Artikel Cemas Terjadi Resesi Akibat Pandemi, Investor Nilai Aset Emas Paling Menjanjikan

Cemas Terjadi Resesi Akibat Pandemi, Investor Nilai Aset Emas Paling Menjanjikan

Pada situasi pandemi ini, aset yang terbilang lebih aman, termasuk emas ataupun obligasi pendapatan tetap, melambung di samping indeks utama pasar saham. Berikut ini panduan investasi untuk melihat manfaat investasi emas di masa depan.

Investasi emas yang masih bertahan di posisi menjanjikan merupakan tanda bahwa rebound pasar saham belum mengurangi kekhawatiran investor terkait ekonomi dunia yang masih tidak stabil.

investasi emas atau saham

Dengan ketidakpastian ini, tentu strategi untuk mengakuisisi manfaat investasi emas menjadi penting. Bagaimanapun, panduan investasi selama pekan-pekan terakhir ini menunjukkan emas masih mendominasi.

S&P 500 memang telah rebound hingga 24% pada bulan April, dari level terendahnya pada 23 Maret. Pada saat yang sama, emas naik ke level tertinggi dalam 7,5 tahun terakhir, membawanya ke kenaikan hingga 15% pada tahun ini.

Hingga miliaran dolar dana investasi telah mengalir ke bursa semas. Nilai suku bunga saat ini mendorong imbal hasil pada benchmark 10 tahun terakhir yang dicatatkan oleh obligasi pemerintah AS.

Sementara itu, franc Swiss dan yen Jepang telah membukukan kenaikan. Ini menunjukkan pembalikan dari situasi di pertengahan Maret.

Baca juga: Jika Kita Investasi Emas 10-20 Tahun Lalu, Berapa Ya Cuannya Hari Ini?

Manfaat Investasi Emas sebagai havens jadi pilihan saat krisis pandemi

panduan investasi

Pada awal pandemi COVID-19, sebagian besar investor menjual berbagai aset berisiko dan aman mereka untuk ditukarkan dan memperoleh uang tunai. Ini tentu sembari mempertimbangkan untuk menaruhnya di investasi emas atau saham.

Analis mencatatkan penjualan di berbagai bank terhadap aset-aset berisiko. Para investor menuntut pembayaran kembali dari bank, menggunakan portofolio saham mereka untuk jaminan membeli sekuritas lain.

Di sisi lain, investasi pada saham dan emas masih meningkat seiring pengumuman The Fed yang memangkas suku bunga mendekati nol. The Fed juga menawarkan program pinjaman dan pembelian aset.

Paket stimulus pemerintah AS sekitar USD 2 T yang disahkan oleh kongres juga telah membantu pasar kembali stabil. Meski, kerusakan ekonomi yang lebih luas masih berlangsung lantaran menyebarnya pandemi.

Beberapa analis menilai rebound simultan ini sebagai bentuk optimisme berlebihan investor. Para investor tampaknya melihat bahwa ekonomi dapat dengan cepat rebound.

Sementara, harga saham menunjukkan kemungkinan terjadinya resesi singkat dengan rebound cepat dalam laba perusahaan. Sementara keuntungan yang bisa diperoleh dari investasi emas tampak masih akan berlangsung lama.

Tony Roth, kepala bidang investasi di Wilmington Trust Investment Advisors, mengatakan perusahaan memegang posisi kurang signifikan untuk mempertahankan saham mereka.

Menurutnya, dibutuhkan waktu lebih lama dari yang diharapkan untuk memulai kembali perdagangan global. Jadi, ketika muncul distingsi antara investasi saham atau emas, manfaat investasi emas masih memegang peran sebagai havens dalam situasi krisis pandemi ini.

Baca juga: Sebelum Terjun ke Pasar Modal, Ketahui Dulu Apa Sih Saham dan Dividen Itu!

Saat badai krisis pandemi melanda, emas masih menjadi aset yang paling menjanjikan

resesi ekonomi global

“Kami melihat semakin terputusnya hubungan antara bagaimana kami mengharapkan ekonomi berkinerja dan apa yang saat ini terjadi pada saham-saham perusahaan,” ujar Roth.

Pada pengumuman Q1 pendapatan berbagai perusahaan, para investor menimbang hasil dan komentar dari bank-bank terbesar seperti JP Morgan Chase & Co. hingga Bank of America Corp.

Kedua perusahaan ini melaporkan penurunan besar dalam laba triwulanan dari tahun sebelumnya. Angka penurunan ini pun dibarengi miliaran dolar yang dikucurkan untuk menutupi potensi kerugian dari pinjaman.

Saham-saham bank kembali ke posisinya semula, dibarengi kenaikan harga obligasi yang justru mendorong perolehan lebih rendah bagi pemerintah. Sementara itu, pergerakan pasar semacam ini mendorong investor cemas untuk memilih investasi emas atau saham.

Bahkan di dalam pasar saham, banyak pihak yang mendukung perusahaan lewat gelontoran dana uang tunai yang dianggap dapat menahan laju krisis.

“Ketika kamu berada dalam situasi badai, kamu ingin berada di rumah yang kuat,” ujar Steve Chiavarone, manajer portofolio Federated Hermes.

Bagaimanapun, Steve menerangkan bahwa manfaat investasi emas sejauh ini telah memberi manfaat terbesar dalam mengatasi masa kekacauan ekonomi lantaran pandemi.

Emas berjangka pada Mei ini naik menjadi USD 1.757 per troy ounce. Ini menjadikan kenaikan dari bulan April saja mencapai hingga 11%. Jadi, ketika diajukan tawaran antara investasi emas atau saham, Steve menyebutkan bahwa emas masih menjanjikan untuk menjadi panduan investasi saat krisis kali ini.

Sumber: Wall Street Journal

Simak juga:

Mulai Investasi dengan Risiko Kecil, Sudah Coba 5 Jenis Investasi Ini Belum?

Emas atau Perak, Pilihan Investasi Logam Manakah yang Lebih Menguntungkan?

Ada Nggak Sih Pajak Penjualan Emas Batangan dan Bagaimana Perhitungannya?

Tetap Bisa Traveling Saat Kantong Tipis dengan 9 Trik Ini!

Gaji Pas-pasan? Pertimbangkan 4 Hal Ini untuk Mengambil Utang Produktif

Artikel Terbaru