Perhatikan Ini untuk Persiapan Dana Pendidikan Anak

Persiapan dana pendidikan merupakan salah satu komponen penting dalam kehidupan. Wajar saja bila banyak orangtua menomorsatukan anggaran untuk pendidikan anaknya dibandingkan pengeluaran lainnya.

Umumnya orang tua berupaya keras untuk mengumpulkan dana yang cukup agar dapat mendaftarkan anak di sekolah terbaik.

Berikut hal-hal yang perlu dilakukan dalam persiapan dana pendidikan anak:

Survei Biaya Sekolah

Sama seperti perencanaan keuangan lainnya, perencanaan dana pendidikan harus dimulai sedini mungkin. Bahkan, sebelum anak lahir, dana pendidikan sudah bisa disiapkan. Banyak pakar perencanaan finansial yang menyarankan untuk mulai persiapan dana pendidikan, setidaknya saat anak lahir.

Pertama-tama, hitunglah perkiraan biaya yang kamu butuhkan untuk pendidikan anak, mulai TK, SD, sampai perguruan tinggi. Untuk mendapatkan angka pasti, kamu harus melakukan survei.

Caranya, dengan langsung mendatangi sekolah yang diinginkan. Kamu juga bisa mencari data lewat situs sekolah. Atau, bisa pula dengan bertanya pada orang tua lain yang sudah menyekolahkan anaknya di sana dan memiliki target persiapan dana pendidikan.

Dengan demikian, kamu punya gambaran tentang biaya pendidikan dan tidak hanya meraba-raba. Persiapan dana pendidikan pun lebih matang karena kamu tahu biaya persis yang dibutuhkan.

Kemudian kalkulasikan nilai tersebut di masa depan, dengan menghitung inflasi. Perlu diketahui, rata-rata kenaikan biaya pendidikan ialah sebesar 10% per tahun. Angka tersebut sudah memperhitungkan nilai inflasi.

Hitung Estimasi Biaya Persiapan Dana Pendidikan

Mari kita masuk ke bagian teknis. Misal, saat ini putra atau putrimu berusia dua tahun. Maka asumsinya, anak baru mulai sekolah tiga tahun mendatang. Berapa estimasi biaya pendidikan yang dibutuhkan sampai anak tamat perguruan tinggi?

Dengan hitungan kasar, biaya sekolah dari TK sampai perguruan tinggi kira-kira Rp200 juta. Namun, itu angka sebelum inflasi. Menggunakan kalkulator finansial, kamu akan mendapati angka sekitar Rp900 juta atau hampir Rp1 miliar untuk menyekolahkan anak.

Tentukan Instrumen yang Tepat

Tentu saja ini angka yang cukup besar. Biaya sebesar itu akan sulit terpenuhi bila kamu tidak merencakan keuangan dengan baik. Maka, langkah selanjutnya ialah memilih instrumen yang tepat agar jumlah dana persiapan pendidikan anak yang dibutuhkan bisa terpenuhi.

Kamu bisa menabung atau berinvestasi. Tabungan, seperti yang kita tahu, punya bunga yang rendah. Bahkan ada potensi kamu tidak bisa mengembangkan uangmu karena harus membayar biaya administrasi bank.

Pilihan lain ialah investasi. Instrumennya cukup banyak, baik deposito, reksadana, emas, saham, maupun properti. Pelajari instrumen ini dengan cermat supaya kamu bisa memilih yang terbaik dalam membiakkan dana.

Kamu harus tahu seberapa besar tingkat keuntungan atau return yang bisa kamu raih dari instrumen investasi tersebut. Jadi kamu tahu, berapa uang yang harus kamu investasukan.

Ingat juga, semakin besar potensi keuntungan, semakin besar pula risiko dari investasi tersebut. Konsultasikan hal ini dengan pakar keuangan.

Berikut yang bisa kamu hindari dalam persiapan dana pendidikan anak:
terlambat Merencanakan

Memang rasanya persiapan dana pendidikan anak ini rumit. Tapi menunda perencanaan hanya akan semakin merepotkan kamu di masa depan. Apalagi risikonya adalah anak tidak bisa masuk ke sekolah impian gara-gara kekurangan biaya. Pasti sebagai orangtua kamu tidak mau hal itu terjadi.

Mulai sekarang juga! Lakukan survei dan perhitungan. Konsultasikan rencana keuanganmu ini pada pakar yang bisa memberi saran berarti. Lakukan sebelum semuanya terlambat.

Menyisihkan Terlalu Sedikit

Sama seperti produk berkualitas lainnya, pendidikan dengan mutu tinggi membutuhkan biaya yang mahal pula. Kalau kamu sudah tahu perkiraan biaya pendidikan anak, kamu tahu berapa yang harus disisihkan per bulan untuk mencapai biaya tersebut.

Banyak orangtua menyisihkan terlalu sedikit sehingga ketika saatnya tiba untuk mendaftarkan anak ke sekolah, dana yang dimiliki tidak cukup. Hindari kesalahan ini dan sisihkan sebanyak mungkin, tentu dengan tetap memenuhi biaya hidup sehari-hari.

Salah Pilih Instrumen Investasi

Ini kesalahan yang fatal, tapi masih kerap dilakukan orang tua. Kalau kamu berambisi anak bisa masuk ke sekolah terbaik, pilihlah instrumen investasi terbaik untuk mewujudkan ambisi tersebut.

Bila ini terjadi, kamu harus bergerak cepat dan memindahkan dana yang kamu punya pada instrumen yang lebih menjanjikan.

Setelah membaca artikel ini, semoga kamu tahu apa yang harus dilakukan dalam persiapan dana pendidikan anak. Good luck!

Recent Articles

apa itu market share

Apa Itu Market Share?

faang stocks adalah

Apa Itu FAANG Stocks?

definisi regresi

Apa Itu Regresi?

wall street adalah

Apa Itu Wall Street?

volatilitas adalah

Apa Itu Volatilitas?

Related Stories