Currently set to Index
Currently set to Follow

Mengenal 5 Aset Kripto Baru Pluang: AVAX, CAKE, LUNA, XTZ, dan VET

Setelah menawarkan 34 aset kripto, Pluang kini telah menambah lima altcoin baru untuk Sobat Cuan yang terdiri dari Avalance (AVAX), Pancakeswap (CAKE), Terra (LUNA), Tezos (XTZ), and VeChain (VET). Kelima aset kripto tersebut sudah bisa kamu miliki per Kamis (28/10) ini, lho.

Katanya, tak kenal maka tak sayang. Makanya, yuk kenalan dengan lima aset kripto baru Pluang berikut!

Mengenal Aset Kripto Baru di Pluang

1. Avalanche (AVAX)

Avalanche adalah lapisan pertama blockchain yang berfungsi sebagai platform bagi aplikasi terdesentralisasi (dApps) dan modifikasi jaringan blockchain lainnya.

Teknologi satu ini digadang-gadang mau menyaingi Ethereum sebagai jaringan blockchain smart contract paling populer sejagat. Caranya adalah dengan menyediakan kapasitas transaksi yang besar, yakni sekitar 6.500 per detik, tanpa mengganggu skalabilitas transaksinya.

Teknologi Avalanche hadir untuk memecahkan tiga masalah yang umumnya terjadi di blockchain Bitcoin dan Ethereum yang terdiri dari masalah skalabilitas, tingginya biaya transaksi, dan kesulitan dalam melaksanakan fungsi desentralisasi. Untuk mengentaskan isu tersebut, Avalanche menggunakan tiga jaringan blockchain sekaligus yang terdiri dari X-Chain, C-Chain, dan P-Chain.

Selain itu, blockchain Avalanche juga menggunakan sistem algoritma konsensus tersendiri yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan komunitas kripto. Karakteristik ini berbeda dengan jaringan Bitcoin dan Ethereum, di mana seluruh node yang terdapat di jaringan tersebut wajib bertindak sebagai validator transaksi.

Avalanche merancang sistem tersebut agar transaksi berukuran jumbo bisa diproses tanpa harus merusak semangat desentralisasi di blockchain tersebut. Sebagai contoh, sebuah jaringan blockchain privat di jaringan Avalanche hanya membutuhkan persetujuan transaksi dari subnet Avalanche saja, bukan satu keseluruhan sistem blockchain.

Intinya, blockchain penyangga yang masing-masing memiliki algoritma konsensus tersendiri bisa meningkatkan efisiensi transaksi di Avalanche.

aset kripto

Informasi lanjut:

Whitepaper

Source code

2. PancakeSwap (CAKE)

PancakeSwap adalah platform Automated Market Maker (AMM), yakni sebuah aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang memungkinkan pengguna untuk tukar menukar token.

Platform yang diluncurkan September 2020 ini awalnya berfungsi sebagai medium exchange token BEP20 di atas jaringan blockchain Binance Smart Chain. Namun belakangan, pengguna bisa mendulang cuan dari PancakeSwap dengan menyediakan likuiditas melalui yield farmingTak ketinggalan, pengguna juga bisa melakukan stake token CAKE untuk mendapatkan imbal hasil yang mantap.

Pengguna juga bisa menggunakan CAKE untuk mengadu untung di lotere milik PancakeSwap.

Setiap sesi lotere PancakeSwap akan memakan waktu enam jam. Setiap tiket lotere, yang dibanderol senilai 10 CAKE, akan berisikan kombinasi acak atas empat nomor dari 1 hingga 14. Pengguna harus memiliki tiket dengan kombinasi nomor yang sama dengan the winning ticket untuk meraih jackpot senilai 50% dari total penjualan tiket lotere.

Selain itu, pengguna juga bisa menukar CAKE untuk mendapatkan token Non-Fungible Token.

aset kripto

Informasi lanjut:

Whitepaper:N/A

Source code 

3. Terra (LUNA)

Terra adalah protokol blockchain yang berfungsi sebagai motor sistem pembayaran global dengan memanfaatkan stablecoins yang nilainya ditautkan dengan uang fiat. Menurut whitepaper-nya, Terra menawarkan transaksi cepat dan murah dengan menggabungkan kestabilan nilai dan adopsi luas mata uang fiat dengan karakteristik Bitcoin yang anti-sensor.

Hingga September 2021, Terra menawarkan stablecoins yang nilainya dihubungkan dengan Dolar AS, Won Korea Selatan, Tugrik Mongolia, dan Special Drawing Rights (SDR) milik International Monetary Fund. Setelah ini, Terra berencana melebarkan sayap dengan menyediakan stablecoins bagi mata uang lainnya.

Terra juga telah membangun kemitraan dengan beberapa platform pembayaran, khususnya di kawasan Asia Pasifik. Pada Juli 2019, Terra mengumumkan kerja sama dengan Chai, sebuah aplikasi platform pembayaran Korea Selatan, sehingga seluruh transaksi menggunakan platform belanja-el di negara tersebut bisa diproses melalui blockchain Terra. Namun, setiap merchant akan dibebankan biaya sebesar 2% hingga 3% per transaksi.

