcoin pun melakukan aktivitas demikian. Dalam 30 hari terakhir, penambang Bitcoin sudah mengumpulkan posisi netto di angka 5.459 Bitcoin. Hal ini tentu dianggap sebagai kondisi yang menguatkan posisi bullish Bitcoin, mengingat penambang biasanya tak tahan untuk segera melepas keping-keping Bitcoin miliknya.

Kondisi tersebut juga akan diperkuat dengan lonjakan permintaan Bitcoin seiring maraknya investor institusi yang gemar mengadopsi Bitcoin.

Goldman Sachs dan Morgan Stanley telah mengumumkan bahwa mereka akan menawarkan investasi berbasis kripto kepada klien terkaya mereka. Kemudian, CEO Bank of America Brian Moynahan baru-baru ini juga mengatakan kepada pemegang saham bahwa perusahaan mungkin harus mempertimbangkan kembali larangannya yang menasihati klien tentang mata uang digital.

Namun, di tengah angin segar itu, Bitcoin nampaknya masih agak sukar menembus level psikologis US$58.966 per keping jika dilihat dari sisi teknikal. Kalau saja harga Bitcoin rebound dari angka rerata pergerakan harganya selama 20 hari terakhir (20-day exponential moving average) sebesar US$56.387, maka harga Bitcoin bisa saja melambung melebihi level psikologis tersebut.

Baca juga: Alasan Ethereum adalah Cryptocurrency yang Baik untuk Investasi

Analisis: Harga Ethereum Punya Momentum Untuk Terus To the Moon

Sementara itu, sentimen bullish ETH diperkirakan masih akan segera mengalahkan sentimen bearish pada pekan ini. Hal tersebut terlihat dari grafik empat jam terakhir yang menunjukkan bahwa harga ETH tengah dalam tren meningkat (ascending). Atau, memperlihatkan bahwa sentimen bullish masih mendominasi pasar.

Meski demikian, terdapat satu hal yang mengkhawatirkan dari harga ETH dari sisi teknikal. Yakni, indikator Relative Strength Index (RSI). RSI sendiri merupakan indikator analisis teknikal yang mengukur volatilitas harga untuk menentukan apakah aset tersebut tengah jenuh beli (overbought) atau jenuh jual (oversold).

Belakangan ini, indikator RSI ETH memang sempat naik ke posisi overbought. Kondisi ini bisa jadi akan menjadi motivasi trader dan investor untuk melakukan aksi jual. Hal tersebut ditunjukkan di dalam grafik ETH terhadap USDT selama lima hari di bawah ini.

Pekan Ini, BTC Mencoba Rebound Sementara ETH Masih Akan Melejit, Pluang

Meski demikian, berbagai analisis masih menjagokan ETH dengan menimbang sisi permintaan dan penawarannya. Hal ini mempertimbangkan hype menjelang hard fork London hingga altcoin season yang nampaknya masih belum berakhir. Bahkan, hingga tulisan ini dipublikasikan, nilai ETH sudah menembus US$4.065 per keping.

Tidak mau ketinggalan momen ETH yang to the moon? Segera investasi ETH di Pluang!

Baca juga: Mengenal Cryptocurrency Ethereum

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Cointelegraph, Coindesk, AMBCrypto

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img