Artikel Capai Kesepakatan Fase 1, Ini Kronologi Perang Dagang AS-China Selama 18 Bulan

Capai Kesepakatan Fase 1, Ini Kronologi Perang Dagang AS-China Selama 18 Bulan

Setelah perundingan selama 18 bulan, perang dagang AS vs China akhirnya masuki fase pertama penandatanganan kesepakatan pada Rabu (15/1) kemarin. Kesepakatan mengenai status perang dagang ini beri kepastian bagi pelaku pasar di tahun 2020 ini.

Penandatanganan itu dilakukan oleh Presiden AS Donald Trump dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He di Washington, Rabu (15/1) waktu AS.

Fase pertama kesepakatan yang tutup perang dagang AS vs China ini akan memutar kembali beberapa tarif impor dan mendorong pembelian produk-produk AS oleh China.

perang dagang as vs china
President Donald J. Trump joins Xi Jinping, President of the People’s Republic of China, at the start of their bilateral meeting Saturday, June 29, 2019, at the G20 Japan Summit in Osaka, Japan. ( Official White House Photo by Shealah Craighead)

Tutup perang dagang AS vs China, Trump puji perjanjian ini sebagai kemenangan bagi ekonomi AS dan kebijakan pemerintahannya. Perang dagang selama 18 bulan ini memang sempat sebabkan ketidakstabilan ekonomi global.

“Bersama-sama, kami memperbaiki kesalahan masa lalu dan memberikan masa depan keadilan ekonomi dan keamanan bagi pekerja, petani, dan keluarga Amerika,” jelas Trump dalam sambutannya di Gedung Putih.

Baca juga: Perjanjian Dagang AS-Tiongkok Fase 1, Bursa Saham Asia dan IHSG Menguat

Kronologi perang dagang AS vs China dari 2016-2018

Reuters merilis rangkuman hubungan dagang kedua negara yang baru saja menandatangani fase pertama kesepakatan dagang.

Momen-momen penting pasang surut perang dagang ini pengaruhi rekanan AS dan China secara global. Berikut ini kronologinya:

Waktu Peristiwa

Perang Dagang AS vs China 2016

28 Juni 2016
S&P 500: + 1,78%

·       Trump jabarkan rencana melawan praktik perdagangan tidak adil dari China. Ia ancam akan menerapkan tarif berdasarkan aturan nomor 201 dan 301 UU Perdagangan AS.

·    Masuknya China ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) disebut Trump memungkinkan “pencurian pekerjaan terbesar dalam sejarah”.

2017
31 Maret 2017
S&P 500: -0,23%

·       Trump tanda tangani dua perintah eksekutif, yakni panggilan penegakan tarif lebih ketat dalam kasus-kasus perdagangan anti-subsidi dan anti-dumping.

7 April 2017 S&P 500: -0.08%

·       Pada pertemuan pertama mereka di perkebunan Mar-a-Lago di Florida, Trump dan Presiden China Xi Jinping setujui rencana 100 hari untuk pembicaraan perdagangan.

19 Juli 2017 S&P 500: + 0,54%

·       Kedua belah pihak gagal sepakati langkah-langkah baru untuk mengurangi defisit AS dengan China setelah pembicaraan 100 hari.

14 Agustus 2017
S&P 500: + 1,00%

·       Trump perintahkan penyelidikan dugaan pencurian hak intelektual oleh China, yang digambarkan sebagai langkah perdagangan langsung pertamanya terhadap Beijing.

Perang Dagang AS vs China 2018

17 Januari 2018 S&P 500: + 0,94%

·       Trump, dalam wawancara dengan Reuters, mengancam “denda” besar di China atas dugaan pencurian hak kekayaan intelektual, tanpa berikan rincian.

22 Januari 2018 S&P 500: + 0,81%

·       Trump mengenakan tarif pada semua mesin cuci impor dan panel surya – bukan hanya yang dari China.

8 Maret 2018 S&P 500: + 0,45%

·       Dalam perang dagan AS vs China, Trump mengenakan tarif 25% untuk impor baja dan 10% untuk aluminium dari semua pemasok – bukan hanya China.

2 April 2018 S&P 500: -2,23%

·       China mengenakan tarif hingga 25% pada 128 produk AS.

3 April 2018
S&P 500: + 1,26%

·       Trump mengungkap rencana tarif 25% atas impor China sekitar US$ 50 miliar.

4 April 2018 S&P 500: + 1,16%

·       China merespons dengan rencana tarif pembalasan atas sekitar US$ 50 miliar impor AS.

15 Juni 2018 S&P 500: -0,10%

·       Dalam perang dagang AS vs China, Amerika Serikat menetapkan tanggal efektif 6 Juli untuk pungutan impor sebesar 25% atas barang dari China senilai US$ 34 miliar. Tiongkok merespons dengan barang dengan tarif atas barang-barang AS senilai US$ 34 miliar.

10 Juli 2018 S&P 500: + 0,35%

·       Amerika Serikat meluncurkan rencana tarif 10% atas impor China senilai US$ 200 miliar.

