Currently set to Index
Currently set to Follow

Pasar Sepekan: IHSG dan Emas Bertahan dalam Gelombang Tapering

Nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan harga emas masih bisa bertahan sepekan terakhir meski gelombang kekhawatiran tapering melanda pasar. Namun, sebagian besar harga aset kripto utama ternyata lunglai di periode yang sama.

Apa sebenarnya yang terjadi pada pasar selama sepekan ini? Sobat Cuan bisa menyimak ringkasannya berikut.

Nilai IHSG Masih Bertahan di Tengah Wait and See Tapering

Nilai IHSG di akhir pekan bertengger di posisi 6.041,37, alias menguat tipis 0,06% dibandingkan pembukaan perdagangan awal pekan 6.037,7.

Indeks saham domestik mampu finish di zona hijau meski kekhawatiran soal tapering melanda pasar modal. Ya, selama sepekan terakhir, investor terlihat ragu-ragu membenamkan dana di pasar modal lantaran menunggu sinyal kepastian tapering dari simposium nasional bank sentral Amerika Serikat, The Fed, di Jackson Hole pada Jumat (27/8).

Selama ini, pelaku pasar memang begitu waswas dengan kebijakan tapering mengingat hal itu akan berdampak negatif terhadap pasar modal. Apa alasannya?

Tapering adalah langkah The Fed untuk mengurangi pembelian instrumen surat berharga setelah tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi negara adidaya AS itu bertumbuh. Akibatnya, persediaan Dolar AS akan mengetat, dan tentu akan mengerek nilai Dolar AS. Jika itu terjadi, maka pelaku pasar akan menarik dananya dari pasar modal dan cenderung menggenggam Dolar AS.

Di samping itu, kebijakan tapering biasanya akan diikuti oleh kenaikan suku bunga acuan. Hal itu akan mengerek suku bunga produk perbankan, sehingga investor akan memilih menyimpan uangnya. Alhasil, arus dana keluar (capital outflow) dari pasar modal Indonesia akan tak terbendung.

Kekhawatiran pelaku pasar soal tapering pun bukan tanpa alasan. Dalam beberapa bulan terakhir, The Fed selalu iseng memberikan komentar terkait kebijakan tersebut dalam beberapa kesempatan. Terakhir, The Fed memberikan sinyal tapering di dalam risalah rapat Federal Open Market Commitee (FOMC) Juli yang dirilis pekan lalu.

Untungnya, kondisi tersebut tidak serta merta menggoyahkan IHSG. Pelaku pasar ternyata juga mencermati sentimen domestik, khususnya pelonggaran Pemberlakuan Pelonggaran Kebijakan Masyarakat (PPKM) yang diumumkan Senin (23/8). Mulai hari itu, pemerintah telah menurunkan status PPKM di Jawa-Bali dari level 4 ke level 3.

Pelonggaran restriksi sosial akan menggerakkan lagi kegiatan ekonomi, sehingga lapangan kerja dan pendapatan masyarakat meningkat. Hal itu berdampak baik bagi kinerja keuangan perusahaan, salah satu aspek fundamental harga saham.

Pasar Sepekan: IHSG dan Emas Bertahan dalam Gelombang Tapering, Pluang

Seperti IHSG, Harga Emas Adem Ayem

Nasib IHSG ternyata juga dialami oleh emas. Pada Jumat pukul 17.00 WIB, harga sang logam mulia berada di posisi US$1.796,55 per ons, alias menguat tipis 0,9% dibanding waktu yang sama sepekan sebelumnya.

Harga emas - IHSG

Sama seperti IHSG, pergerakan harga emas pekan lalu juga terombang-ambing berkat aksi investor yang malu-malu masuk ke pasar emas lantaran mengantisipasi kebijakan tapering dari The Fed.

