Currently set to Index
Currently set to Follow

Kilas Balik: Simak 10 Peristiwa Penting Dunia Investasi Sepanjang 2021!

Tahun 2021 menjadi tahun yang penuh gejolak bagi seluruh pelaku pasar lantaran banyak kejadian yang tak terduga. Yuk, bernostalgia melihat apa yang sudah terjadi di tahun ini!

Varian Delta Membuat Dunia Kocar-Kacir

Penyebaran COVID-19 varian Delta menghantam laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) antara Mei hingga September. Buktinya, sang indeks domestik bergerak sideways, di mana saham-saham berkapitalisasi pasar jumbo alias big cap menjadi korbannya.

Hal ini terjadi setelah pelaku pasar berekspektasi bahwa perusahaan yang berkutat di sektor “old-economy” akan kesulitan beroperasi lantaran implementasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk mencegah penyebaran COVID-19 di dalam negeri. Alhasil, pembatasan operasi tersebut berimbas ke aktivitas ekonomi yang melambat.

Di sisi lain, maraknya penularan COVID-19 ternyata menjadi berkah untuk emiten kubu “new-economy” lantaran para konsumen terpaksa untuk belajar go digital. Perusahaan seperti PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) dan juga PT Bank Jago tBK (ARTO) sukses manggung karena berhasil bertransformasi menjadi perusahaan digital.

Kondisi serupa juga terjadi di pasar kripto dan pasar saham AS Juli lalu.

Indeks saham AS yang kala itu melemah 1.1% sampai 2.1%. Adapun kinerja memble saham AS disebabkan oleh kinerja mengecewakan dari sektor transportasi seperti penerbangan, kapal pesiar, dan energi, sejalan dengan pergerakan IHSG.

Kemudian, di pasar kripto, nilai Bitcoin (BTC), contohnya, sempat anjlok hingga US$29.800 per keping mengikuti jejak indeks saham AS. Sejatinya, kondisi tersebut terbilang wajar mengingat aset kripto adalah aset berisiko tinggi, sehingga pelaku pasar memilih menarik diri ketika situasi ekonomi sedang kalang kabut.

Fakta menariknya, ketakutan akan COVID-19 varian Delta pada saat itu juga bikin pelaku pasar takut akan inflasi. Untungnya, ketakutan mereka bersifat sementara dan langsung mereda pada pekan itu juga.

Evergrande Terancam Gagal Bayar, Pasar Global Ikut Gempar

Sentimen negatif kedua yang bikin heboh dunia investasi datang dari China. Salah satu perusahaan properti terbesar disana, yang bahkan digadang sebagai raksasa properti, Evergrande terancam bangkrut dengan utang lebih dari US$300 miliar.

Krisis Evergrande kemudian diperparah oleh fakta bahwa banyak masyarakat China ternyata telah menjadi konsumen proyek rumah mangkrak yang dibangun perusahaan tersebut. Terlebih, banyak lapangan kerja diramal sirna jika krisis ini terus membengkak. Nah, rentetan peristiwa ini pun kemudian disebut dengan nama Evergrande Liquidity Crisis.

Peristiwa ini pun menimbulkan gelombang ke pasar seluruh aset di September, yakni periode di mana Evergrande mengumumkan gagal bayar utang. Alhasil, seluruh korporasi yang terpapar eksposur China seperti Starbucks, Nike, dan Apple pun terancam oleng.

Hanya saja, kasus ini sepertinya sudah dilupakan oleh pelaku pasar karena skala krisisnya hanya berpengaruh kepada ekonomi China semata dan perusahaan atau kelas aset yang memiliki eksposur besar di negara tirai bambu tersebut.

Baca juga: Rangkuman Kabar: Devisa RI Naik, El Salvador Borong Bitcoin

Terusan Suez ‘Tersumbat’, Harga Komoditas Loncat

Salah satu terusan terpenting di dunia, Terusan Suez, jadi sorotan dunia pada Maret lalu setelah satu kontainer berukuran raksasa menutup jalur perdagangan selama enam hari lamanya.

