Currently set to Index
Currently set to Follow

Apa Saja Sih Momen FUD Terbesar di Aset Kripto? Yuk, Simak di Sini!

Harga Bitcoin lagi-lagi ambyar karena munculnya ketakutan, ketidakpastian, dan keraguan pelaku pasar atas aset kripto sejak minggu lalu. Alias, dalam istilah kerennya, pasar mengalami Fear, Uncertainty, dan Doubt (FUD).

Penyebab utama dari FUD tersebut adalah paniknya pelaku pasar atas kabar “terbaru” dari China. Beberapa kantor berita melaporkan bahwa regulator industri keuangan negara tirai bambu tersebut melarang institusi finansial dan perusahaan jasa pembayaran melayani jasa bagi transaksi kripto.

Kondisi itu kemudian diperkeruh dengan laporan reporter regional Colin ‘Wu Blockchain’ yang mengaku mendapatkan informasi terkait hasil pertemuan ke-51 Komisi Urusan Keuangan dan Ekonomi Pusat China.

Menurutnya, pertemuan itu membahas ihwal pertambangan aset kripto di China, menambahkan bahwa ada kemungkinan pemerintahan negara tirai bambu tersebut akan melarang penambangan cryptocurrency.

“Dampak dari insiden ini masih belum pasti, tetapi ada kemungkinan bahwa semua aktivitas penambangan aset kripto di China akan dilarang, dan perdagangan dapat menghadapi pukulan hebat,” tulis jurnalis China tersebut melalui Twitter.

Namun, pecinta aset kripto langsung menyadari bahwa kedua kabar tersebut (pelarangan transaksi kripto dan penambangan kripto) bukanlah kebijakan baru. Alias, lagu lama yang diputar kembali. Analis dan penggemar aset kripto mengatakan bahwa pemerintah China selalu menegaskan kedua hal tersebut sejak 2017 silam.

Sayangnya, kepanikan aset di kripto tak dapat diredam. Harga Bitcoin pun amblas dan kini bertengger di US$35.000 setelah pernyataan ini menjadi viral di seluruh platform media sosial serta sejumlah berita. Sang raja aset kripto harus “turun tahta” hanya gara-gara kabar daur ulang.

Akibatnya, tak heran jika banyak yang beranggapan bahwa penyebaran kabar tersebut adalah manifestasi dari FUD. Banyak yang menduga bahwa itu adalah “serangan” sengaja yang ingin mengambil ceruk dari aset kripto saat ini.

Apa Saja Sih Momen FUD Terbesar di Aset Kripto? Yuk, Simak di Sini!, Pluang

Baca juga: Mengapa Hanya Ada 21 Juta Bitcoin di Dunia Ini?

Apa Itu FUD?

FUD telah menjadi kata kunci yang menempel di dunia kripto. Mungkin bisa dianggap bahwa dunia kripto adalah salah satu dunia yang memiliki banyak dimensi. Ada banyak istilah yang digunakan untuk menggambarkan situasi berbeda yang mempengaruhi atau penggunanya.

FUD pada intinya adalah istilah yang berlaku untuk situasi di mana rasa takut bisa menghalangi investor dalam bertransaksi. Kondisi selama FUD mempengaruhi cara investor aset kripto melakukan perdagangan, membeli koin, atau menyimpan koin mereka. Biasanya, rasa takut ini nantinya akan tercermin dari perubahan besar dalam harga cryptocurrency.

Sumber rasa takut tersebut bisa dalam bentuk yang beragam. Namun kebanyakan, FUD tidak selalu didasarkan pada kenyataan, dan terkadang berasal dari sesuatu yang konyol.

Contohnya seperti influencer dengan banyak pengikut yang menyatakan Bitcoin sebagai bubble yang akan meledak. Kemudian basis pengikutnya ‘melahap’ ketakutan itu dan mengambil tindakan berdasarkan informasi simpang siur itu.

Nah, sepanjang sejarah cryptocurrency, ada momen-momen FUD yang telah mengubah banyak hal. Yuk simak!

