Currently set to Index
Currently set to Follow

Bikin Iri! Dua Orang India Ini Auto Kaya Raya Karena Reksadana!

M Pattabiraman dan Uma Shanker adalah dua orang kaya India yang memperoleh sebagian besar kekayaannya dari investasi reksadana.

Keduanya menceritakan pengalamannya dalam investasi reksadana dalam tulisan panjang mereka. Uma Shanker membagi kisah suksesnya untuk The Economic Times. Sementara itu, M Pattabiraman menulis kolom di web yang dikelolanya, tulisan perjalanan investasinya bisa diakses di Freefincal.

Kedua orang kaya ini mengaku bahwa kesuksesannya diperoleh dengan tidak terlampau ngoyo. Meski, mereka bersepakat bahwa saat memulainya, mereka merasa menentukan suatu keputusan besar dalam hidup.

Baik Pattabiraman dan Shanker telah mengelola aset reksadana sejak 2005-2008. Artinya, mereka memantau pertumbuhan investasinya selama 14-16 tahun terakhir.

Uma Shanker, 43 tahun, adalah seorang investor reksadana yang memulai investasinya pada 2005 dengan nominal kecil, hanya 500 rupee via SIP dalam ELSS, skema tabungan reksadana.

“Ini adalah keputusan besar karena sebelumnya aku hanya berinvestasi dengan National Saving Certificates. Semula aku takut dengan investasi lain, tapi aku memberanikan diri,” ujarnya. Karena ia tak begitu paham mengenai investasi, ia meminta Ashish Modani, penasihat dan perencana keuangan berbasis di Jaipur untuk membantunya sebagai manajer investasi reksadananya.

Sementara itu, M. Pattabiraman mengaku bahwa ia mulai berinvestasi setelah kedua orang tuanya berpulang dan ia terlilit utang yang cukup besar untuk biaya rumah sakit mereka. Sama seperti Shanker, Pattabiraman memulai investasinya di reksadana ELSS. Di sana, ia mengambil reksadana pertamanya, yakni Sundaram Tax Saver Dividend Option dan ia memulainya dengan 1.500 rupee.

Baca juga: Atur Risiko Investasi Melalui Reksadana, Ini 5 Hal Dasar yang Wajib Kamu Pahami

Uma Shanker Jadi Orang Kaya Berkat Investasi Reksadana Jangka Panjang

“Saya senang melihat investasi saya naik hari demi hari di pasar ekuitas. Saya terus membaca tentang reksadana dan khususnya tentang skema ELSS di Reliance Mutual Fund. Ini memberi saya kepercayaan diri,” ungkap Shanker.

Karena semakin percaya diri, orang kaya satu ini lantas menambahkan jumlah reksadananya pada 2008. “Aku meningkatkan jumlah investasiku setelah aku merasa aku sudah memahami hal-hal dasar seputar reksadana,” ujarnya.

Namun, rencananya tak berjalan lancar. Tahun 2008 adalah tahun yang mengguncang bagi investasi di seluruh dunia, termasuk di India. Dan Uma Shanker tidak mempersiapkan dirinya untuk kejatuhan investasi global ini.

“Aku melihat investasiku jatuh hingga 50% dan keuntungan yang telah kuperoleh lenyap begitu saja. Saat itu aku berpikir untuk menghentikan investasiku dan memulainya kembali jika semuanya sudah stabil. Ini waktu yang sangat berat buatku, tapi aku percaya dengan investasi reksadana karena sudah membaca banyak seputar itu,” ujarnya.

Lagipula, manajer investasinya meyakinkan bahwa tak seorang pun dapat memprediksikan pasar. “Kalau kamu orang kaya dengan rencana investasi jangka panjang, maka fokus dengan rencana jangka panjang itu. Goncangan jangka pendek tidak akan banyak mempengaruhimu,” ujar Ashish, manajer investasinya kala itu.

Baca juga: Mau Coba Investasi Reksadana? Ini 11 Platform Reksadana Online Terbaik di Indonesia

Lanjutkan investasi ketika pasar stabil

Ia lantas melanjutkan investasinya setelah pasar kembali stabil. Pada 2014, jumlah reksadananya yang terkumpul membuahkan hasil. Pada rentang 2008-2014, ia mulai mengajar, memotivasi lebih banyak orang untuk berinvestasi reksadana seperti dirinya demi menghadang inflasi.

“Sekitar 120-150 orang ikut investasi reksadana karena mendengar kesuksesanku. Ayahku pada 2010 bahkan berinvestasi reksadana setelah ia pensiun. Sebelumnya ia berinvestasi di FD, NSC, dan PF,” kenang Uma.

Sepanjang 14 tahun itu, baginya kunci untuk bertahan adalah dengan membayangkan dirinya sebagai investor jangka panjang. Yaitu, berupaya menginvestasikan dananya tanpa terlalu terpengaruh akan pasar.

Baca juga: Tujuh Tips Keuangan untuk Milenial

Banner Blog Pluang

Kiat Santai M. Pattabiraman dalam Mengelola Investasinya

Sama seperti Shanker, saat Pattabiraman memulai investasinya, pasar saham seluruh dunia sedang mengalami kekacauan lantaran krisis Lehmann. Lebih ekstrem lagi, bahkan orang kaya satu ini tidak memerlukan manajer investasi untuk mengelola investasi reksadananya.

Ia menjadi “direct investor” selama tiga tahun. Ketika ia ingin membeli reksadana dari Sundaram Fund, maka ia akan langsung menuju kantor mereka. Begitu juga saat ia menginginkan reksadana HDFC Fund, dan seterusnya.

Baru pada 1 Januari 2013, ia mencoba portal investasi baru dengan AMC yang memungkinkannya membeli dan menjual reksadana secara online. Secara umum, ia telah menyisihkan dananya untuk ditaruh sebagai dana investasi pada awal bulan. Sementara itu, ia juga melakukan tracing atas dana investasinya lewat dokumen excel yang ia pantau secara mandiri.

Sementara memiliki akun investasi reksadana, Pattabiraman juga secara mandiri membuat kalkulasi untuk kebutuhannya saat pensiun. Ia membuat rencana keuangan yang memproyeksikan kebutuhan-kebutuhannya di masa depan.

Pelajaran yang Pattabiraman dapat dan menjadikannya orang kaya adalah bahwa jika ingin sukses, ia tidak perlu mengamati portofolionya setiap saat dan khawatir akan itu. Ia membiarkan dananya di reksadana bertumbuh sementara ia dengan tenang melakukan hal-hal yang disukainya. Dalam tulisannya, ia bahkan membagikan 12 tips yang dapat ditempuh tiap investor untuk bersikap tenang dalam berinvestasi.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: The Economic Times, Freefincal

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img