Currently set to Index
Currently set to Follow

Usaha Tanaman Hidroponik Menguntungkan Lho! Simak Kiat-Kiatnya di Sini!

Budidaya tanaman hidroponik sedang jadi tren saat ini, dengan peluang usaha yang memungkinkan keuntungan relatif tinggi per bulannya.

Kemunculan budidaya tanaman hidroponik memang tak pelak lantaran semakin sempitnya lahan untuk mengelola pertanian. Sementara itu, di waktu yang sama, mereka ingin menjalankan pola hidup sehat dengan konsumsi sayuran dan buah-buahan yang higienis.

Masyarakat perkotaan memilih mengelola hidroponik lantaran bisa dilakukan di halaman rumah meski dengan luas lahan yang sangat terbatas.

Cara budidayanya pun relatif mudah dan hanya mensyaratkan bibit tanaman hidroponik, media, peralatan, sayuran dan buah-buahan hidroponik. Sistem hidroponik tidak menggunakan media tanam konvensional (tanah), karenanya dapat menekan hama dan penyakit yang berasal dari tanah. Jadi, pengelolaan hidroponik tidak membutuhkan pestisida. Dengan produk yang lebih higienis, harganya pun tidak mahal.

Belakangan ini, kebutuhan sedang tinggi untuk budidaya hidroponik bagi jenis tanaman tomat, selada, kol, timun, dan cabai. Begitu pula permintaan akan caisin, bayam, dan kangkung.

Sebagian besar pelaku bisnis tanaman hidroponik dapat menjual 300-700 produk per bulannya. Pembeli dapat berasal dari Makassar, Banjarmasin, Bali, Surabaya, dan Jakarta dengan omzet per bulan mencapai Rp50 juta. Dengan omzet sebesar ini, modalnya pun tidak begitu besar, lho.

Baca juga: Tertarik Buka Usaha Ikan Cupang? Simak Dulu Jenis dan Harga Ikan Cupang Ini!

Usaha Tanaman Hidroponik Menguntungkan Lho! Simak Kiat-Kiatnya di Sini!, Pluang

Modal Minim, Kelola Budidaya Tanaman Hidroponik

Mulai banyak orang kini menggeluti usaha budidaya tanaman hidroponik. Seorang praktisi hidroponik yang kini mengelola Hanifarm, Ginanjar Tamimi, mengungkapkan modal budaya hidroponik yang tergantung pada model yang diinginkan. Biasanya, model akan menyesuaikan dengan luas lahan.

Semakin tinggi atau banyak tingkat yang dikehendaki dari hidroponik, maka biayanya tentu semakin mahal karena tergantung pada jumlah pipa PVC yang digunakan. Kisaran jenis ini bisa mencapai Rp1 juta hingga Rp1,5 juta. Banyak pula instalasi tanaman hidroponik yang dijual di bawah harga Rp1 juta.

Sementara itu, pebisnis yang merasa sudah memiliki pengalaman cukup dan ingin memperbesar usahanya, yakni dengan menambah jumlah pegawai dan memiliki green house, bisa jadi merogoh kocek hingga Rp200 juta sampai Rp1 miliar.

Meski demikian, yang standar adalah budidaya hidroponik dengan media tanam dengan pipa 2,5 tipe D, panjang 100 cm, lebar 50 cm, tinggi 90 cm, serta jumlah lubang 44 dibanderol dengan harga Rp1,1 juta.

Prosedur pengelolaan tanaman hidroponik adalah dengan pertama-tama membuat bibit di rockwool, lantas setelah berusia 25-30 hari, barulah bibit dapat dipindahkan ke netpot dan dibesarkan di lubang tanam pada instalasi hidroponik.

Selanjutnya, tinggal diisikan nutrisi AB mix di tandon. Lantas, tinggal hidupkan pompa sehingga nutrisi mengalir di pipa-pipa. Sehabis itu, pengelola mesti menjaga ketersediaan air atau larutan nutrisi, memastikan agar mencukupi kebutuhan asupan tanaman.

Selain itu, pengelola budidaya tanaman hidroponik perlu menjaga nutrisi tumbuhan agar tetap jalan dan panen jika sudah waktunya. Panen bisa dilakukan bertahap sesuai jenis tanaman.

Berbagai jenis sayuran yang bisa dibudidayakan dengan jalan ini di antaranya sayuran daun seperti kangkung, bayam, pakcoy, selada, seledri. Juga sayuran berbuah seperti cabe, tomat, terung, dan timun. Masing-masing tanaman hidroponik ini memiliki perbedaan waktu panen.

Sayuran daun membutuhkan waktu 25 hingga 30 hari untuk panen, sementara sayuran buah membutuhkan 45 hari atau lebih.

Baca juga: Mau Jadi Plant Daddy dan Plant Mom? Beli Tanaman Hias dengan Perawatan Mudah Ini!

Kiat Sukses Kelola Hidroponik

Pengin sukses dengan merintis usaha budidaya tanaman hidroponik? Berikut ini langkah-langkah yang dapat kamu tempuh:

1. Mulai dengan Peralatan Sederhana

Kamu dapat memanfaatkan benda-benda sederhana di sekitarmu, seperti misalnya menggunakan limbah botol, baskom nasi, styrofoam bekas makanan untuk dieksplorasi menjadi medium tanam.

Jika kamu sudah merasa nyaman dengan peralatan sederhana ini, dan ingin lebih serius, barulah coba untuk membeli peralatan yang disediakan di pasaran. Bisa dimulai dari membeli “starter kit” hidroponik sederhana, dan meningkatkan standarnya seiring waktu.

2. Ikuti Forum tentang Budidaya Hidroponik

Memperkaya wawasan tentang budidaya tanaman hidroponik tentu bakal menyemangatimu juga. Selain menjadi rekan berbagi informasi, kamu juga bisa melihat pengalaman mereka mengatasi berbagai persoalan mengelola usaha ini.

3. Pilihlah Tanaman yang Mudah Dirawat

Jangan memulai dari tanaman yang sulit dan kamu tidak ketahui bagaimana perawatannya. Kamu mungkin bisa memulai dari tanaman sawi? Sawi adalah salah satu tanaman sayur yang perawatannya tidak terlalu sulit.

4. Tanamlah di Area dengan Paparan Sinar Matahari Langsung

Tanaman hidroponik membutuhkan area yang mendapatkan sinar matahari secara langsung, dan paling tidak paparan sinarnya selama tiga jam penuh.

5. Pastikan Tanaman Steril

Umumnya, banyak orang yang memulai budidaya tanaman hidroponik cenderung menyerah di awal karena mendapati tanamannya membusuk saat direndam air. Karena itu, kamu bisa pastikan kamu membersihkan pangkal batang tanaman dengan sempurna.

Contohnya adalah jika ada sisa daun bawang yang dijadikan bibit, saat area sekitarnya kurang bersih, maka tanaman itu akan cenderung membusuk. Untuk itu, pastikan kamu menjaga kebersihan media tanam sehingga tidak sampai terendam air terlalu banyak.

Jadi, bagaimana? Sudah tertantang untuk memulai usaha budidaya tanaman hidroponik pertamamu?

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Info Agribisnis, Kontan, Okezone, CNN

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img