Currently set to Index
Currently set to Follow

Pergerakan Emas Terbatas, Harga Emas Kembali Menuju Rp1,052,527 per Gram

Minggu ini, harga emas terbaru naik 3.18% ke harga $2.020,50 atau setara dengan Rp1,052,527 per gram dan naik 6.79% dari level terendah di $1.874,20 pada Selasa minggu lalu. Hal ini terjadi di tengah munculnya tanda pemulihan ekonomi AS. Namun, penurunan imbal hasil dan kebuntuan di Kongres atas undang-undang stimulus AS baru telah menurunkan ekspektasi investor dan mendorong emas kembali melewati level $2.000.

Penurunan Harga Emas Terbaru Terhambat oleh Jalan Buntu Kongres AS

Pada hari Jumat minggu lalu, harga emas turn 0.71% ke harga $1.956,40 dikarenakan oleh dolar AS yang lanjut memulih. Tapi, kerugian pada emas di batasi oleh suspensi dari negosiasi paket stimulus COVID-19 di AS.

Imre Speizer, seorang analis forex dari Westpac, mengatakan pada Reuters bahwa “sentimen risiko sedang melambat dan masih terlalu awal untuk mengatakan downtrend dolar AS telah berakhir… tapi masih ada potensi”.

AS juga hanya melaporkan kliam pengangguran sebanyak 963.000 seminggu terakhir, lebih rendah dari prediksi sebanyak 1.1juta. Meskipun demikian, lambatnya progress dari stimulus baru telah membatasi risk appetite investor dan juga kerugian pada emas.

Senat AS tidak akan kembali bulan ini setelah mengakhiri sesinya pada hari Kamis karena kemungkinan besar akan ada kebuntuan pada ronde berikutnya, kecuali jika ada kesepakatan. Demokrat dan Republik telah menyatakan bagaimana mereka “sangat jauh” untuk mencapai kesepakatan.

Perjalanan Harga Emas Terbaru Untuk Kembali Di Harga $2.000

Sentimen positif untuk pemulihan ekonomi yang cepat kembali menurun di akhir hari Jumat ketika data pertumbuhan di AS dan Jepang yang dirilis ternyata lebih rendah dari perkiraan. Hal ini menyebabkan emas naik tipis 0.04% menjadi $ 1.950,60 pada Senin pagi.

Penjualan ritel AS mencatat pertumbuhan bulanan 1.2%, lebih rendah dari perkiraan 1.9% yang diperkirakan oleh Investing.com. Sementara itu, PDB Jepang menunjukkan kontraksi kuartal-ke-kuartal (QoQ) 7.8%, lebih besar dari perkiraan antara April dan Juni. Ini menandai kontraksi terbesar dalam catatan dan berkontribusi pada 27.8% kontraksi ekonomi Jepang pada tingkat tahunan.

Namun, keuntungan emas dibatasi karena dolar terus stabil sebagai akibat dari kenaikan imbal hasil obligasi AS. Hal ini membuat logam kuning lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. Selain itu, ketegangan pada perang perdagangan AS-China kemungkinan bisa mereda setelah sebuah laporan pada hari Jumat mengungkapkan bahwa China berencana untuk meningkatkan pembelian minyak AS.

Para ahli tetap skeptis dan memperkirakan bahwa penurunan emas di bawah $2.000 mungkin belum berakhir. Analis di TD Securities mengatakan bahwa “mengingat sentimen bullish besar-besaran pada emas, bersamaan dengan posisi yang membengkak dan aktivitas spekulatif, maka masih ada ruang untuk penurunan harga emas..”

Namun, di akhir hari Senin, emas naik lebih dari 2% dan secara singkat melewati $2.000 untuk pertama kalinya dalam hampir seminggu. Investor kembali ke aset safe haven setelah imbal hasil Treasury kembali turun.

Pergerakan Emas yang Terbatas

Meskipun terjadi perubahan haluan pada hari Senin, beberapa analis masih tidak yakin apakah reli emas akan bertahan lama tanpa kemunduran. Meski begitu, patokan emas berjangka Desember di Comex ditutup naik $48.90, atau 2.5%. Persentase ini adalah kenaikan tertinggi sejak 22 April, di $1.998,70 setelah puncak intraday di $ 2.000,35. Sementara itu, emas spot tertinggal di belakang kontrak berjangka dengan kenaikan sebesar $36.04, atau 1.9%.

Sunil Kumar Dixit, seorang chartist independen emas mengatakan “ada kemungkinan bahwa [emas] dapat berkonsolidasi dan diperdagangkan dalam kisaran terbatas kecuali jika menemukan pemicu yang kuat untuk mendorongnya lebih tinggi”. Pemicu tersebut kemungkinan adalah imbal hasil pada catatan 10-tahun Treasury AS dan kinerja dari Indeks Dolar AS.

Minat tambahan pada emas dapat dilihat di hari Senin. Penyebab utamanya kemungkinan besar adalah hasil laporan dari Warren Buffett yang mengambil saham baru kuartal terakhir di penambang emas terbesar kedua dunia, Barrick Gold.

Akhir minggu

Pada Selasa pagi, harga emas kembali di atas angka $2.000 dan ditutup naik $ 0.07% menjadi $2.000,10. Hal ini terjadi setelah dolar melemah, menghentikan pemulihan yang tampaknya konsisten untuk greenback. Namun, reli yang didorong oleh saham teknologi di pasar AS dan tanda-tanda kecil pemulihan ekonomi global membatasi kenaikan emas.

Di hari Senin, NASDAQ melonjak mencapai rekor penutupan tertinggi dan S&P500 juga mencapai rekor tertinggi di hari Rabu. Reli ini didorong oleh saham tekologi. Meskipun demikian, dolar AS tetap melemah.

Selain itu, hubungan antara AS dan China kembali memburuk. Pada hari Senin, departemen perdagangan AS memberlakukan pembatasan lebih lanjut pada akses Huawei ke chip yang tersedia secara komersial.

Karena suku bunga riil tetap di bawah nol dan investor mengharapkan lebih banyak langkah-langkah stimulus, analis melihat kenaikan lebih lanjut untuk emas. Jeffrey Curie dari Goldman Sachs mengatakan bahwa “kami belum keluar dari krisis ini” karena stimulus diperkirakan akan bertahan hingga 2021.

Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

Simak juga:

Rebound Cepat, Harga Emas Tembus Rp1,054,947 per Gram!

Mulai dari Startup Hingga Bank, Ini Lowongan Kerja Terbaru yang Mungkin Cocok Untukmu!

Reli Emas Berakhir, Harga Emas Turun ke Rp1,016,538.67 per Gram

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img