Susi Pudjiastuti Curi Hati Pengguna LINE, Jadi Tokoh Publik Paling Dikagumi

Susi Pudjiastuti dinobatkan sebagai Tokoh Publik Paling Dikagumi atau Most Admired Public Figure selama 2019 dalam acara Line Indonesia Awards 2019. Biografi dan pencapaian Susi Pudjiastuti saat menjadi Menteri Kelautan Perikanan memang terbilang cemerlang.

Selain kepada Susi, LINE memberikan penghargaan ini juga kepada (alm.) Sutopo P. Nugroho sebagai Most Admired Public Figure Special Awards.

Kedua tokoh ini dinilai berikan kontribusi positif bagi perkembangan bangsa dan menginspirasi anak muda di Indonesia, khususnya para pengguna LINE.

LINE Indonesia Awards 2019 adalah upaya apresiasi kepada berbagai pihak yang telah berikan kontribusi positif di bidang mereka masing-masing dan menginspirasi.

biografi susi pudjiastuti
Source: Wikimedia Commons

Susi Pudjiastuti peroleh penghargaan ini berdasarkan pilihan langsung para pengguna LINE yang memfavoritkannya. Biografi Susi Pudjiastuti diakui sangat menginspirasi para pengguna.

LINE Indonesia Awards 2019 adalah apresiasi bagi tokoh masyarakat, kreator lokal, perusahaan rekanan, agensi, dan media yang memberikan kontribusi positif sepanjang 2019.

Penghargaan ini diberikan kepada 29 figur dalam 7 kategori pilihan pengguna LINE dengan pemungutan suara terbuka di LINE TODAY. Pemungutan suara ini dilakukan dari 29 November hingga 8 Desember dan berhasil kumpulkan 332.897 suara.

Baca juga: Demi Nawacita, Jokowi Kembangkan Tol Laut untuk Pengembangan Daerah Terpencil

Biografi Susi Pudjiastuti, dari jadi penjual ikan hingga jadi Menteri Kelautan

Nama Susi Pudjiastuti ramai dibicarakan masyarakat Indonesia sejak didaulat jadi Menteri Kelautan dan Perikanan dalam Kabinet Kerja 2014-2019 oleh Presiden Joko Widodo.

Sebelum menjabat sebagai menteri, sosok tamatan SMP ini menyambung hidup sebagai penjual ikan di Pangandaran. Berkat kegigihannya, ia sukses jadi pengusaha perikanan dan miliki transportasi penerbangan Susi Air.

Selain terkenal nyentrik dan kontroversial, ia punya banyak pengalaman di bidang maritim dan kalangan profesional di bidang kelautan.

Lahir di Pangandaran pada 15 Januari 1965, masa kecilnya besar di keluarga berkecukupan. Ayahnya seorang saudagar sapi dan kerbau yang miliki ratusan ternak di Jawa Tengah dan diperdagangkan di Jawa Barat. Sementara kakek buyutnya adalah seorang tuan tanah.

Dengan latar belakang ini, Susi bagaimanapun sempat putus sekolah. Ia putuskan hal itu karena ingin terjun ke dunia bisnis.

Susi Pudjiastuti jual perhiasannya dan mengumpulkan modal Rp750.000 untuk jadi pengepul ikan di Pangandaran pada 1983. Bisnisnya ini berkembang dan pada 1996 ia dirikan pabrik pengolahan ikan di PT ASI Pudjiastuti Marine Product.

Produk unggulan bisnisnya adalah lobster dan ia jual dengan merek “Susi Brand”. Bisni  ini meluas dengan pasar hingga ke Asia dan Amerika Serikat. Lantaran hal ini, ia merasa memerlukan transportasi udara yang dapat cepat angkut produknya.

Baca juga: Bekraf Ditiadakan di Era Jokowi Jilid II, Apa Pengaruhnya Bagi Industri Kreatif?

Kala Susi Pudjiastuti kembangkan maskapai Susi Air

Pada 2004, Susi Pudjiastuti putuskan beli Cessna Caravan seharga Rp20 M dengan pinjaman bank. Ia dirikan PT ASI Pudjiastuti Aviation setelahnya.

Satu-satunya pesawat yang dimilikinya itu digunakan untuk angkut lobster dan ikan segar tangkapan nelayan di berbagai pantai di Indonesia ke pasar Jakarta dan Jepang.

Cessna Susi adalah pesawat pertama yang berhasil capai lokasi bencana untuk distribusikan bantuan kepada para korban di wilayah terisolasi saat terjadi bencana tsunami di Aceh dan pantai barat Sumatera pada Desember 2004.

Peristiwa tsunami ini ubah arah bisnis Susi Pudjiastuti. Saat bisnis perikanannya merosot, ia sewakan pesawatnya yang semula digunakan untuk angkut hasil laut demi misi kemanusiaan.

Selama tiga tahun, perusahaan penerbangannya semakin berkembang hingga miliki 14 pesawat. Empat pesawat di Papua, 4 pesawat di Balikpapan, dan seterusnya di Jawa dan Sumatera.

Selanjutnya, perusahaannya ini miliki hingga 32 pesawat Cessna Grand Caravan, dengan 9 pesawat Pilatus Porter, 1 pesawat Diamond Start, dan 1 pesawat Diamond Twin Star.

Kini, Susi Air miliki mengoperasikan hingga 50 pesawat dengan beragam jenisnya.

Baca juga: Inovasi Nadiem: Hapuskan UN pada 2020 & Kembangkan Platform Pendidikan ‘Merdeka Belajar’

Langkah mantap Susi Pudjiastuti di kabinet Jokowi

Kesuksesan biografi Susi Pudjiastuti ini mengantarkannya menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan dalam Kabinet Kerja Joko Widodo dan Jusuf Kalla, ditetapkan secara resmi pada 26 Oktober 2014.

Sebelum dilantik, ia lepaskan posisinya di perusahaan penerbangan Susi Air dan beberapa posisi lain, termasuk Presiden Direktur PT ASI Pudjiastuti yang bergerak di bidang perikanan.

Saat dilantik, ia memantik kontroversi lantaran gayanya yang eksentrik, dengan mengisap sebatang rokok dan miliki tato bergambar burung Phoenix, burung dalam mitologi kuno dengan filosofi “burung api abadi”.

Sosok seistimewa SusI Pudjiastuti tidak mungkin tidak menginspirasi kawan-kawan di LINE TODAY, bukan? Selamat atas penghargaan sebagai tokoh publik LINE, Bu Susi! Teruslah menginspirasi lebih banyak lagi orang!

Sumber: Kontan, Biografiku

Simak juga:

Naik Hanya 8,51%, Ini Alasan Serikat Buruh Tolak Kenaikan Upah Buruh yang Kecil

Di Tengah Perang Dingin Teknologi AS-Tiongkok, 5G Huawei Optimis Akan Meledak di Pasar

Perbankan Terimpit Persaingan Fintech, OJK Dukung Merger Bank di Indonesia

spot_img

Artikel Terbaru

Customer Service Officer

0

Strategy & Growth Lead

0

Senior Social Media

0

Product UX Copywriter

0

Partnerships Manager

0
spot_img