Harga Rumah untuk Milenial Kian Melangit, Ini Solusinya Dapatkan Rumah Idaman

Bagi generasi milenial, menjangkau hunian atau mendapatkan rumah murah ibarat hal yang mustahil. Pemerintah pun didorong untuk menghadirkan solusi rumah murah dengan mempertimbangkan kerentanan ekonomi generasi workforce baru ini.

Dengan keadaan seperti saat ini, milenial diperkirakan tidak akan mampu membeli rumah sendiri. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), diketahui bahwa hampir setengah dari 64 juta orang generasi milenial bekerja di sektor informal.

Dari data itu, 43% dari mereka hanyalah lulusan SMA dengan gaji rata-rata Rp2,1 juta per bulan. Padahal, untuk harga rumah Rp300 juta, pendapatan minimal semestinya Rp8,7 juta per bulan.

rumah murah

Melihat sulitnya milenial membeli rumah murah, pemerintah didorong untuk menemukan solusi rumah murah dengan membuat kebijakan.

Kebijakan ini diharapkan berpihak pada masyarakat tidak mampu untuk membangun rumah dengan harga terjangkau. Dalam kategori ini, termasuk juga milenial dengan ekonomi rentan.

Selama ini, pemerintah telah berupaya mengadakan program rumah murah bagi masyarakat tidak mampu.

Program pemerintah itu di antaranya dengan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan FLPP oleh Kementerian PUPR, tabungan perumahan untuk ASN dengan BP Tapera, ataupun kredit pemilikan rumah (KPR) dengan BPJS TK.

Baca juga: Miliki Rumah Idaman dengan KPR, Simak 4 Cara dan Syarat Pengajuannya

Terkait pengadaan rumah murah, intervensi kebijakan pemerintah diperlukan

solusi rumah murah

Program-program pembiayaan rumah murah oleh pemerintah ini memberi konsumen beberapa kemudahan.

Termasuk dalam hal ini adalah suku bunga rendah, uang muka ringan, angsuran terjangkau, dan jangka waktu kredit yang panjang.

Intervensi kebijakan pemerintah dalam menyediakan rumah murah ini diperlukan untuk membantu milenial.

Dwiyanti Kusumaningrum, periset LIPI, masih mengusulkan dua intervensi kebijakan yang dapat dilakukan oleh pemerintah untuk menyediakan solusi rumah murah bagi masyarakat, di antaranya dengan menekan harga tanah lebih murah dan melakukan inovasi hunian.

Ia menyatakan bahwa intervensi ini diperlukan demi mengantisipasi milenial dengan ekonomi rentan untuk juga memiliki hunian.

Sejauh ini, untuk tataran ibukota, milenial memilih perumahan Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang; Bintaro, Tangerang Selatan; dan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Akan tetapi, hanya generasi milenial bergaji tinggi saja yang mampu membeli rumah di kawasan-kawasan ini.

Karena itu, intervensi pemerintah dalam penyediaan tanah, inovasi hunian, atau penyesuaian regulasi agar milenial dengan ekonomi rentan ini bisa memiliki rumah sesuai dengan daya angsuran mereka.

Baca juga: Sudah Punya Modal Beli Rumah? Ini Syarat dan Tahap Ajukan KPR ke Bank

Sembari menunggu 2 intervensi kebijakan pemerintah, ini 2 tips memiliki rumah murah

rumah murah

Sementara menunggu pemerintah menghasilkan kebijakan yang lebih berpihak pada milenial ekonomi rentan, yuk kita pertimbangkan beberapa tips untuk memiliki rumah murah.

Jadi, jangan pesimis dulu karena harga rumah yang semakin tinggi. Berikut ini hal yang bisa kamu tempuh untuk bisa memperoleh rumah murah:

#1 Menyiapkan dana untuk mencicil KPR

Lewat perbankan, kamu bisa cicil KPR, tinggal penuhi cara mengajukan KPR dan syarat pengajuan KPR sesuai yang dikehendaki oleh bank bersangkutan.

Beberapa bank besar yang menawarkan produk KPR di antaranya KPR BRI, BTN, BCA, Mandiri, BNI, CIMB Niaga, Permata, Maybank, Bukopin, Panin, Demon, Standard Chartered, dan Bank Mega.

Kamu bisa ambil KPR dengan tenor paling panjang dan memperoleh rumah murah yang sesuai dengan kemampuan cicilanmu.

Bank umumnya tetapkan usia di atas 55 tahun sebagai batasan tidak boleh mencicil kredit.

#2 Beli apartemen pinggiran kota yang dekat akses transportasi

Jika kamu ingin punya rumah dengan harga terjangkau, tidak perlu berpatokan hunian di pusat kota. Kamu bisa temukan solusi rumah murah dengan mencari hunian di pinggiran kota.

Selain rumah, tidak ada salahnya memilih apartemen di pinggiran kota. Keuntungan apartemen di antaranya: 1) harga lebih terjangkau dibandingkan rumah tapak; 2) lokasi apartemen umumnya cukup strategis.

Kamu bisa pilih lokasi strategis yang dekat dengan transportasi publik, seperti KRL atau TransJakarta.

Beberapa pengembang dan Pemda mengembangkan TOD (transit oriented development) yang mengintegrasikan properti dengan berbagai transportasi publik yang terjangkau.

Sebelumnya, ingat lakukan survei dengan mengunjungi rumah murah ataupun apartemen murah ini agar dapat gambaran soal kebutuhanmu.

Jadi, kamu enggak takut lagi untuk mengangan-angankan memiliki rumah impianmu sendiri, kan?

Sumber: Duwitmu, Detik Finance

Simak juga:

Tujuh Langkah Mencapai Kebebasan Finansial

Niat Jadi Kolektor Lukisan Pemula? Ketahui Dulu Risiko Investasinya di Sini!

Pengin Bikin Start-up? Ini 5 Strategi Awal yang Harus Kamu Ketahui

Tetap Bisa Traveling Saat Kantong Tipis dengan 9 Trik Ini!

Menyulap Hobi Menjadi Bisnis dengan 7 Trik Andalan Ini!

Recent Articles

fixed exchange rate adalah

Apa Itu Fixed Exchange Rate?

Retained Earnings adalah

Apa Itu Retained Earnings?

Personal Finance adalah

Apa Itu Personal Finance?

contoh gantt chart

Apa Itu Gantt Chart?

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel lainnya