Pentingnya Financial Ratio Bagi Investor

0
87
Finance Ratio

Pengertian Financial Ratio

Financial Ratio atau analisis rasio keuangan perusahaan sangat penting bagi seorang calon investor untuk menentukan seberapa besar investasi yang dapat diberikan. Dari hasil analisis tersebut juga dapat dijadikan sebagai acuan perkembangan bisnis.

Sebenarnya apakah analisis rasio keuangan itu dan bagaimana fungsinya? Untuk lebih jelasnya simak penjelasannya di bawah ini.

Jadi analisis rasio keuangan atau Financial Ratio adalah proses pengamatan indeks yang berhubungan dengan akuntansi pada laporan keuangan seperti neraca. Laporan laba rugi dan laporan arus kas dengan tujuan untuk menilai kinerja keuangan suatu perusahaan.

Analisis ini digunakan untuk memberikan gambaran informasi mengenai posisi keuangan dan kinerja perusahaan yang dapat dijadikan sebagai pedoman dalam mengambil keputusan bisnis.

Analisis rasio keuangan digunakan oleh dua pengguna utama, yakni investor dan manajemen. Investor menggunakan rasio keuangan untuk melihat apakah perusahaan itu investasi yang bagus atau tidak. Dengan membandingkan rasio keuangan antar perusahaan dan antar industri, investor dapat menentukan investasi mana yang paling baik.

Baca juga: Apa Itu Current Ratio atau Rasio Lancar?

Sedangkan manajemen menggunakan rasio keuangan untuk menentukan seberapa baik kinerja perusahaan untuk mengevaluasi kemana perusahaan dapat memperbaiki diri. Misalnya, jika perusahaan memiliki margin kotor yang rendah, manajer dapat mengevaluasi bagaimana meningkatkan margin kotor mereka.

Fungsi Financial Ratio

Fungsi umum analisis rasio keuangan adalah bermanfaat untuk manajemen dan investor seperti yang telah disebutkan di atas. Tentu saja fungsi tersebut tidak sesederhana itu. Berikut penjelasannya.

  • Berguna bagi seseorang / perusahaan yang ingin melakukan investasi pada saham.
  • Memberikan kredit kepada suatu perusahaan.
  • Menentukan tingkat kesehatan perusahaan supplier.
  • Memastikan tingkat kesehatan perusahaan customer / pelanggan.
  • Menentukan tingkat kesehatan perusahaan ditinjau dari segi karyawannya.
  • Memastikan besarnya pajak yang dibebankan perusahaan kepada pemerintah atau menentukan tingkat keuntungan yang wajar suatu industri.
  • Menentukan tingkat perkembangan perusahaan untuk kepentingan evaluasi.
  • Memastikan tingkat kekuatan keuangan pesaing/ kompetitor (positioning).
  • Menentukan besarnya tingkat kerusakan yang dihadapi perusahaan.

Baca: Apa Itu Rasio Utang Terhadap Ekuitas?

Jenis-Jenis Financial Ratio

Untuk lebih mengerti fungsi dari analisis rasio keuangan perusahaan, Anda akan diperkenalkan jenis-jenis rasio keuangan. Budi Raharjo dalam buku Keuangan Dan Akuntansi (2007) mengelompokkan rasio keuangan perusahaan menjadi lima, yaitu:

1. Rasio Likuiditas atau Liquidity Ratio

Rasio likuiditas adalah rasio yang mengukur kemampuan likuiditas jangka pendek suatu perusahaan dengan melihat aktiva lancar perusahaan relatif terhadap utang lancarnya. Dalam rasio likuiditas, analisis dapat dilakukan dengan menggunakan rasio sebagai berikut:

  • Rasio Lancar atau Current Ratio merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo dengan aktiva lancar yang tersedia. Semakin besar perbandingan aktiva lancar dengan utang lancar, semakin tinggi kemampuan perusahaan menutupi kewajiban jangka pendeknya.

Baca: Apa Itu Loss Ratio?

  • Rasio Cepat atau Quick Ratio/Acid Test Ratio merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban atau utang lancar dengan aktiva lancar tanpa memperhitungkan nilai persediaan. Rasio ini menunjukkan kemampuan aktiva lancar yang paling likuid mampu menutupi utang lancar. Semakin besar rasio ini semakin baik.
  • Cash Ratio membandingkan antara kas dan aktiva lancar yang bisa segera menjadi uang kas dengan hutang lancar. Kas yang dimaksud adalah uang perusahaan yang disimpan di kantor dan di bank dalam bentuk rekening koran. Sedangkan harta setara kas (near cash) adalah harta lancar yang dengan mudah dan cepat dapat diuangkan kembali, dapat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi negara yang menjadi domisili perusahaan bersangkutan.

2. Rasio Aktivitas atau Activity Ratio

Rasio ini melihat pada beberapa asset kemudian menentukan berapa tingkat aktivitas aktiva-aktiva tersebut pada tingkat kegiatan tertentu. Aktivitas yang rendah pada tingkat penjualan tertentu akan mengakibatkan semakin besarnya dana kelebihan yang tertanam pada aktiva-aktiva tersebut.

Dana kelebihan tersebut akan lebih baik bila ditanamkan pada aktiva lain yang lebih produktif.

Baca juga: Apa Itu Balance Sheet?

