Currently set to Index
Currently set to Follow

Mengenal Cryptocurrency Ethereum

Ethereum adalah cryptocurrency yang diciptakan oleh Vitalik Buterin pada 2014 saat ia masih berusia 19 tahun. Ia mengenal cryptocurrency sejak usia 17 tahun.

Vitalik tertarik dengan potensi dari teknologi blockchain, teknologi yang menyokong bitcoin. Ketika teknologi blockchain sedang meningkat pesat, banyak proyek baru yang didasarkan pada teknologi ini.

Namun, belum ada platform yang menyediakan wadah untuk memudahkan proyek blockchain. Ethereum adalah platform teknologi blockchain yang dilihat Vitalik dapat menjawab hal tersebut.

Sejak diciptakan oleh Vitalik, harga ethereum telah naik secara signifikan dan kini memiliki kapitalisasi pasar sebesar US$ 21 M pada 12 November 2018. Angka itu adalah nilai total dari jumlah mata uang yang dikonversikan Ethereum di dunia saat ini.

Dibandingkan dengan seluruh cryptocurrency di seluruh dunia, ethereum adalah mata uang kripto yang berada di peringkat kedua dalam segi kapitalisasi pasar. Peringkat pertama adalah Bitcoin (kapitalisasi pasar US$ 111 M).

Baca juga: Apa Itu Blockchain dan Cryptocurrency?

Teknologi blockchain ethereum (The Blockchain 2.0)

Ethereum memanfaatkan teknologi blockchain yang telah ada sebelumnya. Namun, Ethereum mampu meningkatkan cara penggunaan dari teknologi tersebut secara lebih efisien dibandingkan teknologi blockchain biasa.

Oleh karena itu, teknologi yang digunakan Ethereum adalah teknologi yang jamak disebut sebagai ‘Blockchain 2.0’.

All crypto communities, ethereum included, should heed these words of warning. Need to differentiate between getting hundreds of billions of dollars of digital paper wealth sloshing around and actually achieving something meaningful for society,” ujar Vitalik melalui akun twitter-nya @VitalikButerin.

Jadi, apa yang membedakan teknologi yang digunakan Ethereum dengan teknologi Blockchain terdahulu? Ada dua fitur yang ditawarkan.

Smart contract

Blockchain yang dipakai ethereum dirancang agar transaksi hanya dapat dilakukan ketika memenuhi kondisi tertentu. Ini yang disebut dengan “smart contract”.

Contohnya, jika A membayar B dengan US$ 1 untuk melakukan pekerjaan bagi A, maka B akan mendapatkan US$ tersebut setelah ia menyelesaikan pekerjaannya sesuai dengan perjanjian. Jika B curang dan tidak melakukan pekerjaannya, maka ia tidak mendapatkan US$ 1 tersebut.

Begitu smart contract tercatat dalam blockchain, maka itu tidak dapat diubah. Karenanya, kontrak ini disebut transaksi “tanpa kepercayaan”. Kamu tidak perlu percaya pada individu di jaringan blockchain itu. Semuanya telah diatur oleh kontrak, apakah dipenuhi atau tidak. Fitur ini ditawarkan oleh ethereum sehingga menghindarkan kemungkinan kecurangan dalam jaringan.

DApp

DApp adalah singkatan dari decentralized application, atau aplikasi terdesentralisasi. Aplikasi ini tidak memiliki server sentral karena berada di jaringan blockchain.

Penggunaan DApp karena sistem yang terdesentralisasi sangat membantu berbagai sektor industri saat ini, seperti e-commerce, media sosial, fintech, dsb.

Apa itu ethereum? Ethereum adalah teknologi cryptocurrency yang selangkah lebih maju

Ethereum adalah platform blockchain yang memungkinkan pengguna membuat smart contract dan aplikasi terdesentralisasi. Pengembang terbantu menggunakan teknologi ini untuk membangun dan menjalankan proyeknya dan pengguna tidak perlu mengorbankan informasi pribadinya.

Bagaimana cara kerjanya? Sebelum membahas lebih jauh, perlu diketahui dahulu perbedaan antara ether dan ethereum. Ether adalah mata uang crypto dari Ethereum. Sementara Ethereum adalah platform berbasis blockchain yang menggunakan Ether sebagai mata uangnya.

Jika kamu ingin melakukan sesuatu pada sistem Ethereum, maka kamu perlu beberapa Ether. Ether inilah yang menggerakan sistem Ethereum dan sering disebut ‘gas”.

Setiap transaksi Ethereum adalah transaksi yang membutuhkan sejumlah “gas”. Semakin besar aktivitasnya, maka semakin besar gas yang diperlukan.

Baca juga: Bitcoinn vs Ethereum, Kamu Pilih yang Mana?

Samakah ethereum dengan bitcoin?

Ethereum dan Bitcoin barangkali bisa disamakan dalam aspek cryptocurrency. Namun, keduanya sangat berbeda. Bitcoin telah memantapkan diri sebagai cryptocurrency yang relatif stabil dan sukses hingga saat ini. Sementara, Ethereum adalah platform multiguna dengan mata uang digitalnya.