Kejadian tersebut sontak bikin pelaku pasar khawatir. Pasalnya, penyumbatan Terusan Suez bisa menimbulkan krisis rantai pasok yang berujung pada pengetatan suplai barang, mulai dari bahan baku produksi hingga barang jadi. Hal ini, tentu saja, bisa menjadi biang kerok inflasi berjemaah di seluruh dunia.

Fakta uniknya, kasus ini menimbulkan ongkos keterlambatan sebesar US$6,7 juta per menit atau sekitar Rp95,8 miliar dan bikin ongkos distribusi melonjak 500% secara bulanan pada Maret. Harga minyak mentah dan gas bumi pun melonjak kala peristiwa itu terjadi karena pelaku ekonomi seantero dunia takut krisis rantai pasok itu akan terus berlarut.

Kilas Balik: Simak 10 Peristiwa Penting Dunia Investasi Sepanjang 2021!, Pluang
Kenaikan ongkos logistik. Sumber: FBX

The Fed Akhirnya Melancarkan Tapering

Bank sentral Amerika Serikat, The Fed, baru-baru ini mengumumkan akan mengurangi pembelian instrumen surat berharga per bulannya alias tapering.

Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan, otoritas moneter AS mengambil langkah tersebut melihat laju ekonomi AS yang kian tokcer, banyaknya pembukaan lapangan pekerjaan baru, dan inflasi yang meroket.

Seperti yang Sobat Cuan ketahui, angka inflasi tahunan AS sempat menyentuh 6,8% di tahun ini dan menjadi rekor inflasi tertinggi dalam empat dekade terakhir. Melonjaknya harga komoditas seperti batu bara dan minyak mentah menjadi biang kerok meradangnya inflasi di negara Paman Sam tersebut.

Banyak pelaku pasar mengamati bahwa keputusan ini terbilang positif bagi pasar AS. Sebab, pengetatan kebijakan moneter akan menurunkan tingkat inflasi dan juga menyeimbangkan dampak dari pelonggaran moneter (quantitative easing) yang dilakukan The Fed sejak tahun lalu.

Di sisi lain, Indonesia nampaknya harus kena tulah dari aksi tapering The Fed lantaran bikin investor AS asing “pulang kampung” ke negaranya. Namun, kondisi ini dapat berubah seiring maraknya penawaran umum perdana (IPO) perusahaan rintisan di Indonesia tahun depan.

Dampaknya ke pasar kripto dan emas pun diperkirakan akan minim lantaran efek tapering akan membutuhkan waktu sebelum The Fed akhirnya melakukan pengetatan moneter skala penuh seperti kenaikan suku bunga. Akibatnya, pasar finansial yang tidak menghasilkan imbal berbentuk bunga seperti emas dan kripto akan diuntungkan.

Kilas Balik: Simak 10 Peristiwa Penting Dunia Investasi Sepanjang 2021!, Pluang
Mayoritas suara anggota FOMC menginginkan suku bunga acuan naik tiga kali tahun depan. Sumber: CNBC

Pecah Telor! Bukalapak Jadi Unicorn Pertama RI yang Melantai di Bursa

Salah satu pencapaian terbesar indeks domestik di tahun ini adalah hadirnya satu perusahaan rintisan berstatus unicorn di Indonesia di bursa saham domestik, yakni PT Bukalapak Tbk (BUKA).

Langkah tersebut dipercaya bisa mendatangkan unicorn lain untuk mencatatkan sahamnya di pasar domestik dan menjadi katalis positif bagi pergerakan IHSG ke depan. Investor asing pun diharapkan dapat langsung berinvestasi di perusahaan rintisan yang berpotensi di Indonesia.

Namun, kekhawatiran pun datang dari investor ritel yang harus pasrah melihat nilai saham BUKA telah jatuh lebih dari 40% sejak IPO. Kendati begitu, tetap ada yang percaya bahwa startup masih belum terlalu diapresiasi di bursa dikarenakan belum menghasilkan laba.

