Currently set to Index
Currently set to Follow

Pluang Insight : Inflasi Menunggu, Aset Kripto Dominan!

Selamat Sore, Sobat Cuan! Mengawali awal pekan minggu ini, simak yuk kinerja beberapa kelas sepekan ke depan!

Aset Kripto

BTC & ETH mengawali minggu yang sangat indah hari ini. Pada perdagangan pagi hari ini, BTC reli ke US$65.000 sementara ETH reli ke US$4.600. Hal ini mengindikasikan bahwa, bulan november keliatannya akan menjadi bulan yang “cuan-derful” bagi aset kripto. Bahkan, pada perdagangan pagi ini, dominasi BTC di kapitalisasi pasar aset kripto menyentuh angka 43,5%, jauh lebih tinggi dibandingkan 42,39% dua hari lalu.

Pluang Insight : Inflasi Menunggu, Aset Kripto Dominan!, Pluang
Sumber: Tradingview

Melihat grafik di bawah, pergerakan harga BTC memiliki pola yang sama dengan tahun- tahun sebelumnya. Alhasil, banyak analis memperkirakan bahwa, BTC bisa menyentuh angka US$100 ribu pada akhir tahun.

Pluang Insight : Inflasi Menunggu, Aset Kripto Dominan!, Pluang

Kenaikan nilai kedua induk aset kripto ini juga didorong oleh kehadiran laporan inflasi yang akan dirilis pemerintah AS hari ini. Selain itu, kehadiran Non-Fungible Token kemudian koin gaming yang semakin hot, menambah ekspektasi para investor dan analis terhadap aset kripto.

IHSG

Setelah melalui perdebatan yang cukup panjang, akhirnya RUU Infrastruktur yang diajukan Presiden AS Joe Biden senilai US$1 triliun berhasil diloloskan. Di satu sisi, pengesahan tersebut tentu saja memberikan efek positif dari posisi stimulus. Namun di sisi lain, beleid infrastruktur ini juga bisa menimbulkan kekhawatiran akan inflasi karena negara AS akan dibanjiri oleh uang lagi.

Untuk indonesia sendiri, perdagangan hari ini juga dibuka dengan positif. Sampai perdagangan sore ini, IHSG ditutup menguat 0,77%. Jika dilihat secara sektoral, bank digital menjadi pemimpin IHSG dengan PT Bank Jago Tbl (ARTO) naik 5,6%. Selain itu, emiten batu bara juga menambah keceriaan IHSG hari ini, di mana saham seperti PT Indo Tambang Raya Megah Tbk dan PT Harum Energy berhasil finish di zona hijau.

Kenaikan sektor bank digital hari ini juga didorong oleh ekspektasi persetujuan rights issue oleh Bank Bina Artha Tbk. Alhasil, BBYB, ARTO, dan teman-teman bank kecil pun latah reli.

Sementara itu, Sobat Cuan bisa melihat bahwa saham-saham old economy masih agak sedikit terkonsolidasi. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang hari ini sempat reli juga terlihat angot-angotan naik.

Kelihatannya, minggu ini akan menjadi minggu yang cukup stabil bagi IHSG karena data ekonomi sudah keluar. Secara sektoral, memang tidak ada banyak katalis positif karena kelihatannya investor sudah price-in hal tersebut pada Oktober. Namun, melihat Rupiah yang masih menguat di sekitar Rp14.200 – Rp14.300, outflow dari market keliatannya akan terjaga.

Indeks AS

Pekan ini, indeks AS akan didominasi oleh kabar inflasi yang akan diumumkan Rabu (10/11) mendatang. Beberapa analis memprediksi inflasi akan bertengger di 4,3%, naik 0,30% dibandingkan bulan sebelumnya 4%.

Mengingat indeks AS sudah mengalami kenaikan selama enam hari berturut-turut, kelihatannya indeks S&P500 dan Nasdaq 100 bisa mengalami koreksi di pekan ini. Mungkin, pergerakan indeks dalam dua hari ke depan bisa sangat volatil mengingat para investor akan melakukan aksi profit taking serta berjaga-jaga apabila inflasi bisa melebihi para ekspektasi analis.

Apabila inflasi jauh lebih tinggi dibanding 4,3%, maka The Fed kemungkinan bisa mempercepat pelaksanaan tapering dan suku bunga acuan, yang tadinya direncanakan pada Juni 2022.

Emas

Mengingat inflasi yang akan cukup tinggi, secara logika emas bisa reli melebih angka US$1.800 per ons pada pekan ini. Namun, risk apetite dari para investor lebih tertuju kepada aset yang lebih riskan dan bisa menghasilkan kinerja yang lebih positif seperti aset kripto. Untuk pekan ini, tidak ada ekspektasi nilai emas akan turun terlalu dalam, tetapi juga tidak ada katalis positif yang bisa mendorong emas naik signifikan.

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img