Currently set to Index
Currently set to Follow

Pasar Sepekan: IHSG Longsor, Emas Bertahan, Kripto Menghijau

Nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus terkulai lemah sepanjang pekan ketiga Agustus gara-gara wacana tapering. Namun di sisi lain, harga emas berhasil mencetak kenaikan, sementara beberapa aset kripto masih menunjukkan tajinya di periode yang sama.

Sobat Cuan bisa membaca penjelasan lengkapnya dalam ringkasan pasar sepekan berikut ini.

IHSG Jatuh Bangun Akibat Rencana Tapering

Nilai IHSG pada penutupan perdagangan Jumat (20/8) berada di posisi 6.030,77, alias melemah 1,86% dibanding nilai pembukaan Senin (16/8) yakni 6.144,94.

Pergerakan IHSG - Pasar Sepekan

Nilai IHSG tergelincir pada pekan ini setelah pelaku pasar bereaksi keras terhadap rencana The Fed untuk mempercepat aksi tapering pada tahun ini. Wacana tersebut dilontarkan The Fed melalui risalah rapat (minutes of meeting) The Fed Juli yang dirilis Rabu (18/8).

Ya, wacana ini bikin pelaku pasar waswas. Sebab, kebijakan tapering bisa memicu arus modal keluar dari pasar modal tanah air. Mengapa demikian?

Secara singkat, kebijakan tapering adalah aksi bank sentral AS untuk mengurangi laju pembelian surat berharga. Adapun pembelian surat berharga ini sudah dilakukan The Fed setahun belakangan demi melepas dolar AS ke sistem keuangan, sehingga perbankan bisa menyalurkan kredit dan mengakselerasi pemulihan ekonomi AS.

Jika The Fed menjalankan kebijakan tapering, maka jumlah dolar AS beredar akan menyusut. Alhasil, nilai dolar AS akan menguat. Hal ini akan menyebabkan masyarakat lebih tertarik menggenggam dolar AS dibandingkan menempatkannya di instrumen berisiko, seperti saham.

Apalagi, The Fed juga berencana untuk menaikkan suku bunga acuannya setelah melancarkan aksi tapering. Kenaikan suku bunga acuan akan mengerek tingkat suku bunga pinjaman, sehingga masyarakat lebih tertarik menabung ketimbang investasi.

Implikasinya, investor asing akan menarik dananya di pasar modal negara lain, termasuk Indonesia, dan membawa dolar AS “pulang kampung” ke negara asalnya. Arus modal keluar ini memiliki pengaruh negatif terhadap ke neraca modal dan investasi, dan ujungnya mempengaruhi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Hanya saja, kepanikan soal tapering mereda di akhir pekan. Sebab, investor nampaknya masih pede berinvestasi di pasar modal domestik setelah melihat komitmen pemerintah untuk mengerek pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 hingga 5,5% tahun depan. Keyakinan itu disampaikan Presiden Joko Widodo kala membacakan nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2022 di gedung DPR, Senin (16/8).

Pertumbuhan ekonomi akan membuat daya beli dan lapangan pekerjaan membaik. Hal tersebut akan berdampak positif bagi kinerja keuangan perusahaan, yang merupakan salah satu aspek fundamental harga saham. Dengan kata lain, investor bisa mendulang cuan lebih mantap kala pertumbuhan ekonomi tengah moncer.

Selain itu, IHSG juga sejatinya mendapat embusan angin segar dari data kasus baru harian COVID-19 di Indonesia. Pada Jumat, Indonesia mencatat 20.004 kasus COVID-19 harian baru, lebih kecil dibanding rerata kasus COVID-19 baru selama tujuh hari terakhir 20.765 kasus.

Melandainya angka kasus harian COVID-19 bikin investor optimistis bahwa pemerintah segera melonggarkan pembatasan sosial. Akibatnya, kegiatan ekonomi bisa berjalan kembali dan membantu kinerja keuangan perusahaan.

Pasar Sepekan: IHSG Longsor, Emas Bertahan, Kripto Menghijau, Pluang

Pasar Sepekan: Emas Pun Ikut Lunglai Akibat Tapering

Nasib malang yang dialami IHSG untungnya tidak terjadi pada harga emas. Meski terseok-seok sepanjang pekan ini, harga sang logam mulia mampu bertengger di posisi US$1.781,33 per ons pada Jumat (20/8). Angka ini meningkat 0,21% dibanding posisi Senin (16/8) yakni US$1.777,54 per ons.