Jika The Fed melakukan langkah tersebut, maka hal itu dapat memukul harga emas. Sebab, kebijakan tersebut akan mengetatkan persediaan dolar AS beredar dan memperkuat nilai tukarnya terhadap mata uang lain. Nah, di saat-saat seperti ini, investor tentu akan lebih tertarik melepas emas demi menggenggam Dolar AS.

Di samping itu, mereka yang jarang bertransaksi menggunakan Dolar AS akan membeli harga emas lebih mahal ketika nilai Dolar AS menanjak. Akibatnya, permintaan emas akan berkurang, harganya pun semakin terjengkang.

Hanya saja, antisipasi tapering ternyata belum mampu bikin kilau logam mulia pudar. Di saat yang sama, pelaku pasar nampaknya juga mengakumulasi emas karena dua hal: kenaikan tingkat infeksi COVID-19 Delta di AS dan aksi serok emas mumpung harganya murah.

Pelaku pasar khawatir bahwa merebaknya COVID-19 Delta di negara-negara maju akan bikin pemerintah mengetatkan mobilitas sosial. Kondisi tersebut akan menghentikan kegiatan ekonomi secara temporer, dan bikin pelaku pasar sangsi untuk menginjakkan kaki di pasar modal. Alhasil, mereka memarkirkan dana di aset aman (safe haven), seperti emas, saat ekonomi menunjukkan sinyal ketidakpastian.

Cryptocurrency Utama Masuk Zona Merah

Sementara itu, harga lima cryptocurrency utama (aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar) bergerak bervariasi selama sepekan terakhir. Bitcoin, Ether (ETH), dan XRP harus masuk zona merah, sementara ADA (Cardano) dan Binance Coin (BNB) mengalami nasib mujur di periode yang sama.

Saking mujurnya nasib ADA, kini koin tersebut berhasil menjadi aset kripto terpopuler ketiga sejagat setelah Bitcoin dan ETH. Saat ini, nilai kapitalisasi pasar ADA tercatat US$92,93 miliar.

Cryptocurrency - IHSG

Tekanan pada Bitcoin dan ETH disebabkan oleh aksi ambil untung (profit taking) para traders dan bandar kripto (whales) setelah dua koin ini berjaya dalam dua pekan terakhir. Khusus bagi Bitcoin, pelaku pasar nampaknya buru-buru mengambil untung setelah harganya kembali berhasil menembus di atas US$50.000 per keping pada Senin (23/8). Ini merupakan kali pertama Bitcoin berhasil menyentuh level tersebut sejak Mei 2021.

Di sisi lain, pelaku pasar nampaknya lebih doyan menempatkan uangnya di ADA dan BNB. Mengapa performa dua koin tersebut cukup bersinar sepanjang pekan ini?

Untuk ADA, pelaku pasar nampaknya masih mengantisipasi peluncuran teknologi smart contract yang rencananya akan dipasang di tahap ketiga pengembangan Cardano, yang disebut Goguen. Pendiri Cardano, Charles Hoskinson, beberapa waktu ini mengatakan bahwa teknologi smart contract ini akan meluncur "sebentar lagi".

Teknologi smart contract Cardano digadang memiliki kemiripan, atau bahkan lebih unggul, dibanding Ethereum, utamanya dalam hal menciptakan token dan Non-Fungible Token (NFT). Tak heran, hal tersebut bikin pelaku pasar antusias terhadap teknologi tersebut.

Selain itu, Cardano mengalami momentum penguatan setelah mencatatkan diri di bursa cryptocurrency Jepang pada 25 Agutus lalu.

Sementara itu, untuk BNB, sentimen utamanya adalah urungnya niatan pengawas jasa keuangan Inggris (the Financial Conduct Authority) untuk mengetatkan pengawasan terhadap Binance. Lembaga itu mengaku "tidak mampu" mengawasi operasi Binance Holdings Ltd. di Inggris.

Padahal, Junu lalu, FCA memberi wanti-wanti untuk menghentikan kegiatan Binance lantaran bursa tersebut dianggap tidak mampu beroperasi sesuai dengan aturan regulator tersebut.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img