Terima Pekerjaan Outsource Pas Lagi Nganggur? Pertimbangkan 3 Hal Ini Dulu, Ya!

Pada peringatan Hari Buruh 1 Mei beberapa tahun terakhir, jika teliti, kamu akan lihat banyak tuntutan berkenaan dengan peraturan outsourcing muncul pada papan demonstrasi. Jika bukan tuntutan regulasi, outsourcing adalah sistem kerja yang kerap dituntut untuk dihapuskan.

Perusahaan-perusahaan pada hari ini menggunakan berbagai metode merekrut pekerja untuk memenuhi kebutuhan perusahaan akan sumber daya manusia.

Beberapa metode di antaranya rekrutmen pekerja tetap, paruh waktu, freelance atau outsource (alih daya). Jenis-jenis pekerjaan tertentu lebih membutuhkan pekerja dengan metode alih daya atau outsource.

outsourcing adalah

Outsourcing adalah metode kerja yang dipandang paling efektif dan efisien. Perusahaan tinggal memenuhi peraturan outsourcing melingkupi perjanjian tentang kewajiban para pekerja.

Berikut ini penjelasan sistem kerja outsourcing dan beberapa hal yang perlu kamu ketahui mengenai sistem kerja ini.

Baca juga: Pemburu Pekerjaan Wajib Banget Tahu 7 Aplikasi Ini, Sudah Ada yang Coba?

Apa itu outsourcing dan bagaimana sistem kerjanya?

Outsourcing adalah sistem kerja yang melibatkan pihak ketiga untuk memperoleh sumber daya manusia yang dibutuhkan perusahaan. Dengan kata lain, perusahaan menjalin kerja sama dengan penyedia tenaga kerja untuk membantu menyelesaikan pekerjaan.

Peraturan outsourcing berkenaan dengan melibatkan pekerja pihak ketiga tersebut untuk menyelesaikan tugas yang telah disepakati.

Para pekerja outsourcing adalah pekerja dengan mekanisme kontrak. Jenis kontraknya terbagi menjadi 2 macam berdasarkan UU Ketenagakerjaan, yakni Perjanjian Kerja Waktu Tertentu dan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu.

Jenis kontrak ini ditentukan oleh perusahaan dengan kebutuhannya atas pekerja. Para pekerja lazimnya tidak perlu secara langsung bekerja untuk perusahaan yang merekrut.

Pekerjaan baru berjalan ketika pihak penyedia sudah memiliki kesepakatan dengan korporasi untuk memulai suatu pekerjaan.

Jenis pekerjaan yang memanfaatkan sistem kerja ini di antaranya buruh pabrik, tenaga kerja konstruksi, petugas keamanan parkir, petugas kebersihan, sopir, hingga kurir.

Baca juga: Wah! Ternyata Selain Jagoan Konten, Ini 3 Pekerjaan yang Akan ‘Laku’ di Masa Depan!

Beberapa peraturan outsourcing yang kamu perlu ketahui

Beberapa perusahaan dengan sistem kerja outsourcing di Indonesia di antaranya PT Aura Advanced Career, HITSS, Examitrasolusi, Outsource Indonesia, Suksesindo, Valdo, Vectra, dll.

Perusahaan-perusahaan outsourcing ini tentu dibutuhkan oleh perusahaan lain yang butuh penyuplai tenaga kerja dengan sistem ini.

Berikut ini hal penting seputar sistem kerja outsourcing ini yang kamu perlu tahu:

#1 Penyedia jasa tidak diperkenankan memotong pendapatan pekerjanya

Pemotongan gaji pekerja merupakan hal yang tidak seharusnya dilakukan oleh perusahaan. Karena itu, apabila dalam sistem outsourcing, perusahaan sampai melakukan hal ini, maka karyawan dapat menuntutnya.

Sebaiknya pekerja outsourcing memastikan pada kesepakatan/perjanjian antara pihak pekerja dengan perusahaan, perkara perolehan karyawan ini diperjelas.

#2 Perjanjian kerja tidak memungkinkan pekerja outsource memiliki jenjang karier

Karena umumnya pekerjaan outsourcing adalah pekerja yang bekerja dalam tempo sementara, para pekerja tidak dapat merencanakan karier jangka panjang. Durasi yang ditawarkan umumnya bervariasi, dari bulanan hingga tahunan.

Pada penetapan waktu kontrak yang singkat ini biasanya juga tidak diperjelas apakah kontrak akan diperpanjang atau tidak.

Dengan kontrak yang singkat dan tidak pasti ini, pekerja tidak mungkin meningkatkan jenjang kariernya seiring dengan peningkatan pengalamannya.

#3 Perusahaan berisiko kesulitan mengembangkan divisi dengan pekerja outsource

Outsourcing adalah pekerjaan yang sekali jadi. Untuk beberapa pekerjaan yang menggunakan tenaga alih daya ini, perusahaan akan terancam sulit untuk mengembangkan divisi tertentu.

Terutama divisi yang menjaga kualitas dan kompetensi pekerjaan bidang tersebut. Ini tentu akan berpengaruh buruk pada kinerja perusahaan dalam jangka panjang.

Begitu juga pada karyawannya. Karyawan yang direkrut dengan sistem ini tidak memperoleh kesempatan untuk meningkatkan skill dan memperoleh evaluasi atas pekerjaannya.

Jadi, rupanya ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan lagi, ya, bila ingin bekerja dengan sistem outsourcing dan peraturan outsourcing? Selamat memilah-milah pekerjaan yang sesuai, ya!

Sumber: Moneysmart, Cermati

Simak juga:

Jadi “Cewek Keren” dengan Menghapus Gaya Hidup Boros

Tujuh Langkah Mencapai Kebebasan Finansial

Pengin Bikin Start-up? Ini 5 Strategi Awal yang Harus Kamu Ketahui

Menabung Asyik dengan 5 Cara Fun Ini, yuk!

Menikah vs Beli Rumah, Mana yang Harus Didahulukan?

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img