Pergerakan Harga Emas - Pasar Sepekan

Meski demikian, jalan emas tidaklah mulus demi menggapai pertumbuhan di pekan ini. Sama seperti IHSG, harga emas pun berombak akibat reaksi pelaku pasar atas wacana tapering The Fed.

Kebijakan tapering akan memperketat jumlah uang beredar, sehingga nilai dolar AS akan menguat dibanding mata uang lain. Investor tentu tak mau ketinggalan momen tersebut, sehingga mereka melepas emasnya demi mata uang greenback tersebut.

Di samping itu, kenaikan dolar AS akan membuat harga emas menjadi relatif lebih mahal bagi mereka yang jarang bertransaksi menggunakan mata uang tersebut. Sehingga permintaan emas melorot, dan kemudian melunturkan harganya.

Namun di sisi lain, permintaan emas ternyata terbilang cukup kuat di periode yang sama. Penyebabnya adalah sikap investor yang memborong emas lantaran khawatir bahwa merebaknya penyebaran COVID-19 varian Delta akan membuat beberapa pemerintahan global menghentikan kegiatan ekonomi secara temporer.

Penutupan kegiatan ekonomi akan berdampak ke perlambatan pertumbuhan ekonomi. Di masa-masa seperti itu, investor tidak bisa mendulang cuan yang tinggi dari investasi di aset berisiko seperti saham. Akibatnya, mereka beralih menempatkan uang di aset aman seperti emas.

Pasar Sepekan: Aset Kripto Masih Menghijau

Di sisi lain, sebagian besar harga cryptocurrency utama terlihat menghijau. Kecuali koin native Ethereum, Ether (ETH), yang ternyata malah melemah selama sepekan terakhir. Meski demikian, maraknya koin berkinerja moncer ini berhasil membawa kapitalisasi pasar aset kripto kokoh di angka US$2,1 triliun pada akhir pekan

Harga Cryptocurrency - Pasar Sepekan

Kinerja dua punggawa kancah kripto, BTC dan ETH, di pasar sepekan lalu memang kurang gereget dibanding aset kripto utama lainnya.

Harga Bitcoin hanya tumbuh 1,8% dalam sepekan terakhir setelah pelaku pasar mencerna beberapa kejadian di pasar Bitcoin.

Sentimen positifnya adalah investor institusi yang mulai mengadopsi Bitcoin. Pada pekan ini, platform tukar-menukar aset kripto Coinbase telah menambah aset kripto senilai US$500 juta ke dalam neraca perusahaan.

Di samping itu, salah satu bank tertua di AS Wells Fargo, juga telah mendaftarkan satu produk investasi baru ke otoritas pasar modal AS (Securities and Exchange Commission), di mana kliennya bisa mendapat eksposur terhadap Bitcoin secara tak langsung.

Namun di sisi lain, terdapat pula sentimen negatif yang menyerbu pasar Bitcoin. Harga sang raja aset kripto di awal pekan sempat tergelincir akibat satu ulah bandar Bitcoin (whale) yang menarik 1.000 keping BTC senilai US$47,4 juta dari pasar.

Selain itu, pelaku pasar juga ragu menginjak pasar Bitcoin setelah munculnya peretasan terhadap salah satu platform Decentralized Finance (DeFi), PolyNetwork. Sang peretas berhasil membobol aset kripto sebesar US$600 juta, yang kini dianggap sebagai peretasan terbesar di kancah DeFi sejauh ini. Namun, sang peretas sudah berjanji akan mengembalikan dana-dana tersebut.

Sentimen yang sama juga bikin pelaku pasar sangsi masuk ke pasar ETH, mengingat platform DeFi ini berada di atas jaringan blockchain Ethereum. Alhasil, harga ETH pun melorot 1,32% di pekan ini.

Di sisi lain, altcoin seperti ADA, koin native milik Cardano, justru memperlihatkan kinerja cemerlang pekan lalu. Bahkan, harga ADA pun menyentuh titik tertingginya di US$2,57 per keping pada Jumat (20/8).

Komunitas aset kripto masih merangsek masuk pasar Cardano setelah mendengar kabar bahwa teknologi smart contract Cardano akan segera meluncur dalam waktu dekat, seperti diumumkan oleh punggawa Cardano Charles Hoskinson pekan lalu.

Smart contract Cardano digadang bisa melawan eksistensi teknologi smart contract Ethereum. Sebab, komunitas kripto bisa menciptakan token termasuk Non-Fungible Token di atas smart contract Cardano, sebuah keistimewaan yang selama ini hanya hadir di atas blockchain Ethereum.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img