Mau Investasi? Terapkan Tips Warren Buffett Ini!

Berencana mau mulai berinvestasi? Sebelum memulai, pelajari dahulu prinsip-prinsip utama dalam berinvestasi.

Banyak sumber yang bisa kita gunakan untuk mendapatkan ilmu tersebut seperti sosok ahli yang sukses menjalankannya. Dari orang yang sukses, kita bisa serap apa poin penting yang harus dipegang dan kesalahan apa yang ia lakukan sehingga kita tidak terjebak di kesalahan yang sama.

Sosok orang sukses yang bisa kita jadikan teladan antara lain Warren Buffett. Bukti keberhasilannya adalah ia berhasil mengumpulkan harta US$80,6 miliar atau Rp1,166 triliun dari investasi saham.

Ingin mengikuti jejaknya menjadi triliuner? Lihat apa prinsip-prinsip utama yang ia pegang selama ini hingga berhasil.

Berinvestasi pada bisnis yang kamu kuasai

Seperti yang Warren Buffet katakan ‘Risk comes from not knowing what you’re doing’. Berinvestasi pada bisnis yang tidak diketahui adalah hal yang bodoh.

Piliihlah bidang yang benar-benar kita pahami lalu kamu bisa mengambil keputusan untuk berinvestasi atau tidak. Jangan hanya karena bidang tersebut sedang tren atau marak di pasaran sehingga menjadi impulsif untuk ikut-ikutan berinvestasi.

Cari tahu sebanyak-banyaknya mengenai bisnis tersebut. Dengan kita paham apa yang kita lakukan maka ini akan mengurangi risiko gagal. Hal bijak tersebut dilakukan Warren Buffett hingga sekarang yang membuatnya sukses.

Analisis fundamental perusahaan yang kita pilih

Setelah kita memilih bidang yang kita pahami, pelajari perusahaan-perusahaan yang akan kita investasikan. Analisis fundamental bisa sukses dengan dua hal.

Pertama, temukan nilai dari perusahaan. Cari tahu nilai dari informasi yang beredar di publik mengenai perusahaan tersebut. Apakah keuangan perusahaan tersebut bagus, bagaimana manajemen dari perusahaan tersebut, bagaimana sirkulasi rekrutmennya dan lain sebagainya.

Hal kedua yang tak kalah penting, terutama jika kamu berinvestasi saham, adalah ketika grafik perusahaan naik turun, jangan buru-buru menarik investasi atau menjual saham karena takut akan rugi.

Lihat pertumbuhannya tiap tahun secara garis besar. Kalau perusahaan tersebut ‘sehat’ maka ada kemungkinan tahun depan atau dua tahun mendatang perusahaan tersebut akan menghasilkan lebih banyak.

Ketika melihat keuntungan perusahan tersebut menurun setiap harinya, belum tentu perusahaan tersebut bangkrut. Kita harus lihat bagaimana keuntungan rata-rata pertahun pada tahun tersebut dan lihat bagaimana perkembangan laba perusahan dari tahun ke tahun. Kemungkinan perusahaan sedang bermanuver demi mendapatkan laba yang lebih besar.

Lihat perusahaannya, bukan sahamnya

Ketika mengambil keputusan untuk membeli saham, akan lebih baik melihat dahulu perkembangan perusahaan tersebut. Itu yang menjadi kunci saat bingung berinvestasi di mana. Jangan lihat besar kecilnya saham tetapi ‘kesehatan’ perusahaan menjadi penentu nilai dari saham tersebut.

Bagaimana masa depan bisnis perusahaan? Apakah laba perusahaan bakal terus bertumbuh? Bagaimana pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang?

Dengan kata lain, it’s far better to buy a wonderful company at a fair price than a fair company at a wonderful price. Ini quotes dari Warren Buffett. Fokus pada subtansinya, maka nilai yang didapat akan mengikuti setelahnya.

Cari tahu siapa pemimpin perusahaan tersebut

Untuk tahu apakah perusahaan tersebut ‘sehat’ dan memprediksi apakah perusahaan tersebut bisa memberikan keuntungan nantinya, lihat siapa pemimpin yang menjalankan perusahaan tersebut.

Bagaimana keputusan-keputusan dan terobosan yang ia buat dari tahun ke tahun. Kemajuan perusahaan bisa dilihat apakah CEO perusahaan tersebut bisa membawa kesuksesan perusahaan atau piawai mengelola perusahaan.

Kalau perusahaan tersebut mendapat hasil laba yang tinggi maka saham akan tersebut akan semakin naik harganya.

Ini hanya sebagian ilmu yang bisa kita pelajari dari strategi Warren Buffett. Masih banyak konsep lainnya yang berhasil membawa kesuksesan Warren Buffett yang bisa kamu terapkan. Yuk, mulai dari sekarang menerapkannya!

Recent Articles

apa itu market share

Apa Itu Market Share?

faang stocks adalah

Apa Itu FAANG Stocks?

definisi regresi

Apa Itu Regresi?

wall street adalah

Apa Itu Wall Street?

volatilitas adalah

Apa Itu Volatilitas?

Related Stories