Selain dari itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun baru saja merilis aturan mengenai Multiple Voting Shares (MVS) atau saham dengan hak suara multipel untuk emiten. MVS sendiri dapat diartikan sebagai upaya perlindungan inovasi bagi perusahaan rintisan tanpa harus mengorbankan hak suaranya.

Kerangka aturan ini pun sama dengan AS dan Hong Kong, di mana kedua yurisdiksi tersebut memang dikenal “murah hati” dalam mengakomodasi perkembangan perusahaan berbasis teknologi. Sehingga, aturan yang dipercaya bisa bikin perusahaan startup pede melantai di bursa ini bisa menuntun unicorn lain seperti GoTo atau Traveloka untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun depan.

Baca juga: Rangkuman Kabar: Kripto Makin Dilirik, Bitcoin Bikin El Salvador Chaos

Saham Bank Mini ‘To the Moon’

Sobat Cuan yang sering memantau pergerakan bursa domestik pasti tidak asing dengan pernyataan di atas. Sebab, kinerja saham-saham bank mini sepanjang tahun ini memang terbilang fantastis.

Tengok saja, nilai saham bank mini seperti PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI), PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB), dan PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA) kompak meluncur lebih dari 700% sepanjang 2021.

Kilas Balik: Simak 10 Peristiwa Penting Dunia Investasi Sepanjang 2021!, Pluang
Performa saham bank mini di BEI. Sumber: Tradingview

Peristiwa ini terjadi setelah mereka berbondong-bondong melakukan aksi korporasi gara-gara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewajibkan bank mini atau bank dengan modal inti di bawah Rp2 triliun untuk menaikan modalnya menjadi Rp3 triliun.

Untuk mengikuti ketentuan tersebut, mereka harus menambah modal intinya melalui rights issue baik di tahun ini maupun tahun depan. Akhirnya, mereka semua rela bertransformasi ke bisnis digital dengan cara beragam, mulai dari berjibaku membangun ekosistem digitalnya sendiri hingga menggandeng perusahaan lain, demi menggaet minat investor.

Aksi mereka pun terbilang sukses. Sepanjang tahun ini, mungkin kamu memperhatikan bahwa terdapat saham-saham bank mini yang sukses mencetak kinerja mumpuni meski nama-namanya cukup asing di telingamu.

Fenomena tersebut meningkatkan valuasi bank mini, sehingga memaksa beberapa analis untuk melakukan valuasi dengan pendekatan yang berbeda dari bank konvensional.

Saham GameStop Melambung, Semua Pun Linglung

Januari lalu, pasar saham AS dikejutkan oleh fenomena yang dikenal sebagai GameStop Saga. Dalam peristiwa tersebut, nilai saham perusahaan distributor gim GameStop meroket 2.400% hanya dalam 11 hari bursa saja. Pelaku pasar dan pemerintah AS pun sampai terperanjat melihat peristiwa tersebut.

Kilas Balik: Simak 10 Peristiwa Penting Dunia Investasi Sepanjang 2021!, Pluang
Pergerakan nilai saham GameStop. Sumber: Tradingview

Jika diperhatikan dengan seksama, peristiwa itu terjadi karena derasnya aksi beli saham GameStop yang berasal dari investor muda, atau dikenal dengan Corona Gen Investor. Mereka merangsek masuk pasar modal AS lantaran nilai tabungannya meningkat dan mumpung suku bunga lagi rendah. Apalagi, mereka pun kecipratan stimulus pemerintah AS di tengah pandemi COVID-19.

Tapi, mengapa mereka sampai memborong saham GameStop dan bukan saham lainnya?

Kala itu, kinerja saham GameStop terbilang memble setelah kinerja operasionalnya terpukul akibat pandemi COVID-19. Nilai saham GameStop yang terus melorot akhirnya dijadikan bahan short selling oleh para pengelola investasi hedge fund untuk mendulang cuan.

Namun, komunitas investor ritel di forum Reddit bernama WallStreetBets kesal dengan ulah manajer hedge fund tersebut. Akhirnya, mereka melancarkan serangan “balas dendam” dengan memulai call option atas saham GameStop hingga nilainya terbang berkali-kali lipat. Nah, pertarungan antara pemodal raksasa dan investor kelas teri inilah yang bikin drama saham GameStop menarik perhatian pelaku pasar.