1 Agustus 2018
S&P 500: -0,10%

·       Trump memerintahkan Perwakilan Dagang AS (USTR) untuk menaikkan tarif impor barang dari China senilai US$ 200 miliar menjadi 25% dari yang semula diusulkan 10%.

7 Agustus 2018 S&P 500: + 0,28%

·       Amerika Serikat merilis daftar barang-barang China senilai US$ 16 miliar untuk dikenai tarif 25%. China membalas dengan bea masuk 25% atas barang-barang AS senilai U$ 16 miliar.

23 Agustus 2018 S&P 500: -0,17%

·       Tarif barang yang muncul pada daftar 7 Agustus dari Amerika Serikat dan China mulai berlaku.

7 September 2018 S&P 500: -0,22%

·       Trump mengancam tarif impor barang dari Tiongkok senilai US$ 267 miliar lebih.

24 September 2018
S&P 500: -0,35%

·       Amerika Serikat terapkan tarif impor 10% pada barang dari China senilai US$ 200 miliar. Tarif ini akan meningkat menjadi 25% pada 1 Januari 2019. China membalas dengan mengenakan tarif impor senilai US$ 60 miliar barang dari AS.

1 Desember 2018 S&P 500: + 1,09% (Senin, 3 Desember)

·       Perang dagang AS vs China memanas. Amerika Serikat dan China sepakat melakukan gencatan senjata selama 90 hari tarif baru impor. Trump setuju menunda kenaikan tarif impor pada barang-barang China senilai $ 200 miliar yang semula berlaku 1 Januari 2019 menjadi awal Maret 2019 selama pembicaraan antara kedua negara berlangsung. China setuju untuk membeli produk AS yang “sangat substansial”.

 

Baca juga: Trump Tunda Kesepakatan Dagang AS-Tiongkok hingga November 2020, Rupiah Menguat

Per Desember 2019, akan tanda tangani kesepakatan dagang, perang dagang mereda

perang dagang

Sepanjang tahun 2019, kesepakatan dagang antara AS vs China ditunggu-tunggu oleh para pelaku pasar.

Pada Desember, Pemerintah China lakukan keringanan tarif bagi produk impor dari AS, kemajuan baru dalam perang dagang mereka selama dua tahun.

China bahkan merilis daftar baru barang-barang yang dibebaskan dari tarif impor. Langkah ini diumumkan beberapa hari setelah kedua negara menyepakati kesepakatan perdagangan fase 1 akan segera ditandatangani pada 2020.

Berikut ini kronologi pada perang dagang antara AS vs China pada periode 2019-2020:

Waktu Peristiwa

Perang Dagang AS vs China 2019

24 Februari 2019 S&P 500: + 0,12% (Senin, 25 Februari)

·       Trump memperpanjang batas waktu kenaikan tarif dari 1 Maret 2019.

5 Mei 2019 S&P 500: -0,45% (Senin, 6 Mei)

·       Trump melontarkan pernyataan lewat twitter bahwa ia bermaksud untuk menaikkan tarif tarif senilai US$ 200 miliar barang-barang Cina menjadi 25% pada 10 Mei.

8 Mei 2019
S&P 500: -0,16%

·       Pemerintahan Trump memberikan pemberitahuan resmi tentang niatnya untuk menaikkan tarif impor barang dari China senilai US$ 200 miliar menjadi 25% dari 10%, efektif per 10 Mei.

18 Juni 2019 S&P 500: + 0,97%

·       Trump dan Xi Jin Ping berbicara melalui telepon, dan kedua pihak sepakat untuk menghidupkan kembali pembicaraan perdagangan jelang pertemuan yang direncanakan antara kedua pemimpin pada KTT Kelompok 20 (G20) di Jepang pada akhir Juni.

29 Juni 2019 S&P 500: + 0,77% (Senin, 1 Juli)

·       Pada pertemuan G20 di Osaka, kedua negara setuju untuk memulai kembali pembicaraan perdagangan setelah konsesi dari kedua belah pihak.

·       Trump sepakat tidak ada tarif baru dan pelonggaran pembatasan suplai untuk perusahaan telekomunikasi China Huawei Technologies.

1 Agustus 2019 S&P 500: -0,90%

·       Setelah dua hari pembicaraan perdagangan dengan sedikit kemajuan. Trump mengeluhkan China yang belum menindaklanjuti janji untuk membeli lebih banyak produk pertanian AS.

·       Ia mengumumkan mengenakan tarif 10% dari impor Cina senilai US$ 300 miliar, di samping 25% yang sudah dipungut atas barang-barang China senilai US$ 250 miliar.

·       Trump mengatakan pembicaraan antara Washington dan Beijing akan terus berlanjut meskipun ada tarif baru, dan tarif dapat ditingkatkan di atas 25% secara bertahap.

