Currently set to Index
Currently set to Follow

Takut Melihat Laut? Yuk, Kenali Thalassophobia

Seleb Dian Pelangi baru-baru ini menyebut bahwa dirinya mengidap thalassophobia ketika ia dan suaminya mengevakuasi diri kala banjir yang menerjang Jakarta tempo hari. Thalassophobia adalah rasa kepanikan yang hebat saat seorang manusia berhadapan dengan air yang luas dan dalam.

Dalam IG Story-nya, Dian membagikan video tentang keadaan rumahnya yang sudah kemasukan air. Air tampak bergerak hingga ke dalam rumahnya yang berlokasi di kawasan Kemang, Jakarta Selatan itu. Pada saat video itu diunggah, air sudah setinggi pinggang orang dewasa.

Alih-alih menunggu perahu karet, Dian pun nekat menuju jalan raya dengan berjalan kaki menerobos banjir. Namun, lantaran thalassofobia yang dideritanya, ia sungguh merasa ketakutan saat melewati banjir. “Bundi heboh thalassofobia,” ujarnya.

Seorang pengidap thalassofobia memang cenderung melihat wilayah dengan air yang luas dan dalam sebagai tempat yang berbahaya dan menyeramkan. Ada beragam alasan yang menyebabkannya. Paparan stimulus dapat memicu perkembangan penyakit ini menjadi fobia akut. Stimulus ini dapat berupa peristiwa traumatis seperti hampir tenggelam atau menyaksikan serangan hiu di lautan. Karena itu, jenis fobia ini dikategorikan sebagai fobia pengalaman.

Baca juga: Quarter Life Crisis: Saatnya Asah Seni Mengatur Keuangan dan Gaya Hidup Bijak

Takut Melihat Laut? Yuk, Kenali Thalassophobia, Pluang

Apa Itu Thalassofobia?

Istilah thalassophobia adalah istilah yang berasal dari bahasa Yunani, thalassa (“laut”) dan phobos (“ketakutan”). Thalassofobia adalah jenis fobia spesifik yang melibatkan rasa takut terus-menerus  dan intens terhadap perairan dalam, seperti laut atau samudera.

Apa bedanya dengan aquaphobia alias fobia akan air? Bila aquaphobia melibatkan rasa takut akan air itu sendiri, thalassophobia berpusat pada bayangan sang penderita akan air yang tampak luas, gelap, dalam, dan berbahaya.

Thalassofobia biasanya dianggap sebagai jenis fobia lingkungan alamiah tertentu. Ketakutan terhadap lingkungan alam memang merupakan salah satu jenis fobia yang lebih sering dialami. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa fobia terkait air cenderung lebih umum di kalangan perempuan.

Bagaimana Gejala Thalassofobia?

Fobia umumnya memicu gejala kecemasan dan ketakutan fisik dan emosional. Beberapa gejala fisik umum thalassophobia adalah: pusing, sakit kepala ringan, mual, jantung berdebar kencang, napas cepat, sesak napas, dan berkeringat berlebihan.

Sementara itu, gejala emosional yang biasanya mengikutinya adalah: merasa kewalahan, perasaan cemas, merasa terlepas dari situasi, membayangkan suatu malapetaka akan terjadi, hingga perasaan  ingin melarikan diri.

Rasa takut ini umumnya muncul jika si penderita bersentuhan langsung dengan laut atau perairan dalam lainnya. Bagi sebagian orang, hanya dengan membayangkan air dalam, melihat foto air dalam, atau bahkan melihat kata-kata seperti “lautan” atau “danau” saja sudah cukup menjadi pemicu gejala.

Jika kamu menduga dirimu menderita thalassofobia, ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan. Mengambil tes daring mungkin memberimu afirmasi tentang penyakit ini. Untuk diagnosis yang lebih pasti, kamu perlu berkonsultasi dengan ahli kesehatan seperti dokter, psikiater, dan psikolog.

Baca juga: Sedikitnya 50% Orang Takut Kehilangan Pekerjaan Saat Pandemi

Apa Penyebab Thalassofobia?

Ada sejumlah faktor yang dapat menyebabkan rasa takut meningkat terhadap bayangan tentang lautan dan samudera. Seperti jenis fobia lainnya, perihal nature dan nurture pun  memegang peranan. Berikut ini beberapa faktor penyebab thalassofobia:

1. Faktor Genetis

Evolusi dan genetika mungkin berperan besar menyebabkan penyakit ini. Nenek moyang kita berhati-hati dan takut pada perairan dalam, karenanya mungkin menurunkan gen rasa takut ini.

2. Pengalaman yang Buruk dengan Air

Menilik faktor ini, thalassophobia adalah penyakit yang berasal dari ketakutan yang dipicu oleh pengalaman buruk terkait perairan yang dalam.

3. Faktor Pengasuhan

Mengamati orang lebih dewasa seperti orang tua yang memiliki rasa takut terhadap perairan juga mungkin menjadi faktor penyebabnya.

Ada sejumlah faktor risiko lain juga yang dapat meningkatkan kemungkinan berkembangnya fobia ini:

  • Memiliki anggota keluarga dengan thalassofobia atau jenis fobia spesifik lain
  • Faktor kepribadian, seperti perasaan negatif, sensitif, atau cemas
  • Pengalaman pribadi yang traumatis melibatkan perairan dalam, perairan luas, atau perjalanan melintasi samudera
  • Mendengar cerita orang lain atau sumber media mengenai kecelakaan yang terjadi di air

Cara Penyembuhan Thalassofobia

Penelitian menunjukkan, thalassophobia adalah penyakit yang membutuhkan perawatan terapi  perilaku, terutama perawatan berbasis paparan, alias si pasien dihadapkan pada rasa takutnya. Ini ditujukan agar ia dapat melawan rasa takut tersebut. Bentuk terapi perilaku yang terbukti efektif untuk fobia ini meliputi terapi  perilaku kognitif dan desensitisasi sistematis.

Ini dapat ditempuh dengan jalan psikolog atau psikiater menunjukkan  gambar atau video laut, baik itu permukaan maupun suasana di dalamnya. Setelah itu, pasien akan diminta untuk mencoba menyentuh gambar tersebut, sembari psikolog bercerita tentang hal rasional dan positif, bahwa laut sebenarnya bukan tempat yang berbahaya.

Terapi ini sendiri perlu dilakukan secara rutin. Sehingga, seiring berjalannya waktu, rasa takut penderita  akan laut akan menghilang secara total.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: CNN Indonesia, Very Well Mind, Healthline

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img