Currently set to Index
Currently set to Follow

Data Inflasi dan Kinerja Sektor Keuangan Tentukan Arah Saham AS Pekan Ini

Indeks saham Amerika Serikat (AS) kembali bersorak pekan lalu. Seperti yang sudah dijelaskan pada analisis saham Amerika Serikat pekan lalu, pelaku pasar nampaknya masih optimistis dengan kinerja Wall Street setelah perilisan data ketenagakerjaan Mei.

Hasilnya bisa dilihat di tabel bawah ini. Di akhir pekan, ketiga indeks utama pasar saham AS rebound besar, bahkan ketiganya menorehkan level tertinggi sepanjang masa.

Bahkan, indeks S&P 500 berhasil tembus ke angka 4.370, menjadikannya selangkah lebih dekat ke nilai 4.400. Padahal, indeks yang dihuni 500 perusahaan top AS ini sempat mengalami penurunan nilai harian terbesarnya dalam tiga pekan terakhir.

Kinerja Pasar Saham AS

Per Jumat, 9 Juli 2021 Harga  1D return YTD return
S&P 500 4.369,55 +1,13% +16,33%
Dow Jones 34.870,16 +1,30% +13,93%
Nasdaq 14.701,92 +0,98% +14,07%

 

Lantas, apa sebenarnya yang terjadi pada pasar modal AS pekan lalu?

Analisis Saham Amerika Serikat Pekan Lalu

Ternyata, kinclongnya kinerja indeks saham Amerika serikat di menit-menit akhir pekan lalu didorong oleh kinerja saham-saham sektor keuangan.

Penyebabnya adalah memantulnya tingkat imbal hasil obligasi AS dari penurunan baru-baru ini. Di akhir pekan lalu, tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun naik 4% menjadi 1,35%

Kemudian, optimisme pasar kian membara setelah laporan Bloomberg menunjukkan bahwa beberapa manajer keuangan besar yakin akan pemulihan ekonomi yang kuat di masa depan. Sehingga, mereka yakin bahwa aksi borong obligasi AS akan bersifat sementara dan pelaku pasar akan kembali selera menggenggam aset berisiko, khususnya saham.

Kemudian, optimisme juga berasal dari prospek kenaikan suku bunga acuan yang akan dilancarkan The Fed.

Sebagai saham siklikal, saham keuangan tentu akan kecipratan berkah dari aksi otoritas moneter tersebut. Sebab, naiknya suku bunga acuan akan mengerek tingkat suku bunga kredit. Hasilnya, hal tersebut akan meningkatkan pendapatan bunga perbankan.

Oleh karenanya, tak heran jika kini pelaku pasar sangat memperhatikan saham-saham sektor keuangan. Terlebih, beberapa bank besar akan melaporkan laporan pendapatan kuartal II mereka sesegera mungkin.

Di sisi lain, nilai saham-saham perusahaan teknologi besar pun meningkat menjelang pengumuman Presiden Joe Biden yang meminta lembaga pemerintah untuk mempromosikan lebih banyak persaingan di sektor ini.

Saham Apple (AAPL), Facebook (FB), dan Twitter (TWTR) naik sekurangnya 1% di akhir pekan lalu.

Data Inflasi dan Kinerja Sektor Keuangan Tentukan Arah Saham AS Pekan Ini, Pluang

Analisis Saham Amerika Serikat: Hal yang Dinanti Investor Pekan Ini

Setelah menorehkan pekan yang kembali gemilang, lantas hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan demi analisis saham Amerika Serikat pekan ini?

1. Indeks Harga Konsumen AS (CPI)

Investor akan menemukan lebih banyak konteks inflasi kala Indeks Harga Konsumen (CPI) AS akan dirilis pada Selasa pekan ini.

Tingkat inflasi diperkirakan akan naik 0,5% dari bulan lalu menyusul kenaikan 0,6% di bulan Mei. Jika dibandingkan secara tahunan (year-on-year), tingkat inflasi kemungkinan tumbuh sebesar 4,9%, hampir menyamai rekor tertinggi 13 tahun di bulan Mei sebesar 5%.

Meski demikian, beberapa analis menilai bahwa tingkat inflasi Juni terkesan spesial. Sebab, mereka menaksir bahwa peningkatan inflasi di Juni tidak serta-merta disebabkan karena perbaikan konsumsi dan permintaan. Melainkan cerminan hambatan rantai pasokan dan kelangkaan barang dan jasa.

Sayangnya, hal itu dianggap akan membebani pemulihan ekonomi AS di masa depan.

Di samping itu, pembacaan tingkat inflasi bulan ini kian seru karena memecah belah pendapat ekonom di negara adidaya tersebut.

Di satu sisi, beberapa ekonom percaya bahwa inflasi yang “fana” tersebut disebabkan oleh panasnya perekonomian akibat maraknya guyuran stimulus pemerintah AS di bawah komando Presiden Joe Biden. Namun, di sisi lain, beberapa ekonom malah menganggap inflasi ini bersifat sementara dan akan menurun dengan cepat.

2. Laporan Pendapatan Sektor Bank

Musim pendapatan dimulai minggu depan dengan bank-bank besar melaporkan pendapatan kuartalan.

JPMorgan akan merilis laporan di Selasa ini (13/7), sementara Bank of America merilis laporan di hari Rabu (14/5). Wall Street akan mendengarkan dengan seksama apa yang bank-bank besar katakan mengenai tingkat konsumsi AS, yang tentu saja tercermin dari pertumbuhan kredit mereka.

Bank masih menghadapi lingkungan suku bunga yang sangat rendah, yang berarti margin bunga bersih mereka akan tetap tertekan untuk beberapa waktu mendatang.

Namun, hingga saat ini, keuntungan perdagangan yang tinggi secara konsisten memungkinkan bank untuk mempertahankan keuntungan yang kuat meskipun sedang mengalami rezim tingkat bunga rendah.

Selain itu, sektor jasa keuangan diharapkan masih bisa membukukan kinerja yang cemerlang di kuartal II setelah analis memprediksi bahwa pendapatan saham-saham di bawah indeks S&P 500 akan melesat.

Menurut FactSet, pendapatan S&P 500 secara agregat diperkirakan akan tumbuh sebesar 64% untuk kuartal kedua. Di mana, angka ini akan menandai kenaikan tercepat sejak kuartal IV 2009. Kabar ini tentu saja akan menjadi angin segar bagi mereka yang berinvestasi di S&P 500.

Bagaimana dengan Sobat Cuan? Apakah tertarik untuk mulai berinvestasi pada indeks S&P 500 yang mencakup saham top berbagai sektor di AS? Atau, sudah mulai berinvestasi pada indeks S&P 500?

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

Business Development Manager

0

Chief Marketing Officer

0

Relationship Manager

0

Human Resources Business Partner

0

Copywriter

0
spot_img