5 Agustus 2019
S&P 500: -2,98%

·       Kementerian Perdagangan China menanggapi tarif terbaru AS dengan menghentikan pembelian produk pertanian AS. Mata uang yuan China melemah melewati level 7 per dolar, membuat pasar saham turun tajam.

·       Setelah pasar AS tutup, Departemen Keuangan AS mengatakan untuk pertama kalinya sejak 1994 bahwa China memanipulasi mata uangnya, membuat dolar AS melemah tajam dan mengirim harga emas ke level tertinggi enam tahun.

6 Agustus 2019 S&P 500: + 1,3%

·       Bank sentral China, People’s Bank of China, mengatakan Beijing belum dan tidak akan menggunakan yuan untuk menanggapi friksi perdagangan menyoal perang dagang AS vs China.

·       Seorang pembantu senior Trump mengatakan pembicaraan perdagangan AS-Cina masih direncanakan di Washington pada bulan September, dan tarif terbaru masih dapat diubah jika pembicaraan berjalan baik, sebuah pesan yang membantu menenangkan pasar.

9 Agustus 2019 S&P 500: -0,66%

·       Trump mengatakan dia tidak siap untuk membuat kesepakatan dengan Beijing dan menyarankan dia dapat membatalkan pembicaraan perdagangan langsung yang dijadwalkan untuk Washington pada bulan September 2019.

·       Trump juga mengatakan AS akan terus menahan diri untuk tidak berbisnis dengan raksasa peralatan telekomunikasi China, Huawei, yang merupakan kemunduran janjinya selama pertemuan dengan Xi.

13 Agustus 2019 S&P 500: 1,5%

·       Perang dagang AS vs China masih berlanjut. Trump menunda tarif impor sekitar setengah dari daftar produk China senilai US$ 300 miliar yang diumumkan pada 1 Agustus, termasuk laptop dan ponsel, yang dijadwalkan mulai pada bulan September. Sebaliknya, tarif ini akan digeser pada 15 Desember dengan harapan mengurangi dampaknya terhadap penjualan.

23 Agustus 2019
S&P 500: -2,6%

·       China mengumumkan akan mengenakan tarif impor balasan sebesar 10% terhadap barang-barang AS senilai sekitar US$ 75 miliar, Ini sebagai tanggapan atas tarif AS yang diumumkan sebelumnya pada Agustus.

·       Trump kemudian mengumumkan akan menaikkan semua tarif impor saat ini dari 25% menjadi 30%, dan tarif impor yang dijadwalkan untuk September dan Desember 2019 naik menjadi 15%, bukan 10%.

20 September 2019 S&P 500: -0,53%

·       Pertemuan dua hari antara wakil-wakil AS dan China yang merupakan pembicaraan langsung pertama dalam hampir dua bulan, berakhir dengan pejabat Cina membatalkan kunjungan yang direncanakan ke wilayah pertanian AS atas permintaan pemerintahan Trump.

·       Pada hari yang sama, USTR mengeluarkan pengecualian tarif pada sekitar 400 produk China, dari produk kerah untuk anjing hingga papan sirkuit cetak untuk prosesor grafis komputer.

23 September 2019 S&P 500: -0,01%

·       Perusahaan-perusahaan China membeli sekitar 600.000 ton kedelai AS, memulai kembali pembelian sederhana yang dimulai awal September yang akan mencapai 3,5 juta ton pada awal Oktober 2019 atau sekitar 10% dari volume impor tahunan kedelai sebelum perang dagang meletus.

7 Oktober 2019
S&P 500: -0,46%

·       Departemen Perdagangan AS menempatkan 28 perusahaan China dalam daftar hitam. AS melarang perusahaan AS untuk menjual bahan baku ke perusahaan China tersebut, atas dugaan keterlibatan mereka dalam pelanggaran hak asasi manusia terhadap Muslim Uighur di Xinjiang.

 

China mengecam tindakan itu sebagai campur tangan dalam kedaulatan China. Pejabat China kemudian mengatakan langkah itu merusak suasana di sekitar pembicaraan perdagangan.

10 Oktober 2019 S&P 500: 0,64%

·       Delegasi tingkat tinggi dari China dan AS bertemu di Washington untuk pembicaraan dua hari.

Kesepakatan Dagang AS & China 2020

15 Januari 2020 S&P 500: 0,19%

·       Trump dan Wakil Perdana Menteri China Liu He menandatangani kesepakatan perdagangan fase pertama di Washington.

 

Sumber: Kontan, CNBC Indonesia

Simak juga:

Naik Hanya 8,51%, Ini Alasan Serikat Buruh Tolak Kenaikan Upah Buruh yang Kecil

Di Tengah Perang Dingin Teknologi AS-Tiongkok, 5G Huawei Optimis Akan Meledak di Pasar

Perbankan Terimpit Persaingan Fintech, OJK Dukung Merger Bank di Indonesia

Menyulap Hobi Menjadi Bisnis dengan 7 Trik Andalan Ini!

Perkara Saham hingga Krisis Ekonomi, Ini 7 Rekomendasi Film Terbaik Soal Keuangan

Artikel Terbaru