Bitcoin

  • Blockchain Bitcoin hanya digunakan sebagai transfer peer-to-peer manual uang digital
  • Kegunaan dari kripto Bitcoin berfokus pada aspek transaksi dan penyimpanan aset digital
  • Bitcoin hanya tersedia sebanyak 21 juta unit, karena itu disebut sebagai “emas digital”
  • Waktu rata-rata untuk transaksinya sekitar 10 menit atau lebih

Ethereum

  • Blockchain Ethereum digunakan untuk membangun smart contract dan DApp
  • Ether merupakan bahan bakar digital untuk smart contract bagi jaringan Ethereum
  • Tidak ada batasan jumlah Ether yang dibuat (dari proses mining). Kendati demikian, untuk sampai di jumlah 100 juta, dibutuhkan waktu yang sangat lama.
  • Waktu transaksinya memerlukan beberapa detik

Ethereum adalah kripto yang bisa diperoleh dengan menambangnya atau membelinya

Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk memperoleh ether, yakni dengan mining (menambangnya) atau membelinya.

Penambangan dilakukan untuk memverifikasi setiap transaksi jaringan blockchain. Penambang yang terverifikasi akan mendapat hadiah berupa mata uang baru. Penambangan ether disebut dengan “proof of work” (PoW) karena penambang (node) harus menunjukkan bahwa ia melakukan “pekerjaan” (memverifikasi transaksi) untuk menerima hadiah Ether.

Ethereum adalah juga kripto yang bisa diperoleh dengan cara pembelian. Ada banyak tempat membeli Ether, tapi beberapa tempat ini bisa menjadi platform terpercaya:

  • Broker/Over the Counter (OTC): tempat pertukaran koin dengan cara membeli dan menjual koin tersebut langsung dengan pihak OTC.
  • Exchange: platform perdagangan untuk menghubungkan pembeli dan penjual. Biaya pertukaran cenderung kecil dibandingkan membeli pada broker.
  • Platform peer-to-peer: platform penjualan yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk menghubungi satu sama lain secara langsung untuk proses jual-beli.

Apa saja digital wallet yang tepat untuk ethereum?

Untuk menyimpan ether, kamu membutuhkan dompet digital (digital wallet). Ether yang ada tidak meninggalkan blockchain Ethereum, karena itu tidak bisa disimpan secara fisik. Dompet Ethereum tidak akan berisi Ether, tapi akan berisi kode yang diperlukan untuk mengakses. Kode-kode ini disebut “private key”.

Ada berbagai jenis dompet digital yang bisa dipilih:

  • Web Wallets: jenis dompet digital yang menyimpan private key secara online. Beberapa yang bisa digunakan di antaranya MyEtherWallets, Coinbase, Green Address, dsb.
  • Desktop Wallets: dompet digital ini menyimpan private key di desktop (komputer atau laptop). Opsi ini menggunakan kata sandi untuk mengaksesnya. Beberapa yang bisa digunakan di antaranya Mist, Exodus, Metamask, dsb.
  • Mobile Wallets: mirip dengan desktop wallets, tapi menggunakan lebih sedikit ruang penyimpanan. Beberapa yang bisa digunakan adalah Jaxx, Coinomi, dsb.
  • Hardware Wallets: perangkat penyimpanan fisik seperti stik USB. Perangkat ini sangat sulit untuk diretas, alias sangat aman (karena bersifat offline). Namun, tentu tidak gratis, kamu perlu membeli barang fisiknya secara langsung. Beberapa yang bisa dipertimbangkan adalah Ledger Nano S, Trezor, Keekey, dsb.
  • Paper Wallets: opsi penyimpanan private key yang bersifat paling tradisional. Opsi ini terbuat dari secarik kertas dengan kode akses private key tertulis di atasnya. Paper wallets tidak bisa diretas.

Ethereum adalah teknologi revolusioner: kemajuan dunia di bawah Ethereum

Hingga saat ini, platform Ethereum berpotensi mengembangkan ratusan industri yang bergantung pada kontrol terpusat, seperti asuransi, keuangan, properti, dsb. Ethereum adalah platform yang dapat membuat aplikasi terdesentralisasi untuk berbagai layanan industri. Berikut ini beberapa DApp yang berada di jaringan Ethereum: Ethlance, Bitnation, Cryptokitties.

Dengan prospek ini, banyak ahli setuju Ethereum adalah teknologi yang bisa mengembangkan dan merevolusi berbagai sektor industri sekarang ini dengan teknologi Blockchain 2.0. Pendapat para ahli cenderung positif terhadap perkembangan teknologi ini.

Semakin banyak teknologi nyata yang terhubung ke internet setiap hari. Dengan teknologi Ethereum ini, kita dapat membayangkan sebuah dunia di mana smart contract dan DApps secara otomatis memandu transaksi dan teknologi tersebut. Blockchain dari Ethereum adalah kunci yang memungkinkan semua hal tersebut berlangsung dan merevolusi banyak sektor di dunia.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di Google Play Store atau App Store untuk membeli emas digital dan S&P 500 index futures dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun.

Untuk produk investasi emas, kamu bisa menarik emas fisik dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999,9 mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi dalam kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS seperti Apple, Facebook, Netflix, Nike, dan lainnya.

Investasi kamu aman karena disimpan dan dijamin oleh Kliring Berjangka Indonesia (BUMN). Produk investasi di Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah berlisensi dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). Segera download Pluang dan nikmati keuntungannya!

Simak juga:

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img