RUU Cipta Kerja Jadi Sorotan, Kemnaker Gandeng Serikat Buruh Turut Serta

Rancangan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja sedang jadi sorotan publik. Padahal, menurut pemerintah, tujuan peraturan ini adalah demi memperkuat ekonomi Indonesia. Omnibus Law artinya “undang-undang yang menyeluruh” secara harfiah.

Kehadiran Omnibus Law didasarkan pada alasan bahwa Indonesia membutuhkan investasi dan daya saing guna menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

Demi mendukung ekosistem investasi, beberapa aturan mesti diperbaiki. Pemerintahan Jokowi pun memutuskan untuk menyatukan semua aturan terkait investasi ke dalam RUU Omnibus Law.

omnibus law artinya

Kurang lebih 79 UU dan 1.229 pasal akan terdampak Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja. Integrasi Omnibus Law artinya diperlukan demi maksimalnya proses investasi.

Pemerintah menyebutkan adanya tiga manfaat penerapan Omnibus Law, di antaranya pertama, menghilangkan tumpang tindih antara peraturan perundang-undangan.

Kedua, efisiensi proses perubahan atau pencabutan peraturan perundang-undangan. Ketiga, menghilangkan ego sektoral yang terkandung dalam berbagai peraturan perundang-undangan.

Baca juga: Diberlakukan Sistem Upah Berdasarkan Jam Kerja, Untung atau Rugi Bagi Pekerja?

Cuti hamil hingga cuti haid masih dipertahankan dalam Omnibus Law

Substansi Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja telah dibahas intensif dengan 31 kementerian/lembaga terkait, mencakup 11 klaster, yakni Penyederhanaan Perizinan, Persyaratan Investasi, hingga Ketenagakerjaan.

Selain itu, juga termasuk Kemudahan, Pemberdayaan, dan Perlindungan UMK-M, Kemudahan Berusaha, Dukungan Riset dan Inovasi, Administrasi Pemerintahan, Pengenaan Sanksi, Pengadaan Lahan, Investasi dan Proyek Pemerintah, dan Kawasan Ekonomi.

omnibus law
Sumber: Liputan 6

Terkait beberapa soal ketenagakerjaan, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah memastikan aturan terkait hak-hak pekerja sebagaimana dalam UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan akan tetap berlaku dalam UU Omnibus Law Cipta Kerja.

“Ada yang mengatakan RUU Cipta Kerja menghapus cuti hamil, melahirkan, itu enggak. UU itu tetap ada,” ujar Ida.

Menurutnya, aturan tersebut tetap berlaku dan tidak mengalami perubahan. Aturan mengenai cuti haid dan cuti hamil akan tetap diatur dalam UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Pasal 81 yang mengatur soal pekerja/buruh perempuan yang bisa memperoleh libur pada saat haid hari pertama.

Pasal 82 mengatur mekanisme cuti hamil-melahirkan bagi pekerja/buruh perempuan. Ini termasuk cuti untuk istirahat bagi buruh yang mengalami keguguran. Sementara, pasal 83 mengatur kesempatan bagi pekerja/buruh menyusui anaknya selama waktu kerja.

Dan, pasal 84 mengatur bahwa setiap pekerja/buruh yang menggunakan hak istirahat mingguan, cuti tahunan, cuti panjang, melaksanakan ibadah serta cuti hamil-melahirkan berhak mendapatkan upah penuh.

Baca juga: Bank Dunia: 115 Juta Orang Indonesia Rentan Kembali Miskin, Apa Sebabnya?

Kemnaker mengajak serikat buruh memberikan masukan Omnibus Law

omnibus law

Melalui keputusan menteri kemenko perekonomian, telah dibentuk tim untuk membahas substansi ketenagakerjaan dalam RUU Omnibus Law.

Tim akan terdiri dari pemerintah, pengusaha, dan serikat buruh. Ida menyebutkan tim akan memberikan masukan terhadap RUU Cipta Kerja dan peraturan pelaksana dari RUU tersebut.

“Jadi, kami sudah jawab itu. Tim ini sudah bertemu tiga kali dan akan terus bertemu, dengan membahas substansi, sosialisasi dan komunikasi dan ikut membangun peraturan pelaksana dari aturan itu, jadi keterlibatan itu akan kami terusi,” ujarnya, Kamis (20/2).

Menyoal banyaknya pasal yang dinilai merugikan buruh, Ida menyebutkan bahwa pemerintah telah berusaha mengakomodasi semua pihak termasuk buruh, terbukti dengan tidak adanya penghapusan atau pengurangan cuti maupun pesangon.

Ida berhadap Omnibus Law ini akan membantu terbukanya penciptaan lapangan kerja bagi 2,7 hingga 3 juta pekerja dari yang saat ini sekitar 2,5 juta pekerja.

“RUU ini berusaha semaksimal mungkin memberikan perlindungan kepada teman-teman bekerja, teman yang sedang eksis bekerja,” ujarnya.

Sumber: Oke Finance, Kontan, Kontan

Simak juga:

Dibanderol Rp1,5 Juta per Kg, Kinmemai Premium Jadi Beras Temahal di Dunia

Psst.. Ini 5 Rahasia Sukses Warren Buffett, Tokoh Investasi Paling Sukses di Dunia

Laundromat, Film Netflix yang Bongkar Pengaruh Panama Papers pada Hidup Orang Kaya

Mencoba Peruntungan di 7 Negara dengan Gaji Tertinggi di Dunia, Minat?

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img