Terra memiliki token native bernama LUNA. Token ini berfungsi untuk menstabilkan harga di platform stablecoins. Caranya, Terra akan memberikan insentif bagi pemilik LUNA untuk menukar LUNA dengan stablecoins dengan kurs yang menguntungkan. Hal ini dilakukan agar suplai stablecoins bisa sesuai dengan permintaannya sekaligus menjaga rasio nilai stablecoins dengan mata uang fiat menjadi 1:1.

Pengguna juga bisa memanfaatkan LUNA sebagai “surat suara” dalam menentukan tata kelola blockchain Terra. Dengan kata lain, LUNA juga berfungsi sebagai token tata kelola (governance token).

Mengenal 5 Aset Kripto Baru Pluang: AVAX, CAKE, LUNA, XTZ, dan VET, Pluang

Informasi lanjut:

Whitepaper

Source code

4. Tezos (XTZ)

Tezos adalah jaringan blockchain berbasiskan smart contract dengan bentuk yang sedikit banyak mirip dengan Ethereum. Bedanya, Tezos bertujuan untuk menyediakan infrastruktur yang lebih canggih ketimbang Ethereum, di mana blockchain Tezos bisa berevolusi dan memperbaiki diri setiap saat tanpa takut atas ancaman hard fork.

Platform open-source ini juga dikenal sebagai teknologi yang “aman, bisa diperbarui, dan tahan lama”. Platform ini juga mengklaim bahwa bahasa smart contract-nya memberikan akurasi yang tinggi sehingga bisa dimanfaatkan untuk aktivitas bernilai jumbo. Makanya, tak heran jika platform ini digunakan oleh bisnis berskala raksasa. Pada September 2020, contohnya, bank besar Perancis Societe Generale berencana menggunakan blockchain Tezos untuk mengujicobakan mata uang digital bank sentral (CBDC).

Tezos juga mengatakan pendekatan tersebut menandakan bahwa keandalan blockchain Tezos akan tetap mumpuni dalam jangka panjang, sehingga ia bisa menerima perkembangan-perkembangan terbaru di teknologi blockchain.

Tezos memiliki koin “asli” bernama XTZ. Pengguna bisa menggunakan koin ini sebagai surat suara untuk voting dalam menentukan arah pembaruan protokol Tezos ke depan. Adapun proposal pembaruan tersebut diusung oleh pengembang Tezos.

Pengguna juga bisa melakukan staking XTZ di sistem Bezos. Namun, sistem staking Tezos terbilang unik karena pengguna bisa terlibat di tata kelola blockchain tersebut melalui proses yang disebut “memanggang” (baking).

Ketika melakukan baking, pengguna akan melakukan staking sebanyak 8.000 XTZ dan diminta untuk memberikan suara terhadap segala usulan perkembangan jaringan blockchain melalui empat prosedur yang berlangsung 23 hari. Proposal upgrade yang mendulang surat suara terbanyak akan diujicobakan di testnet dalam 48 jam ke depan dan akan diimplementasikan secara penuh jika mayoritas pengguna menginginkan perubahan tersebut.

Mengenal 5 Aset Kripto Baru Pluang: AVAX, CAKE, LUNA, XTZ, dan VET, Pluang

Informasi

Whitepaper

Source code

5. VeChain (VET)

VeChain adalah platform rantai pasok berbasis blockchain. Proyek yang diluncurkan pada Juni 2016 ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem yang mampu menyelesaikan permasalahan utama manajemen rantai pasok dengan memanfaatkan sistem tata kelola yang terdistribusi beserta teknologi Internet of Things (IoT).

VeChain yang diciptakan oleh mantan CIO Louis Vuitton China Sunny Lu ini memiliki semangat awal untuk mendisrupsi model rantai pasok tradisional. Apalagi, teknologi blockchain terbilang jarang dimanfaatkan untuk sektor usaha ini dalam satu dekade belakangan.

Teknologi VeChain bisa meningkatkan efisiensi, pelacakan, dan transparansi rantai pasok. Meski demikian, pengguna tetap bisa menikmati ongkos yang murah dan kendali lebih banyak. Sehingga, model teknologi VeChain akan menarik perhatian pelaku bisnis yang ingin terhindari dari gangguan rantai pasok..

Salah satu keunikan VeChain terletak pada penggunaan dua token, yakni VET dan VTHO, untuk mengelola blockchain tersebut. Pengembang bisa mendapatkan cuan berupa ongkos transaksi dalam denominasi kedua token tersebut dan biaya jasa lainnya. Sementara itu, pengguna bisa melakukan staking dan menyediakan likuiditas ke sistem VeChain untuk mendapatkan imbalan.

Mengenal 5 Aset Kripto Baru Pluang: AVAX, CAKE, LUNA, XTZ, dan VET, Pluang

Informasi lanjut:

Whitepaper

Source code

Bagaimana Cara Membeli Lima Altcoin Tersebut di Pluang?

Aset Kripto Pluang

Tunggu apalagi, Sobat Cuan? Yuk, sikat lima aset kripto baru Pluang sekarang!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img