Currently set to Index
Currently set to Follow

Indeks Saham AS Siap Terbang Jelang Earning Season Perusahaan Big Cap

Pasar saham Amerika Serikat menorehkan kejayaannya sekali lagi. Pada pekan lalu, ketiga indeks saham utama AS kembali finish di zona hijau.

Ya, sesuai dengan analisis saham Amerika Serikat pekan lalu, pelaporan keuangan perusahaan-perusahaan AS menjadi dorongan fundamental yang kuat bagi pasar modal. Hasilnya bisa dilihat di tabel berikut ini:

Seperti yang terlihat di tabel atas, pertumbuhan paling moncer dicatat oleh Nasdaq sebesar 4,22%. Sementara itu, indeks S&P 500 berhasil melompat ke zona 4.400 dan mencetak rekor terbarunya sejauh ini.

Lantas, mengapa indeks utama saham AS tersebut terlihat riang pada pekan lalu?

Baca juga: Apa Sih, Pentingnya Musim Pelaporan Keuangan S&P 500 Bagi Investor?

Indeks Saham AS Siap Terbang Jelang Earning Season Perusahaan Big Cap, Pluang

Analisis Saham Amerika Serikat Pekan Lalu

Penyebabnya tak lain dan tak bukan adalah hasil pelaporan keuangan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat (earning season) yang terbilang moncer.

Menurut data FactSet, sebanyak 24% dari total 505 perusahaan S&P 500 sudah melaporkan kinerja keuangannya pada kuartal II di pekan lalu. Dari seluruh jumlah tersebut, 88% di antaranya melaporkan laba per saham (Earning per Share) di atas estimasi. Angka ini lebih tinggi dibanding rata-rata lima tahunannya sebesar 75%.

Jika dirinci lebih detail, perusahaan-perusahaan tersebut berhasil melaporkan kinerja keuangannya 19% lebih tinggi dibanding prediksi. Biasanya, dalam lima tahun terakhir, perusahaan-perusahaan S&P 500 "hanya" bisa mencetak kinerja keuangan 7,8% lebih tinggi dibanding prakiraannya.

Jika memang tren baik ini berlanjut, maka S&P 500 bisa mencetak kejutan terbesarnya sejak 2008 silam.

Lompatan terbesar memang ditunjukkan oleh saham-saham sektor teknologi. Twitter dan Snap mencetak loncatan terbesar, bahkan pendapatan Twitter terbang 74% pada kuartal II jika dihitung secara tahunan (year-on-year).

Hal ini menjadi katalis positif bagi saham-saham perusahaan teknologi lainnya seperti Facebook dan Alphabet. Makanya, tak heran jika indeks Nasdaq dan S&P 500 kompak tokcer di periode yang sama.

Meski nilai sahamnya sudah keburu gemilang pekan lalu, namun laporan perusahaan Facebook dan Alphabet akan dirilis pada pekan ini berbarengan dengan Apple, Microsoft, dan Amazon.

Memang, perusahaan-perusahaan top AS sudah diprediksi bakal menorehkan kinerja oke sepanjang earnings season kuartal II ini. Namun, tak ada yang menyangka kalau hasilnya akan terbilang mengesankan.

Apalagi sejatinya, pelaku pasar memang agak ketar-ketir berinvestasi di pasar modal lantaran maraknya penyebaran COVID-19 varian Delta di AS. Sebab, pelaku pasar takut infeksi penyakit tersebut akan kembali menutup ekonomi, yang tentu saja mengancam kinerja keuangan perusahaan-perusahaan AS.

Analisis Saham Pekan Ini: Hal-Hal yang Dinanti Investor

Setelah mengalami periode yang gemilang, lantas hal-hal apa saja yang dinanti investor pekan ini demi melakukan analisis pergerakan indeks saham Amerika Serikat ke depan?

1. Lanjutan Earnings Season

Banjir pelaporan keuangan masih akan menjadi katalis nilai indeks saham AS pekan ini. Apalagi, sebanyak 165 perusahaan S&P 500 akan melaporkan hasil kinerja kuartal II di waktu bersamaan.

Investor akan mengantisipasi earnings season kali ini lantaran bertaburan perusahaan kelas berat. Tesla, Alphabet, Microsoft, Apple, Facebook, hingga Amazon seluruhnya akan melaporkan kinerjanya pada triwulan lalu di hari Senin hingga Kamis mendatang.

Terlebih, Apple, Microsoft, Facebook, dan Alphabet adalah empat konstituen utama di S&P 500. Alias memiliki bobot kapitalisasi pasar terbesar di indeks saham terseksi di dunia tersebut.

Baca juga: Indeks Saham AS Gantungkan Asa pada Earning Season & Data Ketenagakerjaan

2. Hasil Rapat The Fed

Selain itu, pelaku pasar juga akan mengantisipasi hasil rapat dewan kebijakan bank sentral AS, The Fed. Adapun rencananya, rapat ini akan berlangsung pada Rabu dan Kamis pekan ini.

Beberapa analis memang mengatakan otoritas moneter itu kemungkinan besar tidak akan mengubah tingkat suku bunga acuannya.

Namun, yang menjadi pertanyaan besar adalah apakah The Fed masih berniat melangsungkan tapering di tengah pemulihan ekonomi AS. Kekhawatiran ini muncul seiring indikator inflasi utama The Fed, the Personal Consumption Expenditure (CPE) sudah berada di atas target 2% dalam dua bulan terakhir. Pada April,

Kalau memang The Fed menempuh jalan tapering, maka investor bisa berharap ada pengurangan injeksi modal ke pasar ekuitas AS. Hal ini tentu saja akan menjadi "sinyal" investor untuk analisis apakah akan masuk atau tidak ke pasar saham Amerika Serikat.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: FactSet

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img