Akibat kejadian tersebut, beberapa hedge fund pun sampai harus menutup posisi mereka dan juga meminta injeksi dana.

Coinbase Jadi Platform Kripto Pertama yang Melantai di Bursa

Platform perdagangan kripto terbesar AS, Coinbase, akhirnya melepas sahamnya ke publik dalam penawaran umum perdana April lalu. Peristiwa ini dianggap sebagai momen bersejarah lantaran investor bisa memiliki porsi saham perusahaan yang menjual belikan aset kripto.

Coinbase mendulang laba dari biaya margin dan biaya lainnya seperti komisi dan selisih harga jual beli dari aset.

Lain halnya dari platform perdagangan biasa, Coinbase memberikan beberapa fasilitas lain seperti penyedia layanan bagi toko untuk menerima pembayaran kripto, kartu debit kripto, dan menciptakan stablecoin-nya sendiri yang dikenal sebagai USD Coin (USDC). Pendapatan Coinbase sendiri tercatat US$1,3 miliar di 2020 atau naik lebih dari dua kali lipat dari tahun sebelumnya akibat adopsi kripto yang makin marak.

Baca juga: Harganya Turun, Sepenting Apa Sih Investasi Ethereum di Portofolio Kamu?

Sah! BTC Jadi Alat Tukar di El Salvador

El Salvador mengejutkan dunia pada Juni lalu. Musababnya, negara tersebut mengesahkan Undang-Undang (UU) yang meresmikan Bitcoin sebagai alat pembayaran sah di negara tersebut. Pemerintah negara Amerika Tengah tersebut optimistis bahwa adopsi kripto akan meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat meski Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional mengkritik langkah tersebut.

Kini, warga El Salvador sudah dapat memegang aset kripto sebagai strategi investasi jangka panjangnya dan dapat menarik uang kas di 200 Anjungan Tunai Mandiri (ATM) kripto yang tersebar seantero negara tersebut. Selain dari itu, El Salvador juga membangun infrastruktur untuk menyokong dompetnya sendiri bernama Chivo sehingga warganya bisa menarik kas tanpa membayar komisi apapun.

Nah, Sobat Cuan pun pasti penasaran dengan total BTC yang sudah dibeli oleh El Salvador sendiri, bukan?

Presiden El Salvador Nayib Bukele mengatakan bahwa negaranya telah membeli 200 BTC perdana pada 7 September kemarin. El Salvador pun terus mengoleksi BTC hingga akhir tahun, dan kini resmi memiliki 1.220 keping BTC per Selasa (21/12).

DOGE & SHIB ‘Menggonggong’ Sepanjang Tahun Ini

Benar sekali, Sobat Cuan. Kelompok koin meme berlogo anjing nampaknya menjadi bintang utama di pasar kripto tahun ini.

Salah satunya adalah Dogecoin (DOGE). Nilainya meroket tajam sepanjang 2021 akibat endorse-an punggawa Tesla Elon Musk dan bintang Shark Tank Mark Cuban.

Kilas Balik: Simak 10 Peristiwa Penting Dunia Investasi Sepanjang 2021!, Pluang
Pergerakan harga DOGE. Sumber: Tradingview

Perlu diingat, DOGE dulunya adalah koin “guyonan” dan hanya dihargai US$0,004 per keping. Namun, gerak DOGE semakin lincah pada Mei dengan meroket lebih dari 15.900% sejak awal tahun ke level tertingginya US$0,74 di bulan tersebut. Musk pun memuji DOGE sebagai jaringan pembayaran masa depan dan bikin pasar FOMO untuk memborong koin meme lainnya.

Rekan satu “ras” DOGE, yakni Shiba Inu (SHIB), tak mau ketinggalan. Nilanya sempat sukses melompat 1.636% dari bulan September sampai Oktober kemarin.

Baca juga: Pluang Pagi: Inflasi Makin Kronis, Harga Emas Tersenyum Manis

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img