Saham BBRI Dibeli hingga Rp2,75 T, Ini 5 Alasan Saham Bank Diburu Investor Asing

Berdasarkan data RTI, pembelian investor asing atas saham bank Indonesia catatkan peringkat tertinggi. Dengan saham bank BBRI dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk yang paling banyak dibeli oleh asing, net buy sebesar Rp2,75 T.

Secara keseluruhan, investor asing tercatat melakukan pembelian bersih sebesar Rp6,91 T. Itu artinya, melihat berapa banyak investor asing beli saham perbankan, saham bank terkategori sebagai buruan para investor.

saham bank Indonesia

Analis sekuritas yang melihat fenomena ini umumnya menjelaskan saham bank di Indonesia memang dipandang punya performa baik. Karena itu, saham bank bisa dorong portofolio.

Tak ayal, dalam lima tahun terakhir, harga saham perbankan meningkat jelang tutup buku. Selain saham BBRI, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga terjual sebanyak Rp1,5 T.

Peringkat pembelian dilanjutkan dengan saham PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) dengan pembelian Rp2,47 T dan PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) dengan pembelian Rp1,26 T pada urutan berikutnya.

Melihat ini, prospek sektor perbankan dikatakan cukup baik seiring dengan perbankan yang memulai digitalisasi perusahaan.

Baca juga: Perbankan Terimpit Persaingan Fintech, OJK Dukung Merger Bank di Indonesia

Strategi window dressing tingkatkan nilai saham bank Indonesia di mata investor asing

Kesehatan finansial perusahaan dan portofolio bisnis jadi pertimbangan para investor sebelum menjatuhkan pilihan. Karena itu, berbagai sektor perusahaan dengan IPO biasanya berusaha menunjukkan yang terbaik di mata investor lewat strategi window dressing.

Strategi ini umumnya dilakukan dengan mempercantik laporan atau kinerja keuangan dan portofolio bisnis. Tujuannya, tentu saja untuk meyakinkan investor menanamkan modal.

Aksi beli bersih saham bank tampaknya didukung sentimen window dressing ini. Apalagi, sektor perbankan terus berusaha memajukan bisnis ini seiring dengan upaya digitalisasi dan penurunan suku bunga.

Selain itu, investor asing juga melihat potensi saham bank di Indonesia melihat AS dan China yang mencapai kesepakatan dagang. Saham dengan kapitalisasi besar, terutama bank, diburu oleh mereka.

Baca juga: Tahun 2020, Tenaga Kerja dan Gaji Karyawan Startup Diprediksi Melonjak

Sejumlah alasan saham bank diminati investor

Saham bank dan sektor perusahaan kebutuhan sehari-hari (common goods) biasanya menjadi saham buruan, apalagi jika perusahaan menunjukkan kinerja baik berdasarkan analisis teknikal maupun analisis fundamental.

Berikut ini beberapa alasan saham bank selalu menjadi incaran.

#1 Perbankan Indonesia termasuk menguntungkan

Sektor perbankan Indonesia termasuk bank-bank yang paling menguntungkan. Ini terlihat dari tingkat pengembalian atas ekuitas atau return on equity (ROE).

BBRI mampu meraih tingkat pengembalian atas ekuitas sebesar 34 persen pada 2012 dan merupakan bank dengan ROE tertinggi. Bahkan dibandingkan bank-bank global, ROE BBRI terbilang tinggi.

#2 Potensi pasar di Indonesia cukup besar

Dengan potensi pasar yang besar, tingkat penetrasi investasi di Indonesia masih tergolong kecil dibandingkan negara-negara tetangga. Ini potensi yang menjanjikan bagi investor.

Rasio pinjaman PDB di Indonesia sekitar 30 persen, dibandingkan dengan Singapura 150 persen dan Malaysia 125 persen. Karenanya, saham bank terbilang potensial bagi investor asing untuk melirik pasar Indonesia.

#3 Dari segi populasi, demografi Indonesia didominasi kelompok produktif

Dengan populasi hingga 240 juta jiwa, pertumbuhan angkatan kerja aktif dan kelas menengah terbilang sangat tinggi.

Sepanjang 2010-2020, lebih dari 50 persen penduduk Indonesia berusia di bawah 29 tahun dan lebih dari 60 persennya di bawah 39 tahun. Kelas menengah Indonesia sendiri tumbuh sekitar 7 juta per tahun atau melonjak 80 juta pada 2003 menjadi 132 juta pada 2010.

#4 Indonesia dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi

Dalam delapan tahun terakhir, perekonomian Indonesia rata-rata tumbuh sekitar 6,1-6,2 persen dan menempatkan Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia.

Ini tentu tingkatkan kinerja perbankan dan memperlihatkan saham bank potensial di Indonesia.

#5 Rating Indonesia naik ke level layak investasi

Berdasarkan Moody’s dan Fitch Rating, peringkat utang Indonesia telah berpindah ke posisi layak investasi sejak 2012. Tak heran, banyak investor asing mengejar saham bank di Indonesia.

Lagipula, Indonesia merupakan salah satu negara dengan kekuatan ekonomi besar. Berbagai lembaga riset terkemuka dunia memperkirakan Indonesia akan tempati peringkat ketujuh sebagai kekuatan ekonomi terbesar pada 2030.

Sumber: Business Insight, Katadata, CNBC Indonesia, Kontan, Kontan

Simak juga:

Naik Hanya 8,51%, Ini Alasan Serikat Buruh Tolak Kenaikan Upah Buruh yang Kecil

Di Tengah Perang Dingin Teknologi AS-Tiongkok, 5G Huawei Optimis Akan Meledak di Pasar

Perbankan Terimpit Persaingan Fintech, OJK Dukung Merger Bank di Indonesia

spot_img

Artikel Terbaru

Senior Social Media

0

Product UX Copywriter

0

Partnerships Manager

0

Business Development Manager

0

Chief Marketing Officer

0
spot_img