Currently set to Index
Currently set to Follow

Pluang Weekly Spotlight: Menilik Gerak Litecoin Pekan Ini

Sobat Cuan penasaran tidak sih dengan seluk-beluk pergerakan koin kripto tertentu dalam beberapa waktu terakhir? Nah, lebih baik kamu pantengin yuk Pluang Weekly Spotlight yang menyoroti profil koin kripto satu per satu setiap pekannya.

Kali ini, Pluang Weekly Spotlight menilik hal ihwal Litecoin, yang kerap disebut sebagai “versi ringan dari Bitcoin”. Nah, ada apa sih dengan Litecoin pada pekan ini?

Apa Itu Litecoin?

Litecoin (LTC) mungkin adalah salah satu koin yang berusia “uzur” di jagat kripto lantaran lahir pada 2011, atau dua tahun setelah kemunculan Bitcoin (BTC).

Cara kerja blockchain Litecoin mirip dengan Bitcoin, yakni mengedepankan transaksi dua arah (peer-to-peer) tanpa perantara sama sekali. Selain itu, komunitas kripto juga bisa memperoleh LTC dengan menambang, persis seperti Bitcoin. Terakhir, para penambang bisa meraih LTC untuk kemudian disimpan atau dikirim ke pengguna lain, terlihat 11-12 dengan Bitcoin.

Litecoin memang terlihat mirip dengan Bitcoin ya, Sobat Cuan? Jelas saja, sebab sang pencetus LTC, Charlie Lee, memang menciptakan Litecoin dari proses hard fork Bitcoin.

Secara koneksi, LTC memiliki jaringan yang lebih lenggang dibandingkan Bitcoin. Berdasarkan data dari Blockchain.com, rata-rata transaksi BTC membutuhkan waktu konfirmasi blok sekitar 9 menit per transaksi. Namun, jaringan LTC hanya membutuhkan waktu sekitar 2,5 menit untuk memproses satu transaksi.

Ada Apa dengan LTC?

LTC adalah salah satu koin generasi awal yang nilainya melesat signifikan pada hari ini mengekor Bitcoin dan Ethereum (ETH). Sampai dengan artikel ini ditulis, nilai LTC sudah naik 17,7% dalam 24 jam terakhir dan menyentuh US$245 per koin alias sekitar Rp3,5 juta. KendaTi harganya tengah kinclong, kapitalisasi pasar LTC masih bercokol di urutan ke-14 sejagat dengan total US$16 miliar.

Kenapa Harga Litecoin Naik?

Sobat Cuan pasti tahu kan bahwa harga Bitcoin pagi ini menyentuh rekor terbarunya lagi? Nah, peristiwa tersebut menular ke altcoin, termasuk Litecoin.

Namun menurut data on-chain, terjadi peningkatan aktivitas di dalam jaringan Litecoin belakangan ini. Saat ini, aktivitas hash rate di jaringan LTC naik menjadi 320 TWh per detik, tertinggi sejak Agustus tahun ini. Dengan kata lain, memang banyak orang yang sedang bertransaksi di jaringan Litecoin yang berimbas ke kenaikan permintaan aset kripto tersebut.

Selain itu, penambang juga kesulitan menambang LTC, yang memang berarti permintaan LTC tengah meningkat,

Pergerakan Harga LTC

Litecoin
Sumber: Tradingview

Melihat pergerakan harganya, LTC terlihat terkonsolidasi dari September 2021 dan akhirnya berhasil menembus level US$220 belakangan ini. Melihat kondisi BTC yang juga sedang mencapai rekornya, momentum LTC nampaknya masih cukup solid. Berbagai prediksi analis yang memperkirakan BTC bisa menyentuh US$98.000 pada akhir tahun diramal akan mengerek harga koin lainnya.

Adapun posisi rekor LTC di tahun 2021 sampai ke level US$400. Apakah Litecoin bisa sampai ke rekor tertinggi barunya di akhir tahun nanti?

Sembari menunggu LTC rekor lagi, yuk segera borong LTC di Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img