Currently set to Index
Currently set to Follow

BTC dan ETH Mencoba Rebound Setelah Melalui Pekan ‘Berdarah’

Saat umat muslim bersuka cita atas datangnya hari raya Idulfitri, kondisi kontras nampaknya tengah dialami pecinta Bitcoin. Pada pekan lalu, harganya tenggelam didorong oleh kondisi yang tak terduga. Anjloknya Bitcoin pada pekan lalu pun tak diduga-duga di dalam analisis harga Bitcoin sebelumnya.

Adapun, pergerakan harga Bitcoin sepanjang pekan lalu bisa terlihat pada grafik di bawah ini.

BTC dan ETH Mencoba Rebound Setelah Melalui Pekan ‘Berdarah’, Pluang

Seperti yang terlihat pada grafik di atas, harga Bitcoin langsung anjlok tajam pada Rabu (12/5). Tepatnya, sebesar 11,1% dari kisaran US$52.000 ke US$46.000 per keping. Hal ini terjadi setelah punggawa Tesla, Elon Musk, mengatakan bahwa Tesla “menangguhkan” pembayaran mobil menggunakan Bitcoin untuk sementara waktu. Alasannya bukan karena Musk murka dengan harga Bitcoin yang berdarah-darah, namun karena faktor lingkungan.

Di dalam cuitannya di akun Twitter pribadinya, Musk mengatakan bahwa Tesla mencemaskan peningkatan penggunaan bahan bakar fosil untuk penambangan dan transaksi Bitcoin. Meski demikian, Tesla tidak mengesampingkan Bitcoin selamanya. Musk menyebut, Tesla akan mempertimbangkan Bitcoin sebagai alat pembayaran Tesla jika penambangan Bitcoin benar-benar menggunakan energi yang lebih berkelanjutan.

Sontak, harga sang raja aset kripto langsung terjerembab setelahnya. Hal ini tak mengherankan, sebab adopsi investor institusi selama ini adalah faktor yang mendorong permintaan dan harga Bitcoin.

Tak hanya soal cuitan Musk, harga Bitcoin, beserta altcoin lain, terpukul di hari yang sama oleh kabar lain. Yakni, laporan Bloomberg yang menerangkan bahwa Departemen Penegakan Hukum AS beserta Badan Pendapatan AS (IRS) tengah menginvestigasi dugaan aktivitas transaksi ilegal antar pengguna yang berada di platform aset kripto Binance.

Pada pekan lalu, Bloomberg menyebut bahwa dua lembaga tersebut tengah getol mencari informasi dari karyawan Binance beserta beberapa penggunanya terkait penyelidikan tersebut. Namun, seorang juru bicara Binance mengatakan bahwa Binance akan serius berkoordinasi dengan penegak hukum dan regulator dalam mendalami dugaan tersebut.

BTC dan ETH Mencoba Rebound Setelah Melalui Pekan ‘Berdarah’, Pluang

Nasib Ethereum: Manis di Awal Pekan, Asam di Akhir Pekan

Tak hanya umat Muslim yang berlebaran pada pekan lalu, pecinta Ethereum pun bisa ikut “berlebaran” setelah Ether (ETH) akhirnya kembali memecahkan rekor dengan menyentuh US$4.382 per keping pada Selasa (12/5) dan mencapai kapitalisasi pasar US$500 miliar untuk pertama kalinya. Sebuah hal yang memang sudah diduga di dalam analisis harga Bitcoin dan ETH pada pekan lalu.

ETH masih memanfaatkan momentum altcoin seasondi mana pemilik aset kripto besutan Vitalik Buterin ini memilih posisi untuk menahan (HODL) ETH yang dimilikinya.

Secara psikologis, Cointelegraph menilai aksi tahan ini disebabkan oleh antisipasi investor dan trader atas pembaruan sistem Ethereum di dalam hard fork London yang dijadwalkan terjadi pada Juli mendatang. Apakah itu hard fork London? Penjelasan secara singkat terdapat di artikel berikut.

Di samping itu, maraknya proyek-proyek yang berada di atas sistem blockchain Ethereum, beserta viralnya penggunaan Non-Fungible Tokens (NFT) masih berkontribusi terhadap peningkatan permintaan ETH.

