Bank Indonesia Siapkan Uang Tunai Rp105 T untuk Libur Natal dan Tahun Baru

Persediaan uang tunai Bank Indonesia untuk masa liburan Natal dan Tahun Baru ini dijamin aman. Dana sebesar Rp105 triliun telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan uang kartal (uang kertas dan logam).

Berdasarkan pantauan bank sentral baik di pusat maupun 46 kantor perwakilan BI yang tersebar di seluruh Indonesia, penarikan uang tunai yang dilakukan masyarakat pada akhir 2018 lalu capai hingga Rp90 triliun.

Bank Indonesia

Jadi, persediaan uang tunai oleh Bank Indonesia dengan angka Rp105 triliun akan memadai untuk momen liburan Natal dan tahun baru kali ini.

Pada 2018, BI menyiapkan Rp101,1 T sepanjang Desember 2018 untuk antisipasi lonjakan kebutuhan penarikan uang tunai masyarakat pada saat liburan Natal dan Tahun Baru.

Peningkatan kebutuhan penarikan uang tunai ini tentu berkaitan dengan kebiasaan masyarakat yang menghabiskan waktu liburannya dengan mobile.

Kebutuhan ini, misalnya, untuk memastikan dana kas tersedia, terutama pada perjalanan keluarga ke kampung halaman yang belum tentu menyediakan ATM di setiap sudut tempat yang dikunjungi.

Baca juga: Sambut Natal & Tahun Baru, Ini 5 Cara Liburan Hemat Berkualitas dengan Keluarga

Angka persediaan uang tunai Bank Indonesia yang terus naik 

Untuk bersiap menyambut Natal dan Tahun Baru, pihak Bank Indonesia memang menyiapkan strategi khusus persediaan uang tunai.

Pada 2017, mereka menyediakan dana Rp93,7 T dan ini naik pada 2018 menjadi Rp101,1 T. Kali ini, pada 2019, pihak BI kembali menaikkan jumlah persediaan menjadi Rp105 T. Ini menunjukkan bahwa dari tahun ke tahun, perekonomian Indonesia lebih baik.

Pada saat lebaran di pertengahan tahun 2019 saja, BI menyediakan hingga Rp217,1 T. Kebutuhan ini meningkat 13,5% dibandingkan pada 2018 dengan persediaan Rp191,3 T. Meski pertumbuhan ini melambat dari pertumbuhan tahun 2018 yang capai hingga 17,2%.

Dalam lima tahun terakhir, angka pertumbuhan persediaan uang tunai para periode Ramadan dan Lebaran ini terhitung jauh lebih baik.

Sementara itu, adanya kenaikan gaji aparatus sipil negara (ASN) yang berlaku per 2019 sekitar 5% dan THR agaknya memberi pengaruh pada peningkatan kebutuhan persediaan uang tunai ini.

Baca juga: Tetap Cuan di Akhir Tahun dengan 7 Peluang Bisnis Ini, Minat?

Layanan BI untuk memastikan transaksi keuangan lancar saat libur akhir tahun

Uang tunai yang disediakan oleh Bank Indonesia terdiri atas pecahan besar sebesar Rp100,7 T dan pecahan kecil sebesar Rp4,3 T.

Langkah antisipasi ini dilakukan karena BI memperkirakan lonjakan peningkatan permintaan hingga 7,2% dari tahun sebelumnya.

Bank Indonesia siapkan 1.414 titik layanan penukaran uang di seluruh Indonesia, termasuk di daerah 3T (terdepan, terluar, terpencil).

Selain layani kebutuhan uang tunai, BI persiapkan infrastruktur sistem pembayaran nontunai untuk meningkatkan kelancaran transaksi.

Demi memastikan kegiatan nontunai tetap lancar, Bank Indonesia optimalkan sistem pembayaran nontunai lewat sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) dan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI).

Pengujian terhadap infrastruktur itu juga telah dilakukan demi terselenggaranya layanan sistem pembayaran aman, lancar, dan efisien, khususnya apabila transaksi membludak pada akhir tahun. Koordinasi terus dilakukan untuk memastikan sistem pembayaran yang optimal.

Sumber: Neraca, Kontan, Kontan

Simak juga:

Mau Financially-Savvy? Dengerin 7 Podcast Spotify Keuangan Ini, yuk!

Emas atau Perak, Pilihan Investasi Logam Manakah yang Lebih Menguntungkan?

Nadiem Makarim sebagai Menteri Termuda dengan Ide Segar, Ini 5 Menteri Muda Lainnya dari Seluruh Dunia!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img