Kurang Efektif, Istilah Social Distancing Diganti Physical Distancing, Apa Bedanya?

Istilah physical distancing mulai diterapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam merujuk penjarakan fisik antarmasyarakat. Istilah virus corona dan cara menghadapinya dari WFH, karantina wilayah, lockdown, penjarakan fisik mulai mengisi keseharian.

Oleh para ahli, physical distancing sendiri dipandang sebagai jalan yang tepat untuk menghindari penyebaran virus.

Seperti yang diketahui, penyebaran COVID-19 tergolong cepat. Hingga Jumat (3/4), pasien corona di seluruh dunia tembus 1.015.403 orang dengan total kematian 53.030 orang.

physical distancing

Istilah virus corona dan strategi pemutusan rantai penularannya pun mulai menyebar di tengah masyarakat global. Paling tidak per Maret 2020, pemerintah di seluruh dunia bersepakat untuk melakukan physical distancing sesuai anjuran WHO.

Sejauh ini, Amerika Serikat tempati posisi pertama dengan total kasus positif 216.772 orang dan kematian 5.137 orang. Di Italia, kasus di angka 110.574, dengan total kematian tertinggi yakni 13.155 orang.

Di Spanyol kasus positif sebanyak 110.238 dengan kematian sebanyak 10.003. China sebagai titik awal penyebaran, justru di posisi keempat dengan 82.431 kasus dan 3.322 kematian.

Dengan perkembangan ini, tak pelak imbauan physical distancing terus dijalankan di seluruh dunia. Maskapai penerbangan bahkan membatasi atau menutup sama sekali layanannya.

Baca juga: Borong Saham “Diskon” Saat Pandemi COVID-19, Strategi Cuan Jangka Panjang

Physical distancing resmi gantikan istilah social distancing

istilah virus corona

Istilah physical distancing diperkenalkan lewat konferensi pers harian pada Jumat (20/3). Pejabat badan kesehatan global ini mengatakan bahwa jarak fisik sangat penting dilakukan untuk menghadapi pandemi COVID-19.

Menjaga jarak fisik, dengan demikian, menggantikan istilah penjarakan sosial (social distancing) yang telah dipraktikkan masyarakat.

Penggantian istilah ini lantaran langkah pembatasan jarak ini tidak diartikan secara sosial. Seseorang tidak perlu memutus hubungan dan komunikasi dengan kerabatnya.

“Saat ini, berkat teknologi yang telah maju, kita dapat tetap terhubung dengan berbagai cara tanpa benar-benar berada dalam ruangan yang sama dengan orang-orang lain secara fisik,” ujar ahli epidemiologi WHO Maria Van Kerkhove pada  Jumat (20/3).

Maria menjelaskan bahwa istilah physical distancing dipilih lantaran pihak WHO memandang bahwa orang-orang dapat tetap terhubung lewat berbagai medium, tetapi bukan secara fisik.

Penyebaran virus SARS-CoV-2 terjadi lewat tetesan batuk/bersin penderita COVID-19. Karena itu, menjaga jarak yang aman dianjurkan untuk mengurangi penularan.

WHO merekomendasikan jarak lebih dari 1 meter dari orang lain. Sementara, beberapa pakar kesehatan menyarankan jarak setidaknya 2 meter.

Berbagai penerapan physical distancing dapat ditempuh dengan meningkatkan ruang fisik antara setiap orang.

Misalnya dengan lebih banyak tinggal/berdiam di rumah, bekerja dari rumah jika mungkin, membatasi tamu yang datang, menghindari pertemuan besar atau penggunaan transportasi umum.

Baca juga: Kekayaan 10 Orang Terkaya di Dunia Ini Amblas Lantaran Covid-19, Siapa Saja Mereka?

Istilah social distance selama ini memang dianggap kurang tepat

social distance

Social distancing atau jarak sosial terdengar seperti orang-orang harus berhenti berkomunikasi satu sama lain. Sebaliknya, kita harus menjaga sebanyak mungkin komunitas yang dapat dijaga selama melakukan physical distancing atau jarak fisik,” ujar Jeremy Freese, profesor Sosiologi di Universitas Stanford, AS.

Fresse menambahkan bahwa jarak fisik diperlukan untuk melindungi kondisi fisik semua orang, dengan tetap menjaga juga kesehatan mental. Sementara, isolasi sosial tidak baik untuk kesehatan mental.

Profesor Psikologi Sosial dan Metodologi Penelitian di London School of Economics Martin W. Bauer menyambut baik perubahan WHO dalam penggunaan istilah physical distancing ini.

“Sejak awal, saya berpikir bahwa ini adalah pilihan bahasa yang kurang tepat jika berbicara tentang ‘jarak sosial’ atau social distance. Padahal, yang dimaksud sebenarnya adalah ‘jarak fisik’ atau physical distance,” ujar Bauer.

Bauer menjelaskan lebih lanjut distingsi antara kedua istilah tersebut. “Physical distancing adalah jarak geografis dari orang A ke orang B, sedangkan social distancing adalah ukuran jarak melintasi batas sosial.”

Kalau begitu, artinya, kamu menerapkan jarak fisik dengan orang lain secara jelas. Tapi, di waktu yang sama, sebisa mungkin kamu tetap terhubung dan dekat satu sama lain secara sosial.

Begitu tahu perbedaan istilah hadapi wabah virus corona yakni social distancing dan physical distancing ini, jadi tidak ragu lagi dong untuk mengontak teman-teman terdekatmu sekadar untuk berbagi cerita dan tawa?

Sumber: Kontan, CNBC Indonesia, Worldometer

Simak juga:

Psst.. Ini 5 Rahasia Sukses Warren Buffett, Tokoh Investasi Paling Sukses di Dunia

Laundromat, Film Netflix yang Bongkar Pengaruh Panama Papers pada Hidup Orang Kaya

Mencoba Peruntungan di 7 Negara dengan Gaji Tertinggi di Dunia, Minat?

Ada Nggak Sih Pajak Penjualan Emas Batangan dan Bagaimana Perhitungannya?

Berpenghasilan Lebih Besar dari Laki-laki, Ini Caranya Jadi Wanita Karier Sukses!

spot_img

Artikel Terbaru

Customer Service Officer

0

Strategy & Growth Lead

0

Senior Social Media

0

Product UX Copywriter

0

Partnerships Manager

0
spot_img