Currently set to Index
Currently set to Follow

Investor, Bersiap! Harga Emas Siap Berikan Kejutan Pekan Ini!

Pekan lalu menjadi masa-masa yang indah bagi emas. Sejak awal pekan, harganya memang sudah menunjukkan tanda-tanda akan kembali menembus level US$1.800 per ons. Ternyata, hal itu kemudian terjadi di akhir pekan dengan menembus posisi US$1.820 per ons, sebuah kondisi yang sudah diprediksi di analisis harga saham sebelumnya.

Ya, harga emas berhasil mengejar ketinggalannya setelah selama berbulan-bulan bergerak lesu layaknya kurang darah. Ini terjadi setelah dua musuh bebuyutan emas, tingkat imbal hasil obligasi AS dan nilai dolar AS, tampaknya memang sedang tak “bernafsu” menggoda sang logam mulia.

Tingkat imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun “jalan mundur” sekitar 1,8% sepanjang pekan lalu. Penurunan yield obligasi AS akan membuat investor tak tertarik menggenggamnya. Mereka kemudian akan melirik aset lain, salah satunya adalah emas.

Sementara itu, nilai indeks dolar AS juga melorot sekitar 0,81% di periode yang sama. Penurunan nilai dolar AS ini akan bikin harga emas relatif lebih murah bagi mereka yang jarang bertransaksi menggunakan mata uang tersebut. Sehingga, permintaan emas akan bertambah, dan kemudian mengerek naik harganya.

Namun, dorongan kuat terhadap harga emas terjadi di akhir pekan setelah Departemen Ketenagakerjaan AS merilis data yang cukup mengecewakan. Pada April, jumlah tenaga kerja di negara adidaya tersebut hanya meningkat 266.000, jauh di bawah ekspektasi sebelumnya yakni 1 juta tenaga kerja baru.

Kondisi ini bikin investor waswas. Mungkin, ekonomi AS ternyata belum pulih seperti yang diharapkan. Sehingga, mereka memilih untuk beralih ke aset-aset safe haven, seperti emas.

Dengan kondisi seperti demikian, tak heran jika pekan lalu adalah pekan terbaik logam mulia dalam enam bulan terakhir. Namun, apakah kemujuran tersebut masih akan berlanjut di pekan ini?

Baca juga: Tren Harga Emas Masih di Bawah Level US$1.900 per Ounce

Investor, Bersiap! Harga Emas Siap Berikan Kejutan Pekan Ini!, Pluang

Analisis: Harga Emas Siap Buat Kejutan Pekan Ini

Beberapa analisis mengatakan bahwa harga emas pada pekan ini diproyeksi bakal menembus level US$1.850 per ons. Bahkan, bisa jadi harga emas melanjutkan reli hingga ke level US$1.900 per ons.

“Secara jangka pendek, emas bisa bergerak ke level US$1.857 yang akan diikuti oleh pergerakan menuju level resisten di US$1.925 per ons,” jelas Kepala Riset OANDA Edward Moya.

Pandangan yang sama juga dilontarkan oleh ahli analisis teknis Sunil Kumar Dixit. Dia mengatakan bahwa emas siap untuk mencapai US$1.850, yang nantinya akan menjadi titik utama dari rerata pergerakan utama emas (Moving Average) selama 200-Hari.

Jika harga emas bisa mempertahankan posisinya di angka US$1.850 per ons, maka para analis percaya bahwa itu adalah tingkat kritis yang wajib dilewati emas jika ingin berjaya kembali.

Namun, hal itu bisa dicapai dengan asumsi bahwa The Fed tidak akan memberi sinyal untuk menaikkan suku bunga acuannya. Untungnya, sejauh ini, otoritas moneter AS tersebut masih berjanji untuk tidak mengerek suku bunga acuan selama ekonomi belum benar-benar pulih dan tingkat inflasi belum menyentuh 2%.

Selain itu, investor dipercaya masih akan bertanya-tanya mengenai kepastian pemulihan ekonomi AS setelah data ketenagakerjaan tersebut dirilis. Dalam hal ini, emas kemungkinan akan memanfaatkan momentum tersebut untuk melompat lebih tinggi.

Kemudian, di tengah sentimen positif yang berada di sekeliling emas, investor nampaknya juga perlu mewaspadai perilisan data-data di bawah ini.

1. Data Inflasi AS Pengaruhi Analisis Harga Emas

Pada Rabu (12/5) mendatang, Amerika Serikat akan merilis data mengenai pertumbuhan indeks harga konsumen sepanjang April 2021. Meski hasilnya diprediksi tidak akan “fenomenal”, namun data inflasi ini bisa menjadi pijakan investor untuk membaca arah ekonomi di kuartal II dan III sekaligus analisis harga emas mendatang.

2. Data Penjualan Ritel AS

Sementara itu, data mengenai penjualan ritel AS akan dirilis pada akhir pekan mendatang. Data ini menjadi kunci lantaran mencerminkan dampak langsung dari program stimulus fiskal AS yang jor-joran dan program vaksinasi nasional.

Baca juga: Benarkah Harga Emas Naik Saat Ekonomi AS Lesu? 6 Peristiwa Ini Buktinya!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img