Mulai dari Zaman Mesir Kuno, Telusuri yuk Sejarah Emas Hingga Hari Ini!

Emas telah lama menjadi komoditas bernilai tinggi. Tapi, emas baru menjadi alat pertukaran pada 643 SM. Pada mulanya, orang mempertukarkannya dalam bentuk koin. Karena nilai dan kegunaannya sebagai alat tukar, dalam sejarah emas perubahan nilai emas ini dapat dilacak paling tidak hingga tahun 30 SM.

Emas dipandang sebagai penentu status sosial seseorang selama lebih dari sekian milenium. Dari masa Mesir Kuno hingga hadirnya Departemen Keuangan di negara-negara modern, hanya emas yang punya peran sangat berpengaruh dalam sejarah keuangan.

Dalam sejarah emas, emas jadi komoditas penting bahkan dari zaman Mesir Kuno dan ini terus berlanjut sampai ke rezimnya negara modern…

Tapi, kenapa, sih, emas segitu berpengaruh? Yuk, simak sejarah emas dari masa ke masa:

Sejarah Emas Masa Kuno

Tidak bisa diketahui dengan pasti kapan jejak mula manusia mengenal emas. Namun, beberapa bukti arkeologis mencatat bahwa bahkan manusia pertama yang bersentuhan dengan emas sudah dibuat terkagum-kagum akan logam satu ini. Lantaran emas dapat ditemukan di ladang-ladang emas seluruh dunia, berbagai teks sejarah klasik mencatat kehadiran emas ini.

Catatan pertama persentuhan emas dengan manusia adalah pada masa Mesir kuno sekitar 3.000 tahun sebelum masehi. Emas berperan penting dalam mitologi Mesir kuno dan amat dihargai oleh firaun dan pendeta kuil.

sejarah emas

Bahkan, masyarakat Mesir kuno telah membuat peta lokasi emas, yang menjelaskan lokasi ladang emas juga lokasi penyimpanan emas di berbagai kerajaan awal Mesir kuno. Namun, meski peradaban ini begitu mencintai emas, mereka tidak pernah menggunakannya sebagai alat tukar.

Dalam sejarah emas, peradaban pertama yang menggunakan emas sebagai pertukaran adalah Kerajaan Lydia, sebuah peradaban kuno yang berpusat di sebelah barat Turki.

Baca juga: Kenali Empat Jenis Emas Ini Sebelum Menabung Emas

Kekaisaran Romawi

Kaisar Augustus, yang memerintah di Romawi kuno sejak 30 SM-14 M, menentukan harga emas sekitar 45 koin untuk 1 pound. Perubahan nilai terjadi pada periode 211-217 M pada masa pemerintahan Marcus Aurelius Antoninus. Dia menetapkan nilai emas menjadi 50 koin untuk 1 pound. Ini membuat nilai emas naik.

Pada 284-305 M, Diocletian kembali meningkatkan nilai emas menjadi 60 koin untuk 1 pound. Konstatinus Agung menetapkan 70 koin emas sama dengan 1 pound pada periode 306-337 M. Mereka melakukan ini untuk membiayai perang sehingga kekuasaan dapat dipertahankan. Secara bersamaan, mereka juga meningkatkan pajak.

Kenaikan nilai emas ini juga mempengaruhi harga komoditas lainnya. Masyarakat kelas menengah tidak dapat memenuhi biaya hidupnya. Ini menjadi salah satu alasan Kekaisaran Romawi mulai runtuh.

Britania Raya

Pada 1257, Britania Raya menentukan harga per ons emas sama dengan 0,89 pound. Harga naik secara konstan 1 pound setiap abad:

  • 1351 – 1,34 pound
  • 1465 – 2,01 pound
  • 1546 – 3,02 pound
  • 1664 – 4,05 pound
  • 1717 – 4,25 pound

Pada 1800-an, sebagian besar negara mencetak alat tukar uang kertas yang nilainya ditentukan oleh nilai emas. Dalam sejarah emas, metode penentuan ini dikenal sebagai “standar emas” (gold standard). Sejak saat itu, negara-negara di dunia menyimpan cadangan emasnya untuk mendukung stabilnya nilai emas di pasar dunia. Sejarah emas dengan standar ini di Amerika Serikat baru bermula pada tahun 1900. Emas dijadikan tolak ukur alat tukar dan mata uang. Ketika itu, 100 gram emas senilai 20,67 dolar AS.

