Pilih Menabung atau Investasi?

Seperti yang ditulis dalam artikel sebelumnya, ada perbedaan mendasar antara menabung dengan investasi. Namun, masih banyak orang yang tidak tahu bagaimana mengimplementasikannya dalam perencanaan keuangan, baik pribadi maupun keluarga.

Sejatinya, prinsip menabung dan investasi memang jarang sekali dibicarakan dalam keluarga. Begitu juga dengan di sekolah.

Kecuali kamu merupakan anak dari investor atau bankir, rasa-rasanya kecil kemungkinan kamu diajarkan perbedaan kedua hal fundamental ini oleh orang tua kamu. Di kampus pun, kalau kamu tidak mengambil jurusan yang berkaitan dengan ekonomi, dosen tidak akan mendiskusikannya di kelas.

Padahal, di dunia nyata, terutama saat kamu mulai bekerja dan tuntutan finansial semakin tinggi, penting sekali untuk mengetahui prinsip menabung dan investasi.

Kegagalan mengetahui topik ini bisa membuat pengelolaan uang kamu tidak maksimal. Dengan kata lain, aset kamu tidak berkembang optimal.

Sudah banyak kasus orang yang kehilangan uangnya meski punya portofolio keuangan yang bagus karena tidak bisa membedakan peran tabungan dan investasi dalam perencanaan keuangan mereka. Jikalau kamu tidak mau mengalami hal itu, ada baiknya pelajari lagi perbedaan prinsip menabung dan investasi berikut ini:

Apa itu menabung?

Pada dasarnya, menabung adalah menyimpan uang tunai di mana pun tempatnya, asalkan aman. Namun yang seringkali dilupakan, ketika menabung, pastikan bahwa kamu bisa mengakses uang tunai tersebut secara mudah dan cepat.

Para perencana keuangan menyebut simpanan uang tunai ini sebagai dana darurat alias dana yang disiapkan ketika kondisi darurat terjadi. Tentu saja, ketika situasi tersebut terjadi, kamu membutuhkan dana dengan cepat. Pastikan kamu bisa memegang uang tunai tersebut dalam dua hari.

Dengan demikian, kamu bisa simpan uang kamu di rumah, dalam bentuk tabungan bank, atau instrumen lain yang proses pencairannya praktis dan cepat. Kalau simpan di rumah, ada rIsiko hilang.

Pilihan yang umum ialah tabungan di rekening bank, yang rIsiko hilangnya kecil dengan potensi bunga yang kecil pula. Namun, perlu diperhatikan juga potongan-potongan biaya yang seringkali tidak kita sadari.

Alternatif untuk menyimpan uang tunai atau dana darurat ada pada instrumen seperti deposito dan reksadana pasar uang. Namun, kamu harus pastikan juga lama dan prosedur pencairannya agar tidak membuat kamu sakit kepala saat membutuhkan uang dalam waktu mepet.

Meskipun tidak diberitakan secara massal, ada informasi bahwa banyak manajer hedge fund sesegera mungkin mencairkan dana mereka ketika muncul spekulasi krisis global pada 2008 – 2009.

Demikian halnya dengan banyak investor pada masa Great Depression di Amerika Serikat. Mereka selamat dari salah satu masa terkelam ekonomi di dunia itu karena menyimpan uang tunai, meskipun mereka tahu risiko kerugian karena uangnya tidak berkembang.

Bagaimana menginvestasikan uang?

Sampai di sini, kita sepakat bahwa semua orang harus menabung atau menyimpan dana darurat di tempat yang nyaman dan aman. Andaikan kamu mau membangun rumah finansial, anggaplah menabung sebagai tahap membuat fondasi bangunan.

Sekarang mari lanjut dengan memahami investasi. Pada intinya, investasi adalah proses menggunakan uang atau dana yang kamu miliki untuk membeli aset yang menurutmu akan berkembang secara aman dan menghasilkan bunga yang diharapkan.

Meskipun sebagai investor kamu harus menyaksikan volatilitas atau pergerakan harga yang fluktuatif dari aset tersebut. Kemudian kita beranjak pada perbedaan prinsip menabung dan investasi dalam praktek perencanaan keuangan kamu.

Pertama, jumlah tabungan atau dana darurat kamu harus bisa membiayai semua pengeluaran rutin kamu, seperti belanja kebutuhan sehari-hari, cicilan, premi asuransi, dan kebutuhan lain selama enam bulan.

Dengan demikian, kalau pun kamu kehilangan sumber pendapatan, kamu masih bisa menjalani hidup tanpa tekanan tinggi sampai mendapatkan sumber pendapatan baru.

Prinsip kedua, untuk memenuhi tujuan finansial kurang dari tiga tahun sebaiknya prioritaskan menyimpan dana segar atau likuid. Alasannya, investasi seperti saham, dalam jangka pendek sangat volatil, bahkan nilainya berpotensi rugi sampai 50% dalam setahun.

Sementara instrumen investasi lain, seperti emas atau properti, tidak likuid karena cukup sulit untuk dicairkan.

Kedua prinsip ini sangat mendasar dan seharusnya bisa dipraktekkan dalam perencanaan keuangan kamu. Karena kalau kamu berinvestasi tanpa memegang prinsip ini, risiko investasi kamu akan sangat tinggi.

Tapi jangan khawatir kalau kamu sudah kadung berinvestasi. Segera alokasikan dana darurat ini pada instrumen yang aman dan likuid. Selamat menabung dan berinvestasi!

Recent Articles

apa itu market share

Apa Itu Market Share?

faang stocks adalah

Apa Itu FAANG Stocks?

definisi regresi

Apa Itu Regresi?

wall street adalah

Apa Itu Wall Street?

volatilitas adalah

Apa Itu Volatilitas?

Related Stories