Currently set to Index
Currently set to Follow

Indeks Saham AS Gantungkan Asa pada Earning Season & Data Ketenagakerjaan

Pekan lalu menjadi pekan yang gemilang bagi indeks saham Amerika Serikat. Setelah memasuki zona merah pekan sebelumnya gara-gara kebijakan The Fed, ketiga indeks utama pasar modal AS pun kembali menghijau pekan lalu. Kondisi itu pun sesuai dengan analisis saham Amerika Serikat pekan lalu.

Performa ketiga indeks saham utama AS bisa terlihat di tabel di bawah ini.

Tabel di atas memperlihatkan bahwa Dow Jones mengalami pertumbuhan paling tinggi dibandingkan dua kawannya, S&P 500 dan Nasdaq. Meski kenaikan nilainya tak semoncer Dow Jones, S&P 500 ternyata mencatat pertumbuhan tertinggi sejak Februari silam. Bahkan, ia mencatat rekor tertinggi baru di posisi 4.280,7.

Lantas, ada apa di balik tokcernya kinerja pasar modal AS pekan lalu?

Analisis Saham Amerika Serikat Minggu Lalu

Pekan lalu, angin segar tiba-tiba berembus di belakang tiga indeks saham AS tersebut.

Penyebab pertamanya adalah tercapainya kesepakatan antara Presiden AS Joe Biden dengan anggota Senat AS terkait anggaran infrastruktur sebesar US$1 triliun. Kesepakatan itu ternyata berhasil mengangkat indeks material dan industri di S&P 500 dan indeks Nasdaq.

Penyebab keduanya adalah data inflasi. Pada Jumat (25/6), Biro Analisis Ekonomi AS merilis data pengeluaran pribadi (Personal Consumption Expenditure/PCE) Mei yang ternyata tidak sesuai ekspektasi. Adapun, PCE pada Mei hanya tumbuh di angka 0,5%, atau sedikit lebih rendah dibanding ramalan yakni 0,6%.

Investor kemudian membaca data tersebut sebagai indikasi bahwa inflasi diramal masih belum meradang. Hal tersebut pun alhasil bikin mereka kian bergairah investasi di aset berisiko, utamanya pasar saham. Data itu pun meredakan kekhawatiran investor akan pengetatan kebijakan ekonomi yang bisa saja dilakukan oleh The Fed.

Adapun hubungan antara inflasi, suku bunga The Fed, dan pasar saham AS bisa dibaca di artikel berikut.

Indeks Saham AS Gantungkan Asa pada Earning Season & Data Ketenagakerjaan, Pluang

Pelaku Pasar Fokus Menanti Earning Season

Setelah meraih optimisme kuat di pekan lalu, kini pelaku pasar mulai konsentrasi ke musim laporan pendapatan perusahaan terbuka. Atau, yang umum dikenal dengan earning season.

Musim laporan pendapatan kuartal II 2021 akan segera tiba. Analis pun mulai bersiaga melempar sekian analisis mengenai pergerakan beberapa saham Amerika Serikat ke depan.

Salah satunya adalah JP Morgan. Investment bank ngetop ini percaya bahwa pendapatan perusahaan akan berada jauh di atas perkiraan saat ini. Bahkan, sesumbar mengatakan bahwa return perusahaan S&P 500 akan bertumbuh 14,6% di musim pamer-pameran laporan keuangan itu.

Angka ini memang diramal turun dari 23,7% yang diamati pada kuartal I 2021. Tetapi, kinerja ini setidaknya masih akan berada di atas rata-rata jangka panjang sebesar 7%.

saham AS
Pendapatan perusahaan dalam indeks S&P500 untuk kuartal 2, 2021 diprediksi ada pada angka 14,6%. Dari awal pandemi di 2020 pun, secara mengejutkan angka pendapatan perusahaan juga tinggi. Sumber: JP.Morgan, 2021.

Adapun sejak awal pandemi, pendapatan perusahaan terbuka naik dengan margin yang signifikan. Perkiraan para analis biasanya dapat diandalkan, namun tampaknya banyak model yang mereka susun terlalu meremehkan kekuatan dan kecepatan pemulihan ekonomi, yang ujungnya mengarah ke proyeksi pendapatan yang terlalu pesimis.

Ke depan, pertumbuhan pendapatan akan bergantung pada ketahanan margin keuntungan. Pertumbuhan pendapatan seharusnya tetap kuat hingga akhir tahun. Tetapi pada saat yang sama, perusahaan akan terus menghadapi kenaikan biaya dikarenakan oleh gangguan rantai pasokan dan upah yang lebih tinggi.

Jika perusahaan dapat mempertahankan margin dengan menaikkan harga, maka inflasi dapat bergerak lebih tinggi. Hal ini bisa mendorong The Fed untuk melanjutkan rencana untuk mengetatkan kebijakan moneternya dan berpotensi menghambat pertumbuhan pendapatan yang dimaksud.

Intinya, pertumbuhan pendapatan perusahaan tampaknya akan melambat menjelang tahun 2022, di mana hal ini tampaknya tidak tercermin dalam perkiraan para analis.

Apa yang Dinanti Investor Minggu Ini?

Selain earning season yang sudah di depan mata, hal apalagi yang dinanti investor demi melakukan analisis saham Amerika Serikat?

1. Laporan Ketenagakerjaan AS

Laporan nonfarm payrolls AS diharapkan dapat menunjukkan pertambahan 675.000 pekerjaan pada Juni, yang ujungnya mampu menurunkan tingkat pengangguran menjadi 5,7% dari 5,8%.

Dengan kekhawatiran atas kenaikan inflasi dan kekuatan pemulihan di benak investor, pasar juga akan melihat statistik pasar tenaga kerja lainnya. Hal ini termasuk pertumbuhan upah dan partisipasi angkatan kerja.

Pekan lalu, Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan kembali komitmen bank sentral untuk mendorong pemulihan yang “luas dan inklusif” di pasar tenaga kerja, mengimbuhkan bahwa jalan pemulihan ekonomi masih panjang.

2. Prediksi Semester II 2021

Investor telah melihat paruh pertama tahun ini berakhir dengan kuat di pasar modal. Saham global berada di jalur untuk membukukan performa semester I terkuat kedua sejak pergantian abad. Sayangnya, para analis terlihat sulit memprediksi pasar saham di paruh kedua tahun ini.

Paket infrastruktur Presiden Joe Biden senilai US$1,2 triliun akan terus mendorong pasar AS, tetapi kekhawatiran lain akan tetap ada.

Pesatnya penyebaran varian virus COVID-19 yang sangat menular menunda kembalinya aktivitas ekonomi berjalan dengan normal.

Selain itu, ketatnya rantai pasokan mendorong inflasi sehingga mempersulit ekonomi utama untuk membenarkan lebih banyak stimulus. Sementara itu, beberapa bank sentral pasar negara berkembang sudah menaikkan suku bunga untuk mencegahnya.

Dapat kita lihat bahwa pasar saham AS tampaknya masih menunjukkan kekuatan, baik dari segi fundamental perusahan-perusahaan di dalamnya, dan juga dukungan dari pemerintah.

Apakah Sobat Cuan sendiri juga melihat dan menganalisis kenaikan pada indeks saham AS? Jangan lupa untuk tetap memantau pasar dan terapkan strategi yang sesuai dengan profil risikomu!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

Senior Social Media

0

Product UX Copywriter

0

Partnerships Manager

0

Business Development Manager

0

Chief Marketing Officer

0
spot_img