Currently set to Index
Currently set to Follow

Usia yang Dinilai “Berbahaya” untuk Pensiun

Bayangkan jika kamu berusia 55 tahun atau lebih, masa pensiun kamu mungkin lebih tidak pasti daripada sebelumnya. Meskipun demikian, lebih banyak orang yang pensiun dini dalam menghadapi pandemi yang sedang berlangsung, ekonomi yang tidak menentu dan tingkat suku bunga yang rendah.

Sebuah laporan yang baru-baru ini dirilis oleh Retirement Equity Lab di The New School memperkirakan bahwa sebanyak empat juta orang akan dipaksa pensiun dini sebelum berakhirnya pandemi COVID-19.

Laporan ini menyebutkan, sejauh ini, krisis ekonomi telah mendorong lebih banyak pekerja berusia di atas 55 tahun keluar dari angkatan kerja dibandingkan dengan resesi hebat dua belas tahun lalu.

Begitu mereka meninggalkan angkatan kerja, pekerja yang lebih tua akan lebih sulit untuk masuk kembali. Sebanyak 42% dari 2.9 Juta pekerja yang lebih tua menyatakan pensiun dini. Lebih banyak dibanding 28% pada resesi hebat yang telah lalu.

Baca juga: Selain Dana Pensiun, Ini 5 Pertanda Kamu Siap untuk Pensiun Lebih Awal

Dampak pensiun dini terhadap lapangan kerja

Dengan banyaknya orang yang mengajukan pensiun dini, ini akan berdampak pada pasar kerja yang tidak akan membaik. Sampai jumlah infeksi virus baru turun ke tingkat yang membuat orang nyaman keluar makan dan kembali ke bioskop.

Dengan tidak adanya prospek vaksin COVID-19 yang tersedia secara luas hingga kuartal kedua atau kuartal ketiga tahun 2021, kemungkinan tingkat pengangguran akan turun. Bisa di bawah 5% hingga 2022 dan mungkin tidak hingga 2023 atau setelahnya.

Pemulihan pasar kerja dari resesi hebat pada akhirnya adalah yang terbaik dengan pengangguran mencapai rekor terendah 3,5%.

Tetapi yang kerap dilupakan adalah bahwa pemulihan itu membutuhkan waktu selama lebih dari satu dekade dan bahwa pengangguran tetap di atas 5% selama lebih dari lima tahun.

Meskipun pemulihan pekerjaan sejak resesi ekonomi dalam yang diakibatkan COVID-19 pada bulan April sungguh luar biasa. Ada hampir empat juta pekerjaan bertambah dalam lima bulan—laju penciptaan lapangan kerja telah melambat secara signifikan.

Pemulihan dari situasi pandemi

Dibutuhkan satu setengah tahun untuk kembali ke tingkat pengangguran pada Januari 2020. Jika perekrutan melambat karena kerusakan mendalam yang ditimbulkan pada hubungan kerja, maka ada pengaruh ke ikatan bisnis. Begitu pula pasar keuangan, pemulihan penuh bisa jadi butuh waktu satu dekade.

Dipaksa pensiun dini memiliki banyak konsekuensi negatif. Tidak sedikit di antaraya adalah berkurangnya manfaat Jaminan Sosial. Ini jika kamu mengajukannya pada usia 62 dan hilangnya tabungan, baik karena kamu berhenti berkontribusi ke akun pensiun atau karena kamu menariknya.

Menurut ekonom dan profesor Theresa Ghilarducci yang mempelajari masa pensiun di New School untuk riset sosial di New York City, pekerja yang berusia 55 tahun ke atas sekarang memiliki peluang 50/50 untuk jatuh miskin saat pensiun.

Pilihan terbaik bagi pekerja yang telah kehilangan pekerjaan mereka adalah menahan diri sebisa mungkin agar tidak mengambil rekening tabungan pensiun untuk menggantikan pendapatan yang hilang.

Meski banyak pengeluaran terasa benar-benar diperlukan, terutama jika kamu sudah memiliki dana darurat untuk ditarik, memotong pengeluaran mungkin adalah cara terbaik untuk melakukannya.

Itu berarti memperhatikan baik-baik anggaran kamu saat ini dan anggaran yang kamu harapkan setelah pensiun.

Bahkan jika kamu berusia di atas 55 tahun dan belum kehilangan pekerjaan, kamu tetap harus meninjau anggaranmu saat ini dan bagaimana kamu berencana membelanjakan uang untuk masa pensiun.

Jika kamu tidak memiliki dana darurat, sekaranglah waktunya untuk memulai menyusunnya. Profesor Ghilarducci merekomendasikan untuk menghemat biaya saat ini setidaknya selama enam bulan.

Jika kamu belum berkontribusi secara teratur ke tabungan pensiunmu, ini adalah tahun untuk memulai kontribusi maksimum, termasuk mengejar kontribusi.

Baca juga: 3 Tips Investasi untuk Pasangan Baru Menikah, Sudah Coba Belum?

Pandemi COVID-19 dan kerapuhan pensiun

Tidak dapat dimungkiri, pandemi telah mengungkap kerapuhan pensiun kebanyakan orang. Kita juga harus mengingat bahwa COVID-19 bukanlah peristiwa bersejarah sekali seumur hidup.

Di abad ke-21 ini kita telah melihat serangan teroris besar-besaran. Krisis keuangan global yang hampir memunculkan depresi global, dan juga sebeuah pandemi besar bernama COVID-19.

Pandemi COVID-19 ini barangkali telah mengobrak-abrik tabungan banyak orang. Bahkan sampai menyedot dana yang direncanakan sebagai tabungan pensiun. Setiap orang tiba-tiba menjadi rapuh karena pandemi.

Untuk menghindari kerapuhan itu, ada baiknya kita menyesuaikan rencana keuangan dalam menghadapi COVID-19. Kita harus memikirkan empat poin. Di antaranya 1) tabungan darurat, 2) mengelola biaya perawatan kesehatan, 3) merencanakan pensiun dini, dan 4) akuntansi untuk hasil yang  rendah.

Mulai dari ancaman suku bunga yang sangat rendah hingga inflasi yang tak terkendali. Memang terdapat banyak dampak perubahan karena pandemi yang tidak dapat diprediksi, dan perubahan politik yang diakibatkannya.

Jendela fokus ke masa depan belum pernah seseram ini sejak perang dunia kedua. Aturan investasi untuk tabungan pensiun yang bertahan selama tigapuluh tahun sedang diperiksa. Pemeriksaan dengan cermat dibutuhkan karena para penabung bergulat dengan ketidakpastian ini.

Satu pelajaran penting yang harus diambil setiap orang adalah, kita perlu lebih proaktif dalam menabung dana pensiun. Ini penting demi membangun rencana pensiun yang komprehensif dan kuat. Sudahkah kamu melakukannya?

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di Google Play Store atau App Store untuk membeli emas digital dan S&P 500 index futures dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun.

Untuk produk investasi emas, kamu bisa menarik emas fisik dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999,9 mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi dalam kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS seperti Apple, Facebook, Netflix, Nike, dan lainnya.

Investasi kamu aman karena disimpan dan dijamin oleh Kliring Berjangka Indonesia (BUMN). Produk investasi di Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah berlisensi dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). Segera download Pluang dan nikmati keuntungannya!

Simak juga:

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img