Selama Libur Natal dan Tahun Baru, Tarif Jalan Tol Cikampek II Gratis

Pada libur natal dan tahun baru ini, jalan tol layang Jakarta-Cikampek atau tol Jakarta-Cikampek II Elevated sudah akan rampung. Tarif jalan tol akan dikenakan gratis menyambut Natal dan Tahun Baru.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, ruas tol layang ini akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 12 Desember 2019.

Diklaim sebagai jalan tol layang terpanjang di Indonesia, jalan tol ini kalahkan rekor Tol Wiyoto-Wiyono yang sepanjang 15 kilometer.

tarif jalan tol

Basuki mengharapkan jalan tol ini dapat segera dilintasi oleh masyarakat sebelum 20 Desember. Tarif jalan tol memang ditujukan gratis demi sambut libur natal dan tahun baru 2020, atau disebutnya sebagai Tarif Nataru.

Keberadaan tol ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan di jalan tol Jakarta-Cikampek hingga 30%. Jalan tol ini dilengkapi 8 akses jalur darurat yang terhubung ke setiap simpang susun (interchange) di jalur yang tersedia.

Delapan titik itu ada di KM 13, 17, 21, 24, 28, 31, 36, dan 38. Jalal tol ini membentang dari Cikunir hingga Karawang Barat dengan struktur melayang.

Struktur jalan tol ini mampu menahan kendaraan bertonase besar, tetapi akan tetap diberlakukan pembatasan kendaraan yang boleh melintas, yakni kendaraan golongan I dan II.

Baca juga: Tetap Cuan di Akhir Tahun dengan 7 Peluang Bisnis Ini, Minat?

Lintasi jalan tol layang terpanjang di Indonesia ini saat libur natal dan tahun baru

Tarif jalan tol yang dikenakan gratis pada saat Nataru ini tentu menarik. Kamu perlu tahu lagi beberapa kekhasan jalan tol ini supaya enggak melewatkan kesempatan emas ini.

#1 Jalan tol dibangun untuk rute jarak jauh

Membentang sepanjang 39 kilometer, jalan tol layang Jakarta-Cikampek ini merupakan jalan tol bertingkat (double decker motorway) pertama di Indonesia. Jalan tol ini ditujukan untuk memisahkan jalur komuter jarak pendek Jakarta-Bekasi-Cikarang dengan lalu lintas perjalanan jarak jauh tujuan Cirebon, Bandung, Semarang, hingga Surabaya.

#2 Ditujukan hanya untuk kendaraan pribadi

Jalan tol layang Japek II ini hanya bisa digunakan oleh kendaraan golongan I non bus dan non truk. Kendaraan golongan I ini yang dimaksud sesuai dalam aturan Badan Pengatur Jalan Tol mencakup sedan, jip, pick up/truk kecil, bus, termasuk minibus dan MVP.

Pertimbangan ini dibuat demi memperlancar lajur kendaraan di tol layang Japek. Jadi, kamu bisa rasakan berkendara dengan rute jarak jauh di saat libur natal dan tahun baru, tapi tanpa halangan yang berarti!

#3 Ada batas kecepatan dan tilang elektronik

Nah, jalan tol layang Japek II ini didesain untuk kendaraan dengan kecepatan hingga 100 kilometer per jam.

Meski begitu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi setelah berkonsultasi dengan pihak kepolisian berencana untuk mengurangi batas kecepatan jadi hanya di kisaran 60-80 kilometer per jam. Tilang elektronik akan dikenakan bagi pelanggar.

Penurunan kecepatan ini dilakukan demi meminimalisasi angka kecelakaan. Apalagi ketinggian jalan tol ini capai hingga 15 meter.

Baca juga: Sambut Natal & Tahun Baru, Ini 5 Cara Liburan Hemat Berkualitas dengan Keluarga

Tips berkendara di tol Japek saat libur natal dan tahun baru

Jalan tol Japek II atau Elevated ini sudah bisa dilintasi per 15 Desember 2019. Kalau kamu butuh berkendara ke arah Cikampek dengan kepadatan kendaraan yang “aman” sekaligus mencoba jalur tol baru ini dengan tarif gratis, ada beberapa tips yang perlu kamu siapkan.

Senior Driving Consultant dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana menyebutkan risiko kecelakaan di jalan yang belum pernah dilewati memang tergolong tinggi.

Karena itu, meski kamu sedang euforia berkendara di jalan tol baru ini, ingatlah untuk jaga emosi saat berkendara. Prinsip dasarnya adalah kamu perlu atur kecepatan kendaraan dan patuhi rambu yang berlaku.

Saat jalanan kosong, tetaplah kontrol emosi meski ada kesempatan untuk memacu kendaraan melebihi batas aturan kecepatan jalan.

Menurut Sony, apalagi karena ini jalan tol layang, maka pengendara mesti memperkirakan seberapa kuat embusan angin dan pengaruhnya pada kendaraan (handling).

Sumber: Kontan, DetikFinance, Katadata, Kontan

Simak juga:

Naik Hanya 8,51%, Ini Alasan Serikat Buruh Tolak Kenaikan Upah Buruh yang Kecil

Di Tengah Perang Dingin Teknologi AS-Tiongkok, 5G Huawei Optimis Akan Meledak di Pasar

Perbankan Terimpit Persaingan Fintech, OJK Dukung Merger Bank di Indonesia

spot_img

Artikel Terbaru

Performance Marketing Manager

0

Product Manager

0

Product & UX Researcher

0
spot_img