Currently set to Index
Currently set to Follow

Anti Buntung! Hindari 5 Kesalahan Investasi Bitcoin dan Ethereum Berikut Ini!

Investasi aset kripto, seperti Bitcoin dan Ethereum, memang tengah digandrungi banyak orang. Selain karena akses mendapatkannya yang kini mudah, pesatnya kenaikan harga aset kripto menjadi daya tarik tersendiri bagi peminatnya.

Ambil contoh Bitcoin yang kini harganya sudah bertengger di US$50 ribu per keping. Siapa yang menyangka kalau dua bulan lalu harga aset kripto ini hanya dibanderol seharga US$29 ribu per keping saja.

Hanya saja, kenaikan harga bukan berarti investornya juga bisa ambil untung secara instan. Sebagai manusia, tentu saja mereka bisa melakukan kesalahan yang berujung pada kerugian. Bukannya untung, malah buntung yang didapat!

Nah, kalau kamu adalah salah satu investor yang baru merintis investasi aset kripto, berikut adalah lima tipe-tipe kesalahan yang perlu kamu hindari.

Baca juga: Mau Cuan Berinvestasi Reksadana? Hindari 9 Kesalahan Ini!

Anti Buntung! Hindari 5 Kesalahan Investasi Bitcoin dan Ethereum Berikut Ini!, Pluang

5 Kesalahan kala Investasi Aset Kripto

#1 Percaya dengan Hype

Dewasa ini, media sosial memiliki dampak yang luar biasa terhadap pergerakan harga aset kripto. Tengoklah Elon Musk. Di akhir Januari lalu ia sempat bikin harga Bitcoin naik drastis hanya karena sebuah cuitan di Twitter. Fenomena tersebut kemudian dijuluki sebagai Elon Pump.

Hanya saja, tidak semua influencer aset kripto berniat baik. Terdapat pula beberapa investor atau pencipta aset kripto yang sengaja membuat hype di media sosial agar harganya meroket.

Makanya, dalam bermedia sosial, kamu harus hati-hati dengan unggahan yang seolah-olah terlalu lebay. Misalkan, unggahan seperti “Bitcoin membuat saya menjadi kaya” atau “Harga Bitcoin akan naik!” yang kadang didasari tanpa analisis atau kalkulasi tertentu.

Sebab, hype semacam itu bukan berarti aset kripto tersebut akan menjadi investasi yang bagus dalam jangka panjang. Bisa jadi itu hanya ulah beberapa golongan yang ingin menaikkan harga aset kriptonya dengan cara membuat sensasi pasar.

Terus, saat giliran kamu membeli aset kripto yang sedang hype tersebut, para influencers aset kripto tersebut akan menjualnya dan membuat harganya anjlok. Presedennya adalah pada 2018 lalu, di mana pasar aset kripto mengalami kehancuran dan menyisakan kerugian bagi investornya hingga saat ini.

Nah, kamu pasti tidak mau terjebak di situasi seperti itu, kan?

#2 Memilih Platform Investasi yang Keliru

Investasi aset kripto kini semakin mudah untuk diakses. Tapi, kamu juga harus hati-hati dalam memilih platform investasi yang tepat. Salah satu indikatornya adalah melihat biaya transaksinya.

Kalau biaya transaksinya tinggi, artinya kamu hanya mendulang cuan kecil. Makanya, tetap perhatikan hal ini, ya!

Baca juga: Sukses dalam Semalam? Pelajari 7 Hal Ini Jika Kamu Mau Kaya!

#3 Malas Memahami Analisis Pergerakan Harga Aset Kripto

Kamu perlu ingat bahwa fluktuasi harga aset kripto itu tak menentu. Bahkan, harganya bisa langsung berubah drastis dalam hitungan detik saja.

Biasanya, investor pemula masih fokus memantau fluktuasi harga singkat ini. Mereka langsung menjual asetnya tanpa ba-bi-bu ketika harga naik, dan sebaliknya. Akhirnya, mereka pun terjebak dalam aktivitas short buying dan short selling tak berkesudahan.

Namun, sikap seperti ini justru menunjukkan ketidaksiapan mereka dalam berinvestasi aset kripto. Seorang investor yang baik tentu akan mempertimbangkan analisis teknikal dan fundamental sebelum memutuskan waktu yang tepat dalam membeli atau menjual aset kripto.

Sejarah mencatat bahwa investor aset kripto yang berhasil adalah mereka yang mau menambah pengetahuannya tentang aset kripto. Makanya, kamu juga perlu paham soal grafik harga hingga tren historis dan aspek fundamental yang menyertainya.

Kalau aktivitas ini tak kamu pedulikan, maka cuan yang dihasilkan tak akan maksimal.

Contohnya, kamu langsung jual Bitcoin buru-buru setelah melihat bahwa harganya naik ke US$50 ribu. Tapi ternyata, harganya justru naik ke US$53 ribu keesokan harinya. Akhirnya, kamu harus “kehilangan” potensi keuntungan Bitcoin sebesar US$3 ribu karena lalai memperhatikan perkembangan berita dan analisisnya.

Maka dari itu, perlu diingat bahwa seorang investor Bitcoin tidak boleh malas!

#4 Berinvestasi Pakai Emosi

Dalam berinvestasi aset kripto, kamu pasti tahu istilah HODL, FOMO, atau FUD, kan? Nah, ini merupakan gambaran bahwa investor berinvestasi menggunakan emosi.

Tapi, kalian perlu ingat bahwa seluruh kondisi tersebut diciptakan oleh segelintir orang yang ingin mengambil keuntungan dengan menciptakan kehebohan di pasar. Sebagai investor yang baik, kamu jangan panik. Gali informasi sebanyak-banyaknya tentang kepanikan pasar tersebut.

#5 Hanya Berinvestasi di Satu Aset Kripto

Kamu pasti pernah mendengar istilah “Don’t put your eggs in one basket,” kan? Nah, hal itu juga berlaku di investasi aset kripto.

Nilai satu aset kripto yang turun belum tentu terjadi di aset kripto lainnya. Makanya, kamu lebih baik juga ikut melakukan diversifikasi, ya!

Baca juga: Orang-Orang Ini Tajir Berkat Bitcoin. Siapa Saja?

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: IFF, Value Walk

Artikel Terbaru