Currently set to Index
Currently set to Follow

Anti Ditindas Saat Magang! Berikut 7 Tips Sebelum Memilih Internship di 2021

Bagi mahasiswa dan pelajar, masa-masa magang adalah “kawah candradimuka” sebelum benar-benar memilih karier sesungguhnya. Kebanyakan dari mereka sangat antusias dalam menyambutnya, yakni dengan mempelajari tips memilih magang dan mulai berburu pakaian baru demi menampilkan first impression yang jitu.

Hanya saja, impian magang mereka yang penuh bunga-bunga bisa saja berubah menjadi mimpi buruk. Kita sering mendengar beberapa kasus di mana sang perusahaan membebankan tanggung jawab yang bejibun ke anak magang di luar tugas yang seharusnya.

Salah satu kisah tersebut terjadi sepekan belakangan ini. Jagat dunia maya dikejutkan dengan curhatan beberapa eks anak magang sebuah perusahaan rintisan di bidang pendidikan, yang mengaku diberi beban kerja melimpah. Tak berhenti sampai situ, ternyata mereka juga dibayar dengan upah yang diduga semena-mena.

Warganet pun tak henti-henti menghujat sang perusahaan. Bahkan, mereka menyamakan perusahaan startup itu dengan gulag, yakni kamp kerja paksa bagi para narapidana di Uni Soviet.

Anak magang akan terasa berat untuk keluar dari zona toxic seperti demikian lantaran sudah terikat kontrak. Namun sebenarnya, hal tersebut bisa saja dicegah dengan cara berhati-hati memilih perusahaan tempat magang.

Jika kamu adalah salah satu di antara mereka yang sedang mencari tempat magang, mungkin tips di bawah ini bisa membantumu dalam memilih perusahaan tempat magang. Apa saja kiat-kiatnya?

Baca juga: Masa Depan Cerah! Lihat 5 Prospek Kerja yang Cocok Buat Lulusan Keuangan!

Anti Ditindas Saat Magang! Berikut 7 Tips Sebelum Memilih Internship di 2021, Pluang

Tips Memilih Magang Agar Terhindar dari “Kerja Rodi”

1. Kesesuaian dengan Karier yang Diinginkan

Yang pertama, kamu harus bisa menilai apakah program magang tersebut sangat berguna untuk jenjang karier kamu ke depan.

Alasannya, tentu saja adalah agar kamu sudah memiliki pengalaman di bidang yang memang kamu ingin tekuni. Selain itu, memiliki pengalaman tersebut pun akan memberikan nilai plus di CV kamu nantinya.

Namun, kalau kamu ingin magang di bidang yang tidak relevan dengan karier impianmu juga tidak apa-apa. Asalkan, kamu punya alasan yang cukup kuat. Misalnya, perusahaannya cukup bonafit.

2. Periksa Jam Kerja

Di dalam wawancara magang, kamu lebih baik memastikan kembali jam kerja yang akan mereka bebankan ke kamu.

Idealnya, seorang anak magang memiliki waktu kerja yang fleksibel. Ini lantaran bagian personalia kantor magang kamu juga memahami kondisimu yang masih anak kuliahan atau anak sekolah. Sehingga, tidak ada salahnya mengambil kesempatan magang jika memang jam kerjanya sudah, atau mendekati, keidealan tersebut.

Tidak ada salahnya juga kalau memang jam kerja magang kamu tidak fleksibel, seperti wajib ngantor dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore. Toh, hitung-hitung menambah pengalaman, bukan? Tapi, jangan pernah mau kalau disuruh lembur jika memang kewajiban tersebut tak ada di kontrak kamu!

3. Gaji dan Kompensasi

Sama seperti memeriksa jam kerja, ada baiknya kamu juga menanyakan hal ini secara sopan kepada bagian HRD ketika wawancara magang.

Idealnya sih, kamu harusnya mendapat bayaran. Namun, kalau tidak bergaji atau memang gajinya tak sesuai keinginanmu, kamu bisa menanyakan kembali tentang benefit lain yang akan kamu dapat jika magang di perusahaan tersebut. Tidak ada salahnya bertanya daripada ditindas di kemudian hari.

Baca juga: Libur Telah Tiba! Ini 3 Manfaat Habiskan Waktu Berlibur Bersama Keluarga

4. Budaya Kerja dan Bimbingan Magang

Kamu juga bisa menanyakan hal ini ketika wawancara magang. Tanyakan saja, siapa yang akan membimbing magang kamu? Seperti apa pelaporan magang di perusahaan ini? Seperti apa sih, kultur kerja perusahaan ini? Apakah kerjanya dinamis nan santai, atau serius dan kaku?

Nah, dari beberapa pertanyaan itu, kamu sudah bisa menyimpulkan apakah memang perusahaan tersebut tepat bagimu.

5. Kesempatan Menjalin Relasi yang Lebih Luas

Kesempatan magangmu seharusnya juga menjadi momen untuk mengenal secara personal dengan karyawan-karyawan yang ada di dalamnya. Jika memang kamu bisa dekat dengan orang-orang yang mumpuni di bidangnya (apalagi jika memang sosok tersebut lumayan ngetop karena pencapaiannya), kamu bahkan bisa mendapat rekomendasi dari mereka untuk meniti karier yang lebih mantap.

6. Kesempatan untuk Menjadi Pegawai Tetap

Hal ini merupakan salah satu faktor krusial dalam memilih magang. Tujuannya, adalah agar kamu tidak berakhir menjadi pengangguran selepas lulus kuliah atau sekolah nantinya.

Maka dari itu, tanyakan saja kepada HRD mengenai hal ini saat wawancara magang dan cara-cara transisi dari anak magang ke pegawai tetap.

7. Baca Referensi di Internet

Di zaman internet seperti sekarang, banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengetahui rekam jejak perusahaan. Kamu bisa mencarinya di ulasan-ulasan di situs peramban Google atau mencari cerita pengalaman magang orang lainnya di internet.

Baca juga: Seberapa Penting Membicarakan Masalah Keuangan dengan Pasangan?

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: US News, LSE

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img