  • Perputaran Piutang, merupakan cara mengukur berapa kali, secara rata-rata piutang yang dikumpulkan dalam satu tahun. Rasio ini mengukur kualitas piutang dan efisiensi perusahaan dalam pengumpulan piutang dan kebijakan kreditnya.
  • Perputaran Persediaan, menggambarkan likuiditas perusahaan, yaitu dengan cara mengukurefisiensi perusahaan dalam mengelola dan menjual persediaan yang dimiliki oleh perusahaan. Rasio ini mengukur efektivitas pengelolaan persediaan.
  • Perputaran Aktiva Tetap, merupakan cara mengukur sejauh mana kemampuan perusahaan menghasilkan penjualan berdasarkan aktiva tetap yang dimiliki perusahaan. Rasio ini memperlihatkan sejauh mana efektivitas perusahaan menggunakan aktiva tetapnya. Semakin tinggi rasio ini berarti semakin efektif proporsi aktiva tetap tersebut.
  • Perputaran Total Aktiva, meurpakan rasio yang menghitung efektivitas penggunaan total aktiva. Rasio yang tinggi biasanya menunjukkan manajemen yang baik, sebaliknya rasio yang rendah harus membuat manajemen mengevaluasi strategi, pemasarannya, dan pengeluaran investasi atau modalnya.

Baca: Apa Itu Modal Kerja?

3. Rasio Solvabilitas atau Solvability Ratio

Ini menunjukkan tingkat efektivitas penggunaan aktiva atau kekayaan perusahaan kepada Anda. Rasio yang digunakan adalah:

  • Adanya Rasio Utang terhadap Aktiva atau Total Debt to Asset Ratio adalah mengukur seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh hutang atau seberapa besar hutang perusahaan berpengaruh terhadap pengelolaan aktiva. Rasio ini menunjukkan sejauh mana utang dapat ditutupi oleh aktiva. Semakin kecil rasionya semakin aman (solvable). Porsi utang terhadap aktiva harus lebih kecil (Harahap, 2002).
  • Rasio Utang terhadap Ekuitas atau Total Debt to Equity Ratio menunjukkan hubungan antara jumlah utang jangka panjang dengan jumlah modal sendiri yang diberikan oleh pemilik perusahaan yang berguna untuk mengetahui jumlah dana yang disediakan kreditur dengan pemilik perusahaan. Bagi perusahaan,  besarnya utang tidak boleh melebihi modal sendiri agar beban tetapnya tidak terlalu tinggi. Semakin kecil porsi utang terhadap modal, semakin aman.

Baca: Ini 3 Alasan Kenapa Kamu Tak Boleh Bangkrut di Usia 20-an!

4. Rasio Profitabilitas dan Rentabilitas atau Profitability Ratio

Merupakan rasio yang menunjukkan tingkat imbalan atau perolehan (keuntungan) dibanding penjualan atau aktiva. Analisis ini dapat dilakukan dengan menggunakan rasio sebagai berikut:

  • Margin Laba Kotor atau Gross Profit Margin merupakan ukuran persentase dari setiap hasil sisa penjualan sesudah perusahaan membayar harga pokok penjualan.
  • Return On Investment (ROI) merupakan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan yang akan digunakan untuk menutup investasi yang dikeluarkan. Laba yang digunakan untuk mengukur rasio ini adalah laba bersih setelah pajak atau EAT (Sutrisno, 2001).
  • Margin Laba Operasi atau Operating Profit Margin merupakan ukuran persentase dari setiap hasil sisa penjualan sesudah semua biaya dan pengeluaran lain dikurangi kecuali bunga dan pajak, atau laba bersih yang dihasilkan dari setiap rupiah penjualan.
  • Margin Laba Bersih atau Net Profit Margin merupakan ukuran persentase dari setiap hasil sisa penjualan sesudah dikurangi semua biaya dan pengeluaran, termasuk bunga dan pajak.
  • Rentabilitas Ekonomis atau Return On Assets merupakan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan semua aktiva yang dimiliki oleh perusahaan. Rasio ini mengukur tingkat keuntungan (EBIT) dari aktiva yang digunakan. Semakin besar rasionya semakin baik (Sutrisno, 2001)

Baca: Wajib Dicatat! 4 Langkah Menjaga Kesehatan Finansial Pribadi

5. Rasio Investasi 

Rasio investasi merupakan rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam memberikan kembalian atau imbalan kepada para pemberi dana, khususnya investor yang ada di pasar modal dalam jangka waktu tertentu.

Hal tersebut memiliki nilai manfaat bagi para investor sesuai fungsi laporan keuangan bagi investor untuk menilai kinerja sekuritas saham di pasar modal.

Untuk dapat melakukan analisis rasio, kamuharus memiliki laporan keuangan yang jelas yang terdiri dari neraca, laporan laba rugi dan laporan arus kas yang bisa dengan mudah.

Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dan Indeks S&P 500 Futures dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun.

Untuk produk investasi emas, kamu bisa menarik emas fisik dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999,9 mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi dalam kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS seperti Apple, Facebook, Netflix, Nike, dan lainnya.

Investasi kamu aman karena disimpan dan dijamin oleh Kliring Berjangka Indonesia (BUMN). Produk investasi di Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah berlisensi dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). Segera download Pluang dan nikmati keuntungannya!

Sumber: tradebrains.in

Baca juga:

Wajib Dicatat! 4 Langkah Menjaga Kesehatan Finansial Pribadi

Apa Itu Loss Ratio?

Apa Itu Rasio Utang Terhadap Ekuitas?

Leave A Reply

Please enter your comment!
Please enter your name here