Hanya saja, sama seperti Bitcoin, harga ETH akhirnya anjlok setelah investigasi yang dilakukan Departemen Penegakan Hukum AS dan IRS terhadap Binance. Tak hanya itu, harga ETH melorot di akhir pekan setelah investor nampaknya kian tak percaya diri dengan altcoin dan ETH setelah apa yang terjadi dengan Bitcoin.

Melansir Cointelegraph, investor dan trader kripto memiliki kepercayaan bahwa altcoin bisa crash jika harga Bitcoin berada di bawah US$50.000. Sebab, mereka meyakini bahwa harga Bitcoin yang anjlok bisa mempengaruhi psikologis pelaku pasar secara umum.

Hal ini terlihat dari rasio long/short position yang dilakukan pemilik Ethereum. Pada Sabtu (15/4), rasio long/short position mencapai posisi terendah dalam sepekan terakhir yakni mencapai 0,96. Seperti yang terlihat di grafik di bawah ini.

Analisis Harga Bitcoin
Sumber: Bybt

Alhasil, ETH pun menutup pekan terburuknya sejak Maret 2021, di mana grafik pergerakan harganya bisa dilihat di bawah ini.

BTC dan ETH Mencoba Rebound Setelah Melalui Pekan ‘Berdarah’, Pluang
Sumber: Tradingview

Baca juga: Alasan Ethereum adalah Cryptocurrency yang Baik untuk Investasi

Analisis Harga Bitcoin: Investor Institusi Akan Menahan Anjloknya BTC

Setelah pekan yang cukup “berdarah”, bagaimana dengan analisis harga Bitcoin pekan ini?

Cointelegraph melansir bahwa para investor masih melakukan aksi membeli di harga rendah (buy the dip). Namun, sumbu panjang dari candlestick mengindikasikan adanya profit booking di tingkatan yang lebih tinggi. Sehingga, sentimennya berubah dari buy the dip menjadi aksi reli jual.

Meski demikian, Exponential Moving Average (EMA) 20 hari di angka US$53.927 dan indikator Relative Strength Index (RSI) di bawah 36 menunjukkan bahwa bears masih terkendali. Bahkan, indikator RSI ini bisa saja menunjukkan bahwa trean bearish bisa saja berakhir. Selain itu, ada kemungkinan investor akan menahan penurunan titik support harga Bitcoin lebih rendah dari US$43.000.

Penjelasan di atas dapat dilihat dari grafik analisis teknikal head and shoulders di bawah ini.

Analisis Harga Bitcoin
Sumber: Cointelegraph/tradingview

Meski berjuang menuju arah US$50.000, Bitcoin sebenarnya diprediksi untuk tidak segera mengakhiri siklus bullish-nya. Sebab, investor institusi nampaknya semakin mantap mengakumulasi sang raja aset kripto tersebut dalam 30 hari terakhir, sebuah faktor yang bisa bikin harga Bitcoin menguat dalam jangka menengah.

Sebuah situs yang merekapitulasi Bitcoin milik institusi, Bitcoin Treasuries, kemarin melaporkan bahwa korporasi sudah mengakumulasi 215.000 keping Bitcoin dalam 30 hari terakhir. Selain itu, perusahaan analisis bisnis Microstrategy juga mengumumkan telah menambah kelolaan Bitcoin-nya sebanyak 271 keping pekan lalu.

Baca juga: Pekan Ini, BTC Mencoba Rebound Sementara ETH Masih Akan Melejit

Analisis: Harga ETH Juga Berjuang Bersama Bitcoin

Sementara itu, analisis dari AMBCrypto mengatakan, harga Ethereum kemungkinan akan mengalami serangkaian konsolidasi sebelum kembali lagi ke level US$4.000. Ini lantaran gelombang jual ETH masih belum mereda dan kemungkinan masih akan berlanjut pada pekan ini.

Selain itu indikator RSI Ethereum juga perlahan menjauhi level overbought. Volume transaksi yang sehat dan sifat fundamental ETH yang kuat diperkirakan masih akan menjadi pendorong harga ETH. Meski memang, tidak ada prediksi lonjakan yang cukup signifikan bagi ETH pada pekan ini.

Indikator RSI bagi ETH bisa dilihat di grafik di bawah ini.

Analisis Harga Bitcoin
Sumber: Tradingview

Baca juga: Mengenal Cryptocurrency Ethereum

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Cointelegraph, AMBCrypto

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img