Currently set to Index
Currently set to Follow

Harga Ethereum Akan Bernasib Mujur, Bitcoin Diprediksi Kian Tersungkur

Pekan lalu bisa dibilang menjadi periode yang suram bagi Bitcoin. Dalam sepekan, nilainya anjlok 18% dari kisaran US$56.800 di awal pekan menjadi sekitar US$49.000 di akhir pekan, yang menjadi penurunan terparah sejak Maret 2020 silam. Hal ini memang tidak terdeteksi di analisis harga Bitcoin pada pekan sebelumnya.

Salah satu sentimen utama penyebab anjloknya harga Bitcoin tersebut adalah aksi jual besar-besaran yang dilakukan oleh investor Bitcoin kelas kakap, atau biasa disebut whales. Data dari Whale Alert menunjukkan bahwa whales memindahkan Bitcoin senilai US$6 miliar dalam sehari pada Jumat (23/4), yang tentu saja menyebabkan gelombang di pasar aset kripto.

Hal ini diduga merupakan reaksi pelaku pasar atas kebijakan terbaru Presiden Amerika Serikat Joe Biden. Pekan lalu, ia mengumumkan bahwa pemerintah akan mengajukan proposal kenaikan pajak keuntungan modal (capital gain) dua kali lipat menjadi 39,6% bagi yang berpenghasilan US$1 juta ke atas per tahun.

Rencananya, itu akan menjadi kenaikan tarif pajak capital gain tertinggi di AS dalam 100 tahun terakhir. Adapun, tarif pajak atas investasi tertinggi yang pernah diberlakukan di negara adidaya tersebut adalah 33,8%. Akibatnya, para investor kelas kakap pun lebih mengantisipasi kenaikan pajak tersebut dengan aksi sell-off.

Namun, sebelum pengumuman tersebut, investor sejatinya sudah melakukan aksi jual. Data Bybt pada 23 April menunjukkan bahwa US$4 miliar aset kripto terlikuidasi seiring maraknya investor yang memasang aksi short.

Berbeda dengan Bitcoin, harga Ethereum nampaknya lebih mujur pada pekan kemarin. Data menunjukkan bahwa harga Ethereum sempat menyentuh puncak tertingginya di US$2.645 pada Rabu, atau beranjak dari posisi US$2.200 di awal pekan. Meski memang, harga Ethereum terbilang choppy di akhir pekan akibat sentimen mengenai rencana pajak Biden.

Adapun sentimen yang mempengaruhi harga Ethereum pekan lalu adalah penurunan biaya transaksi Ethereum atau disebut dengan gas fees, yang mencapai 54 gwei. Tak hanya itu, permintaan akan Ethereum juga menanjak. Terbukti dengan jumlah alamat aktif Ethereum yang mencapai jumlah terbanyaknya yakni 771.000 alamat pada pekan lalu.

Baca juga: Harga Emas Pekan Ini Dibayangi Harap-Harap Cemas Stimulus Fiskal AS

Harga Ethereum Akan Bernasib Mujur, Bitcoin Diprediksi Kian Tersungkur, Pluang

Analisis Harga Bitcoin Pekan Ini

Setelah terbilang ambyar di pekan lalu, lantas bagaimana nasib raja aset kripto pada pekan ini?

Beberapa analisis harga Bitcoin menunjukkan bahwa psikologis pasar pada pekan ini kemungkinan masih berada pada posisi jual. Ini masih merupakan imbas dari rencana kebijakan pemerintah AS yang diumumkan pekan lalu tersebut.

Data ini didasarkan atas perilaku whales kelas kecil dan menengah yang cenderung menunjukkan sikap bearish. Sementara whales beneran cenderung mengakumulasi Bitcoin di waktu yang bersamaan.

Hal itu juga ditunjukkan dari sisi teknikal. Mereka yang bullish kemungkinan akan susah mendorong harga Bitcoin ke atas level US$50.000 per keping selama masih ada sentimen bearish di pasar.

Data 20-day exponential moving average ternyata juga menunjukkan sisi curam yang ke bawah. Sementara itu, indikator Relative Strength Index (RSI) menunjukkan angka yang rendah. Hal ini mencerminkan bahwa harga Bitcoin tengah dalam teritori oversold. Seluruh hal ini menunjukkan bahwa saat ini kaum bearish tengah menguasai pasar Bitcoin, seperti yang terlihat pada grafik di bawah.

Harga Ethereum Akan Bernasib Mujur, Bitcoin Diprediksi Kian Tersungkur, Pluang
Sumber: Cointelegraph

Namun, apakah hal ini berarti akhir dari segalanya? Ternyata tidak. Sebab, banyak analisis yang mengatakan bahwa ini adalah saat yang tepat untuk membeli Bitcoin dalam harga rendah (buy the dip). Lagipula, banyak investor yang mempraktikan strategi ini. Data Glassnode menunjukkan bahwa investor mendepositkan 2,37 miliar USDT untuk membeli aset digital pada Jumat lalu.

Baca juga: Analisis: Harga Bitcoin Akan Bullish, Ethereum Akan Capai Rekor Tertinggi Pekan Ini

Ethereum Diperkirakan Masih Berjaya

Lain Bitcoin, lain halnya dengan Ethereum. Beberapa analisis menunjukkan bahwa penurunan gas fees Ethereum masih akan menopang permintaan dan harganya setidaknya dalam sepekan mendatang.

Selain itu, sentimen ini diperkirakan akan tahan hingga Ethereum menerbitkan proposal perbaikan Ethereum (Ethereum Improvement Proposal/EIP) 1559 yang diluncurkan Juli mendatang. Adapun salah satu “masalah” yang akan diselesaikan melalui proposal ini adalah gas fees yang terbilang mahal.

Namun, dari sisi teknikal, para trader nampaknya masih bersikap bullish di mana mereka masih mempertahankan harga rerata dalam 20 hari terakhir (20-day EMA) di angka US$2.235 per keping. Jika hal ini terus berlangsung, bukan tidak mungkin harga Ethereum akan reli ke posisi resistance di US$2.545 hingga US$2.645.

Selain itu, jika tren ini berlangsung, maka bukan tidak mungkin harga Ethereum bisa berlanjut ke US$2.745 hingga US$3.000 per keping. Selain itu, indikator RSI menunjukkan bahwa Ethereum akan mendapatkan angin segar pekan ini.

Harga Ethereum Akan Bernasib Mujur, Bitcoin Diprediksi Kian Tersungkur, Pluang
Sumber: Cointelegraph

Baca juga: Analisis Pekan Ini: Bitcoin Mengarah ke US$83.000, Ethereum Mengarah ke US$2.600

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img