Britania Raya mempertahankan harga emas 4,25 pound per 100 gram, hingga adanya Kesepakatan Bretton-Woods. Ketika itu beberapa negara maju bersepakat untuk memperbaiki nilai alat tukar mereka dalam menghadapi laju dolar AS lantaran Amerika Serikat memiliki sebanyak 75% komoditas emas global.

Baca juga: Investasi Emas atau Saham dalam Situasi Sekarang?

Amerika Serikat

Sebelum adanya Hukum Standar Emas, Amerika Serikat menggunakan standar emas Britania Raya. Pada 1791, harga emas ditentukan 19,49 dolar AS per 100 gram. Pada 1834, angka ini meningkat hingga 20,69 dolar AS per 100 gram.

Bertahannya kedua kubu standar emas ini menyebabkan masa malaise Depresi Besar bagi Amerika Serikat. Penurunan ini terjadi pada Agustus 1929, begitu Federal Reserve menaikkan suku bunga pada 1928. Setelah pasar saham pada 1929 jatuh, banyak investor mulai menukar mata uang kertas dengan emas.

Departemen Keuangan AS khawatir apabila Amerika Serikat kehabisan emas. Kenaikan suhu bunga meningkatkan nilai dolar dan membuatnya lebih berharga daripada emas dan ini sukses pada 1931.

Suku bunga yang lebih tinggi membuat pinjaman menjadi terlalu mahal. Ini memaksa banyak perusahaan gulung tikar. Mereka menyebabkan deflasi karena membutuhkan nilai dolar lebih kuat. Perusahaan memangkas biaya demi menjaga harga tetap rendah dan kompetitif. Ini memperburuk keadaan dengan tingkat pengangguran, mengubah resesi menjadi depresi.

Rezim Pelarangan Kepemilikan Pribadi atas Emas

Pada rezimnya, Roosevelt melarang kepemilikan pribadi atas koin emas, emas batangan, dan sertifikat kepemilikan emas pada April 1933. Penduduk Amerika menjual emas mereka ke The Fed.

Pada 1934, dalam sejarah emas, Kongres AS meloloskan Undang-undang Cadangan Emas (the Gold Reserve Act). Undang-undang ini melarang kepemilikan pribadi emas di Amerika Serikat dan memungkinkan Roosevelt menaikkan harga emas menjadi 35 dolar AS per 100 gram. Ini menurunkan nilai dolar dan membantu menciptakan inflasi yang sehat.

Pada 1939, FDR meningkatkan pertahanan negara dengan pengeluaran yang ditujukan untuk Perang Dunia II. Ini mendukung pula perkembangan ekonomi dalam negeri. Negosiasi yang alot pada kesepakatan Bretton-Woods meresmikan dolar AS sebagai nilai tukar global terkuat.

Harga emas melonjak hingga 869,75 dolar AS per 100 gram selama krisis keuangan 2008. Harga satu ons emas mencapai rekor sepanjang masa, sekitar 1.895 dolar AS pada 5 September 2011, sebagai tanggapan atas kekhawatiran bahwa Amerika Serikat akan gagal membayar utangnya. Sejak itu, ekonomi AS membaik dan inflasi tetap rendah.

Sejarah Emas Kini

Selain sejarah emas di berbagai negara dengan standar emasnya, tercatat bahwa secara global emas mengalami perubahan nilai berdasarkan berbagai faktor.

Dari resesi, deflasi, depresi ekonomi, ekspansi keuangan global, perang, hingga harga saham di bursa saham menentukan perubahan nilai emas ini.

Tercatat bahwa harga emas pada 1929 senilai 20,63 dolar AS per 100 gram, pada krisis ekonomi 2008 sebesar 869,75 dolar AS per 100 gram, dan pada 2018 nilai emas telah mencapai 1.281 dolar AS per 100 gram.

Sumber: The Balance, Be Businessed

Simak juga:

Pengin Bikin Start-up? Ini 5 Strategi Awal yang Harus Kamu Ketahui

Tetap Bisa Traveling Saat Kantong Tipis dengan 9 Trik Ini!

Menyulap Hobi Menjadi Bisnis dengan 7 Trik Andalan Ini!

Mau Financially-Savvy? Dengerin 7 Podcast Spotify Keuangan Ini, yuk!

Mau Cuan Investasi Saham untuk Pemula? Intip Dulu Panduannya di Sini!

Recent Articles

Retained Earnings adalah

Apa Itu Retained Earnings?

Personal Finance adalah

Apa Itu Personal Finance?

contoh gantt chart

Apa Itu Gantt Chart?

gini index adalah

Apa Itu Gini Index?

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

Artikel lainnya