Currently set to Index
Currently set to Follow

Penelitian Sebut Orang Kaya Tak Cari Kemewahan Dunia. Terus Cari Apa Dong?

Jika mendengar tentang “orang kaya raya”, bayangan macam apa yang muncul di benakmu?

Dari film percintaan Crazy Rich Asians hingga film remaja Richie Rich, kita menonton orang kaya versi umum: minum sampanye, bersantai di kapal pesiar mewah, tinggal di kondominium mahal, atau memamerkan teknologi mewah dan mobil super mereka.

Banyak orang memiliki citra keliru tentang orang kaya. Sayangnya, cara pandang yang salah tentang kekayaan ini adalah penghalang utama sebagian besar orang untuk menjadi lebih kaya.

Seberapa sering kita membayangkan para orang kaya itu duduk di tempat kerjanya, dan bukannya menikmati liburan atau berpesta? Ya, mungkin saja ini karena memang foto seorang pengusaha yang sedang berbicara di telepon dengan rekan bisnisnya tidak begitu menarik.

Penelitian Sebut Orang Kaya Tak Cari Kemewahan Dunia. Terus Cari Apa Dong?, Pluang

Apa yang memotivasi orang-orang superkaya itu menjadi kaya?

Namun, gambaran ini menciptakan kesalahpahaman yang meluas tentang apa yang sebenarnya memotivasi orang kaya. Padahal, faktor “mengapa” orang ingin menjadi kaya jauh lebih penting daripada pertanyaan “bagaimana” ia menjadi kaya. Padahal, “Mengapa” adalah hal-hal yang seharusnya memotivasi seseorang untuk mengejar keinginannya menjadi kaya.

Selama ini, kita mendapat kesan bahwa mengejar kemewahan adalah faktor utama orang ingin menjadi kaya. Tentu saja, beberapa orang bisa saja diilhami niatan semacam itu.

Tapi ternyata, ada banyak orang kaya raya yang juga acuh saja pada kapal pesiar mewah atau kilaunya mobil mentereng. Warren Buffett, investor terkemuka itu misalnya, tidak terlalu mendambakan membeli atau punya barang-barang mewah. Meski bergelimang harta, ia tetap memupuk gaya hidup hemat dan sederhana.

Jadi sebenarnya, apa sih yang dicari orang kaya kalau bukan surga duniawi?

Baca juga: Kamu Susah Jadi Kaya? Yuk, Ubah 7 Pola Pikir Ala Kaum Kelas Menengah Ini!

“Tetangga Milyuner Kita” yang Hidupnya Serba-Hemat

Pada pertengahan 1990-an,  dua peneliti Amerika Serikat, Thomas  J. Stanley dan William D. Danko, mengejutkan publik AS dengan terbitan buku mereka, The Millionaire Next Door. Yah, tetangga jutawan di sana, tentulah ibarat tetangga milyuner kita di negeri ini.

Buku legendaris itu berisikan hasil wawancara mereka terhadap 1.000 orang AS yang memiliki kekayaan bersih rata-rata US$3,7 juta. Setiap wawancara terdiri dari 249 pertanyaan.

Orang kaya raya yang mereka wawancarai cenderung menjawab “ya” untuk tiga pertanyaan survei dari 249 pertanyaan itu. Yakni,  “Apakah orang tuamu sangat hemat?”, “Apakah kamu hemat?”, dan “Apakah pasanganmu lebih hemat daripada kamu?”

Mereka juga menanyakan para milyuner ini tentang kebiasaan belanja mereka. Jawabannya tak kalah mencengangkan, lho.

  • 50% membayar US$399 atau kurang untuk beli setelan termahal yang pernah mereka punya
  • Sebanyak 50% tidak pernah menghabiskan lebih dari US$140 untuk sepasang sepatu
  • 50% menghabiskan tak lebih dari US$235 untuk sebuah jam tangan
  • Sebanyak 50% dari mereka tidak pernah menghabiskan lebih dari US$29.000 untuk kendaraan. Kurang dari 24% memiliki mobil baru dan kurang dari 20% menyewa mobil.

Dalam survei lain yang dilakukan 10 tahun sebelumnya, bahkan didapati lebih dari 99% responden tidak membeli atau menyewa kendaraan merek mahal berikut ini: Aston Martin, Lamborghini, Lotus, Ferrari, Rolls Royce, dan Bentley. Sebanyak 79% tidak membeli BMW, 79% tidak membeli Lexus, dan 75% tidak membeli Mercedes Benz.

Bahkan, mobil yang paling umum dikendarai orang kaya raya AS bukanlah mobil mewah. Mereka terbiasa dengan mobil Ford biasa.

Dua peneliti tersebut menemukan bahwa hidup hemat adalah hal terpenting bagi para orang kaya ini untuk membangun kekayaan mereka.

Baca juga: Mulailah Sedini Mungkin, 6 Panduan Cara Jadi Kaya Ini Akan Berarti Besar

“Bebas dan Mandiri” Lebih Penting daripada Sekadar Kemewahan

Dalam studi The Wealth Elite, wawancara mendalam dilakukan terhadap 45 orang kaya raya yang tergolong superkaya. Sebagian besarnya adalah wirausahawan mandiri dengan kekayaan bersih antara US$33 juta dan US$1 miliar. Pada skala 0 sampai 10, responden diminta menjelaskan pendapat bebas mereka tentang kata “uang”.

Poin-poin ini menjadi jawaban “mengapa” mereka ingin menjadi superkaya dan mempertahankan kekayaan mereka:

  • Rasa aman, karena “saya tidak akan mengalami masalah keuangan”
  • Bebas dan mandiri
  • Kesempatan menggunakan uang untuk hal-hal baru, misalnya untuk berinvestasi
  • Mampu membeli hal-hal yang lebih baik dalam hidup
  • Memiliki uang adalah cara meyakinkan dirimu bahwa hidupmu telah berjalan sesuai rencanamu
  • Menerima pengakuan yang lebih baik dari orang-orang di sekitar dan memiliki kesempatan bertemu orang-orang yang menarik

Sebagian besar orang kaya raya yang diwawancarai menekankan pentingnya “kebebasan dan hidup independen” bagi mereka. Tanggapan ini menunjukkan bahwa orang-orang superkaya ini memandang citra diri mereka sebagai orang yang bebas dan mandiri.

Hampir semua orang yang diwawancarai, termasuk mereka yang berusia di atas 70 tahun, mengaku tetap rutin mengerjakan apa yang mereka sukai. Mereka bahkan mencurahkan sebagian besar waktu untuk kegiatan profesionalnya. Sebagian besar juga mengaku bahwa mereka bekerja bukan karena alasan keuangan.

Bagi para orang kaya raya yang diwawancarai dalam survei ini, uang hanyalah alat yang mereka butuhkan untuk memenuhi kerja-kerja profesional mereka. Atau bahkan, untuk melakukan hal-hal yang bagi mereka penting dan menyenangkan.

Menurut pandangan mereka, dengan menjadi kaya, maka mereka akan dapat membantu lebih banyak orang lagi. Menjadi berkecukupan dengan uang juga membantu untuk mencapai target-target personal tanpa pusing memikirkan “besok mau makan apa ya”.

Dan terutama sekali, menjadi orang kaya raya akan membuat kita memiliki kualitas kehidupan yang lebih baik. Misalnya, konsumsi makanan yang lebih lezat dan bernutrisi, sekolah yang lebih bermutu, hingga kelas pesawat yang membuatmu nyaman bepergian.

Jadi, apa yang memotivasimu menjadi kaya?

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Forbes

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img