Currently set to Index
Currently set to Follow

Parno Sama Debt Collector? Yuk, Kenalan Dulu Sama Profesi Mereka!

Urusan utang piutang menjadi diskusi yang tidak bisa dihindarkan dalam urusan finansial. Kalau telat membayar, bisa-bisa si debitur disambangi oleh pihak yang nagih utang, atau akrab disebut sebagai debt collector. Ada yang cari seribu cara untuk menghindar dari mereka, ada juga yang menghadapi mereka dengan berani.

Di satu sisi, para debt collector kerap diasosiasikan sebagai sosok yang menyeramkan dan terkesan intimidatif. Namun, kamu perlu mengetahui bahwa debt collector hanyalah sebuah profesi semata. Mereka tidak akan menyerang kamu secara personal karena mereka hanya menjalankan tugasnya saja: menagih utang.

Selain itu, penagih utang adalah bisnis yang legal. Mereka juga memiliki kode etik sendiri dalam menagih utang ke debitur, sehingga kamu tidak akan diperlakukan kasar dan tidak adil asal debitur juga bisa kooperatif. Kadang, debt collector terkesan intimidatif karena pekerjaan mereka sangat tergantung dengan kerja samamu.

Hubungan utang piutang  dan kolektor tidak melulu menyeramkan. Artikel ini memberikan alternatif pemahaman nagih utang dari sisi penagih utang, sehingga kamu tak perlu paranoid atau menghindar dari debt collector.

Baca juga: Mulailah Sedini Mungkin, 6 Panduan Cara Jadi Kaya Ini Akan Berarti Besar

Parno Sama Debt Collector? Yuk, Kenalan Dulu Sama Profesi Mereka!, Pluang

Siapakah Penagih Utang?

Debt collector yang bertugas nagih utang ini bisa bekerja secara individual. Namun, pekerja di bidang urusan utang piutang ini bisa juga bekerja dengan bergabung ke sebuah agensi, yang juga berperan sebagai perantara. Agensi ini biasanya dikenal sebagai pihak yang menerima tagihan dari semua jenis kartu kredit, medis, pinjaman mobil, pinjaman pribadi, bisnis, pinjaman mahasiswa, hingga tagihan ponsel.

Dalam pelaksanaannya, agensi penagih utang bisa dikelompokkan berdasarkan jumlah utang yang perlu ditagih. Di Amerika Serikat misalnya, ada agensi yang khusus menagih utang piutang minimal US$200 yang belum dibayarkan setelah dua tahun dari masa tenggatnya.

Kegiatan penagihan utang bisa diambil alih sebuah agen penagih utang jika kreditur aslinya, yakni pihak perbankan atau perusahaan pembiayaan, memutuskan untuk tidak menagih langsung utang tersebut. Kegiatan pengambilalihan ini biasanya dilakukan dengan sistem menjual utang ke agen penagih utang.

Untuk memudahkan transaksi utang ke agen penagihan utang, kreditur akan membuat paket-paket penawaran berdasarkan beberapa kriteria. Misalnya, catatan kredit debitur dan tingkat kegagalan penagihan utang di periode sebelumnya.

Kemudian, agen tersebut akan mengutus debt collector untuk menagih utang kepada debitur yang sudah telat membayar utang setidaknya 60 hari. Setelah itu, mereka akan mengirimkannya ke kreditur.

Mereka akan dibayar ketika utang piutang telah pulih atau dibayarkan. Setelahnya, mereka tidak akan mengganggu sang debitur. Adapun, bayaran seorang debt collector cukup beragam, berkisar antara 24% hingga 50% dari jumlah yang dikumpulkan.

Baca juga: 7 Langkah Optimal untuk Bangun Portofolio Investasi dan Neraca Keuangan

Apa yang Dilakukan oleh Penagih Utang?

Ada beberapa strategi yang dilakukan oleh penagih utang piutang. Yang pertama, debt collector biasanya menggunakan surat atau melakukan panggilan telepon untuk menghubungi nasabah yang tidak taat mengembalikan utang.

Jika kontak yang diberikan oleh kreditur asli tidak nyambung, para debt collector akan mencari tahu keberadaan nasabah lewat internet atau, kalau perlu, menggunakan detektif swasta. Mereka juga bisa melacak aset debitur, seperti rekening bank dan broker, untuk menentukan kemampuan bayar debitur.

Di Amerika Serikat, debt collector juga bisa melaporkan debitur kepada biro kredit untuk membuat mereka tertekan dan buru-buru membayar utangnya. Mengapa demikian? Sebab, debitur nantinya akan memiliki nilai kredit konsumen di biro tersebut jika catatan utangnya di biro kredit juga memburuk.

Di sisi lain, agen penagih utang piutang yang memiliki reputasi mumpuni memiliki cara penagihan yang sedikit berbeda lantaran memiliki sistematika kerja tertentu. Misalnya, agensi akan melakukan perundingan dan negosiasi dengan debitur jika memang mereka kesulitan untuk membayar kembali utang-utang tersebut.

Penagih utang juga bisa menunjuk seorang pengacara untuk mengajukan tuntutan hukum terhadap pelanggan yang menolak membayar.

Penagih utang piutang yang bereputasi tinggi bekerja dengan baik, adil, hormat, jujur, dan taat hukum. Mereka akan melakukan diskusi bahkan penangguhan kegiatan penagihan jika konsumen telah membuat permintaan tertulis dan memverifikasi utang. Biasanya, dengan pendekatan seperti demikian, debitur tidak usah lagi menghindar dari debt collector.

Jika perusahaan penagih tidak bisa memverifikasi utang dalam waktu yang sudah ditentukan, maka mereka akan berhenti menagih.

Mereka juga akan melapor kepada biro kredit bahwa barang tersebut disengketakan atau meminta barang tersebut dihapus dari laporan kredit konsumen. Agensi bereputasi tidak akan melecehkan atau memperlakukan konsumen dengan buruk.

Baca juga: Apa Itu Cost of Debt?

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Investopedia

Artikel Terbaru