Currently set to Index
Currently set to Follow

Langkah Menyiapkan dan Menyisihkan Dana Darurat

Memasuki masa krisis pandemi dan hadirnya berbagai berita tentang resesi tentu mengkhawatirkan bagi banyak pihak. Tak jarang, situasi ini memaksa sebagian besar orang untuk menggunakan dana darurat mereka.

Dana darurat adalah dana yang direncanakan untuk dipergunakan sewaktu-waktu ketika kita membutuhkannya.

Pos dana darurat kerap menjadi solusi untuk kebutuhan mendadak, yang bersifat emergency, dan memerlukan penanggulangan segera. Kebutuhan mendesak ini umumnya berupa musibah, seperti sakit, kecelakaan, hingga renovasi rumah.

Menyisihkan dana darurat memang semestinya adalah langkah awal dalam mengatur keuangan. Namun, rupanya tak banyak yang memahami pentingnya dana ini.

Jadi, bagaimana cara menyisihkan dana pribadi? Ketahui langkah-langkahnya, mulai dari pengertian, fungsinya, angka ideal untuk dana darurat, hingga kapan dana ini boleh digunakan.

Baca juga: Berlibur Bersama Keluarga? Pilih 3 Destinasi Pilihan yang Jadi Favoritmu

Kenapa Perlu Dana Darurat?

Tujuan mengetahui tentang dana pribadi dapat membantu mengatasi hal-hal darurat. Bedanya dengan tabungan biasa, dana ini kemungkinan besar akan terpakai. Contohnya, jika atap rumah tiba-tiba bocor, atau orang di rumah mengalami kecelakaan.

Lantas, kenapa kita perlu memisahkannya dengan tabungan atau investasi? Ini lantaran dana darurat adalah angka yang kamu perlukan sebelum bisa fokus dan mematangkan tabungan dan investasi.

Dana darurat membantu untuk mengantisipasi laju mundur dari terus-menerusnya tabungan deposito dicairkan untuk keperluan-keperluan mendesak. Semua yang perlu pembiayaan mesti menggunakan dana ini, dan buka tabungan.

Dana ini terbagi menjadi dua jenis:

Dana untuk jangka pendek

Fungsinya adalah untuk membiayai terlebih dulu kebutuhan mendesak yang berskala kecil. Contohnya: saat kamu sakit dan memerlukan asupan bergizi atau multivitamin yang tidak ditanggung asuransi atau BPJS.

Karena sifatnya membiayai skala kecil, maka jumlahnya pun juga kecil untuk jangka pendek. Umumnya, dana untuk jangka pendek ini minimal Rp 1 juta.

Dana untuk jangka panjang

Dana jenis ini berfungsi untuk membiayai jika kamu kehilangan sumber penghasilan atau ada kondisi yang menyebabkan kamu butuh biaya lebih dalam waktu panjang. Jadi, kamu masih bisa menjalani keseharian seperti biasa dengan menggunakan dana ini. Angka idealnya adalah sekitar 6 bulan pengeluaran rutin.

Angka Ideal Dana Darurat

Perihal angka ideal tentu kembali pada keadaan masing-masing individu. Berikut ini adalah hal-hal yang mempengaruhi angka ideal dana yang dibutuhkan: penghasilan rutin, pengeluaran rutin, gaya hidup, dan kondisi keuangan keluarga (kendati kamu masih lajang).

Dengan asumsi itu, maka ada dua kondisi besar dari kondisi keuangan keluarga ini, yakni:

  • Apakah kamu memiliki keluarga yang bisa membantu? Jika iya, maka yang dibutuhkan adalah dana jangka pendek sekitar 1-2 juta dan dan dana jangka panjang untuk 3 bulan pengeluaran rutin.
  • Punya keluarga yang justru kamu adalah tulang punggungnya. Bagi kamu yang mengalami ini, maka dana darurat yang dibutuhkan tentu lebih besar. Karena ini berkaitan dengan tanggung jawab ekstramu terhadap keluarga. Dana jangka pendek yang dibutuhkan sekitar 3-10 juta, sementara jangka panjangnya sekitar 6 kali pengeluaran rutin.

Baca juga: Jangan Boros dengan Dana Daruratmu, Ini 5 Strategi Aman Hadapi Krisis

Langkah mudah menyisihkan dana darurat

Jika kamu sudah menentukan kondisi finansialmu, berikut ini langkah untuk memiliki dana darurat:

Patok angka dana yang kamu butuhkan

Buatlah daftar pengeluaran rutin bulanan, coret segala aspek yang sifatnya “hiburan”, hapus poin yang sifatnya masih bisa ditunda, jumlahkan yang tersisa untuk kamu jadikan dana bulanan. Lalu, kalikan angka itu dengan bulan darurat yang kamu perkirakan.

Tentukan waktu yang ditargetkan

Dengan menentukan waktu, kamu dapat membagi angka yang harus disimpan per bulannya. Jika mengumpulkan dana darurat sudah tercapai, kamu bisa fokus pada tabungan rutin dan rencana investasimu.

Pilih metode penyimpanan dana darurat

Pastikan cara penyimpanan danamu. Apakah kamu akan memperlakukannya seperti tabungan wajib? Ataukah akan disisihkan dari proses berhemat, atau kamu sisihkan dari tambahan pendapatan?

Gunakan rekening terpisah

Buka rekening baru tanpa biaya administrasi. Beberapa bank menawarkan produk ini. Lalu, simpanlah dana darurat tersebut pada rekening tersebut. Jika sudah mencapai 10 juta, kamu bisa depositokan dengan rencana bulanan.

Setelah kamu telah mencapai dana itu, buatlah aturan bagi dirimu sendiri mengenai kapan dana tersebut boleh kamu pergunakan dan apa syaratnya.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di Google Play Store atau App Store untuk membeli emas digital dan S&P 500 index futures dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun.

Untuk produk investasi emas, kamu bisa menarik emas fisik dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999,9 mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi dalam kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS seperti Apple, Facebook, Netflix, Nike, dan lainnya.

Investasi kamu aman karena disimpan dan dijamin oleh Kliring Berjangka Indonesia (BUMN). Produk investasi di Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah berlisensi dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). Segera download Pluang dan nikmati keuntungannya!

Simak juga:

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img