Currently set to Index
Currently set to Follow

Agar Barokah, Ini Cara Mudah Menghitung & Bayar Zakat Profesi!

Zakat adalah kewajiban yang harus ditunaikan seluruh umat Islam setiap tahunnya. Lantas, bagaimana dengan zakat profesi atau zakat penghasilan? Apakah semua orang wajib membayarnya setiap bulan? Dan bagaimana cara menghitung zakat tersebut?

Zakat profesi adalah bagian dari zakat mal yang dikeluarkan atas harta yang berasal dari pendapatan/penghasilan rutin dari pekerjaan. Penghasilan ini berupa gaji bulanan yang diperoleh, termasuk THR (tunjangan hari raya) dan bonus.

Seluruh profesi, dari pejabat negara hingga karyawan biasa dianjurkan untuk mengeluarkan zakat penghasilan. Kewajiban ini didasarkan pada pemahaman bahwa proses kita memperoleh gaji tidak semata-mata karena usaha kita sendiri. Ada usaha orang lain dan campur tangan Allah SWT di dalamnya. Untuk membersihkan harta, maka perlu dilakukan zakat profesi/penghasilan.

Baca juga: Yuk, Hitung Penghasilan Pasif dari Bunga Depositomu dengan Rumus Ini!

Agar Barokah, Ini Cara Mudah Menghitung & Bayar Zakat Profesi!, Pluang

Syarat Melakukan Zakat Penghasilan

Untuk melakukan zakat penghasilan, syarat yang ditetapkan adalah sebagai berikut:

  1. Beragama Islam
  2. Merdeka
  3. Berakal sehat
  4. Baligh
  5. Penghasilan mencapai nisab, dan penghasilan haul

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait batas harta wajib zakat atau yang dikenal dengan istilah nisab ini.

Ada nisab yang menggunakan perhitungan beras, ada pula yang menggunakan patokan harga emas. Nah, jika jumlah penghasilanmu melebihi jumlah nisab, kamu wajib membayar zakat profesi. Jika penghasilanmu kurang dari angka tersebut, maka kamu tidak perlu membayarnya.

Saat ini, batas harga wajib zakat senilai 522 kg beras. Atau, ada pula yang menerapkan perhitungan 85 gram emas. Menurut fatwa MUI, haul zakat penghasilan dihitung dalam waktu satu tahun.

Contohnya, jika penghasilanmu saat ini sebesar Rp6 juta dan harga normal 1 kg beras adalah Rp10 ribu per lkg, maka artinya nisabnya senilai Rp5,22 juta. Nah, karena penghasilan kamu sudah melewati nisabnya, maka kamu wajib membayar zakat profesi.

Adapun, perhitungan zakat ini dapat diterapkan berdasarkan hitungan zakat dengan nisab satu bulan ataupun dengan nisab satu tahun.

Baca juga: Apa Itu Pendapatan Bersih?

Menunaikan Zakat Profesi: Bagaimana Cara Menghitung dan Bayar Zakat Penghasilan?

Setelah menghitung nisab, hal yang perlu diketahui berikutnya adalah besaran zakat yang perlu dikeluarkan. Zakat yang harus dikeluarkan sebesar 2,5% dari jumlah total penghasilan setiap bulannya.

Lantas, bagaimana cara menghitung jumlah zakat profesi yang perlu dibayarkan dan bagaimana cara membayarnya?

Cara Menghitung Zakat Profesi atau Zakat Penghasilan

Terdapat tiga cara yang umumnya digunakan untuk menghitung jumlah zakat yang perlu dibayarkan, yakni:

  1. Penghitungan pengeluaran bruto
  2. Penghitungan pengeluaran biaya operasional
  3. Penghitungan zakat bersih.

Dalam perhitungan yang lazim, banyak pihak yang menggunakan patokan gaji bersih sebagai basis menghitung zakat profesi. Yakni, penghasilan bulanan dikurangi tanggungan kebutuhan bulanan termasuk cicilan dan utang.

Sebagai contoh, jika kamu memiliki penghasilan Rp9 juta per bulan dengan tanggungan bulanan Rp3 juta, maka kamu memiliki penghasilan bersih Rp6 juta. Angka ini termasuk nisab zakat.

Selanjutnya, angka ini dikalikan 2,5%, lalu kamu akan memperoleh angka Rp150.000. Jadi, kamu perlu membayarkan zakat profesi sebesar Rp150.000 untuk menunaikan ibadah kamu.

Baca juga: Apa Itu Manajemen Aset?

Bagaimana Cara Membayarnya?

Kini, terdapat banyak lembaga amil yang menampung pembayaran zakat profesi. Bahkan, karena ini eranya digital, kamu tidak perlu datang ke kantor lembaga untuk membayar zakat, kamu tinggal melakukannya secara online.

Berikut ini beberapa lembaga zakat yang bisa dipilih untuk menunaikan ibadah:

#1 Baznas (Badan Amil Zakat Nasional)

Baznas merupakan lembaga zakat yang terpercaya. Kamu bisa membayarkan zakat profesi lewat lembaga ini dengan mengunjungi situs webnya, dan tinggal pilih tombol ‘bayar zakat’ di pojok kanan atas web. Selanjutnya, kamu perlu mengisi nominal zakat dan formulir data diri. Metode pembayaran beragam dan disesuaikan dengan kenyamanan penunai zakat.

#2 Lazismu

Selain Baznas, ada pula pembayaran zakat online. Lazismu menyediakan berbagai macam metode pembayaran juga untuk menunaikan zakat profesi.

#3 Rumah Zakat

Rumah Zakat juga dapat menjadi alternatif untuk menunaikan ibadah zakat penghasilan. Kamu perlu mengisi informasi data diri dan nominal zakatmu.

Selain tiga lembaga amil tersebut, kamu juga dapat menunaikan zakat penghasilan melalui Dompet Dhuafa ataupun Kitabisa, salah satu perusahaan rintisan dalam sektor fundraising yang populer saat ini.

Kutipan berikut ini barangkali pas bagimu untuk meneguhkan niat menunaikan ibadah zakat:

“Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Baqarah ayat 195).

Makanya, bagi kamu yang beragama Islam, jangan lupa ya untuk membayar zakat!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Glints, Dompet Dhuafa

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img