Baca juga: Kapan Waktu Terbaik Transaksi Ethereum? Yuk Simak di Sini!

Momen FUD Terbesar dalam Sejarah Aset Kripto

1. China Mendukung Blockchain

Pada 2019 lalu, Presiden China Xi Jinping tiba-tiba berbicara dan mendukung teknologi blockchain. Kala itu, ia memberi tahu warganya bahwa China harus tetap menjadi yang terdepan dalam mengembangkan masa depan teknologi blockchain yang sedang berkembang.

Ucapan Xi ini bertepatan dengan turunnya harga Bitcoin setelah pelaku pasar melihat “jalan buntu” dalam tren kenaikan harga Bitcoin.

Akhirnya, para juragan aset kripto, atau dikenal dengan whales, melihat kesempatan ini sebagai momen melakukan short squeeze. Yakni, kondisi di mana mereka membeli aset dalam jumlah banyak dan memaksa short sellers menyerah melakukan short selling.

Alhasil, short sellers diliputi rasa Fear of Missing Out (FOMO) sehingga membuat harga Bitcoin terbang menuju rekor pertumbuhan harian tertinggi ketiga sepanjang sejarah.

Baca juga: Bitcoin Lagi Bearish? Simak Cara Mengenali Sinyalnya dan Bertahan Agar Cuan!

2. Peluncuran Libra oleh Facebook jadi FUD

Peluncuran Libra oleh Facebook adalah momen besar FUD lainnya untuk kripto. Ini dimulai dari desas-desus bahwa perusahaan media sosial Mark Zuckerberg ini siap untuk merilis cryptocurrency sendiri.

Segera setelah tersiar ke media, tiba-tiba ada lonjakan minat pada pasar cryptocurrency. Alasannya, karena begitu banyak orang percaya bahwa itu bisa Facebook adalah hal besar dalam adopsi arus utama.

3. Trump Bercuit Tentang Bitcoin

Setelah kontroversi yang ditimbulkan oleh Libra Facebook, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, membuat tweet tentang koin Libra, Bitcoin, dan setiap cryptocurrency lainnya.

Peristiwa ini tentu dianggap serius, mengingat kali ini yang berbicara Bitcoin adalah Presiden AS. Sayangnya, pernyataannya muncul bertepatan dengan reli kenaikan Bitcoin, memaksa harga Bitcoin melorot kembali.

4. Binance Memblokir Pengguna AS Dari Platform Unggulannya

Binance bisa dibilang sebagai bursa aset kripto terbesar di dunia. Maka, ketika diumumkan bahwa mereka akan memblokir investor yang berbasis di AS dari perdagangan di platform andalannya, FUD pun tak ayal mengambil alih pasar altcoin. Hal itu kemudian menyebabkan aksi jual besar-besaran beberapa saat setelahnya.

Bisa dibilang, peristiwa ini cukup bikin kacau pasar aset kripto. Di mana, kondisi ini berbarengan dengan banyaknya bursa terkemuka di industri aset kripto yang menutup basis pelanggan terbesar mereka tanpa penjelasan. Sebagai gantinya, Binance kemudian meluncurkan platform pertukaran AS yang masih berkembang.

Baca juga: Aturan Pajak Cryptocurrency Bisa Bikin BTC & ETH Makin Anjlok? Simak di Sini!

5. Hype dan Kegagalan Peluncuran BAKKT

Bakkt adalah platform perdagangan berjangka Bitcoin dari NASDAQ dan menjadi masalah besar bagi kancah aset kripto ketika pertama kali diumumkan pada tahun 2018.

Sebagian besar pasar kripto memperkirakan bahwa akan banyak investor institusional yang masuk dan menyundul harga Bitcoin setelah BAKKT diluncurkan. Namun, hal itu tidak terjadi karena platform itu diluncurkan saat volume perdagangan tengah buruk. Bahkan, harga Bitcoin turun hampir US$2.000 dalam satu hari pada saat hari peluncuran.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Bitcoin.com, SaTT

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img