Currently set to Index
Currently set to Follow

Waspada! Harga Emas Masih Bakal Tertekan Pemulihan Ekonomi AS

Harga emas seolah-olah tengah berada di atas angin pekan lalu. Ia mengakhiri pekan dengan berada di kisaran US$1.750 per ons, atau melesat dibanding posisi awal pekan yakni US$1.710 per ons. Sebuah kondisi yang memang sudah diperkirakan di analisis sebelumnya.

Banyak faktor yang membawa terbang harga emas pekan lalu. Namun, biang utamanya adalah penurunan imbal hasil obligasi AS dan nilai dolar AS, duet maut yang selalu membayangi pergerakan harga emas sejak Februari.

Di akhir pekan, baik imbal hasil obligasi AS dan nilai dolar AS melemah seiring menyeruaknya pesimisme terhadap ekonomi negeri adidaya tersebut. Kekhawatiran itu berakar dari data Departemen Ketenagakerjaan AS pada Kamis (12/4) yang menunjukkan jumlah pendaftar bantuan pengangguran AS sebesar 774.000 pendaftar. Angka ini berada jauh di atas ekspektasi ekonom yakni 694.000 pengajuan.

Kondisi itu bikin investor berpikir ulang. Mungkin, bisa jadi pemulihan ekonomi AS yang selama ini digembor-gemborkan ternyata tidak berjalan dengan semestinya. Alhasil, indeks dolar AS jatuh ke kisaran 92,1 pada Jumat dari 92,4 di hari sebelumnya.

Pelemahan nilai dolar AS tentu menjadi angin segar bagi harga emas. Sebab, emas akan menjadi lebih murah bagi investor yang jarang bertransaksi menggunakan dolar AS. Sehingga, permintaan emas akan bertambah, dan kemudian akan mengerek naik harganya.

Sementara itu, imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun turun dari 1,67% di awal pekan menjadi 1,62% pada Jumat pekan lalu. Penurunan tingkat imbal hasil obligasi AS tentu akan menjadi angin segar bagi permintaan emas. Sebab, investor tentu akan melepas obligasi AS jika imbal hasilnya kian luntur, dan mulai menggenggam emas.

Namun, masa bulan madu emas itu harus pupus pada akhir pekan lalu. Sebab, investor tiba-tiba kembali optimistis dengan pertumbuhan ekonomi AS.

Pada Jumat (9/4), Departemen Ketenagakerjaan AS merilis data bahwa indeks harga produsen AS naik 1% secara bulanan pada Maret, atau 4,2% secara tahunan. Kenaikan indeks secara tahunan itu merupakan yang tertinggi sejak 2011.

Hal itu bikin investor kembali optimis bahwa pemulihan ekonomi AS akan berjalan dengan lancar. Hasilnya, harga emas harus tersungkur 0,2% di hari Senin ke kisaran US$1.740 per ons.

Lantas, mengapa hal tersebut bisa menekan harga emas? Kemudian, apakah “tamparan” itu masih akan berlanjut pekan ini? Berikut adalah analisis harga emas pekan ini.

Baca juga: Analisis: Harga Emas Terancam Ancang-Ancang The Fed dan Optimisme Ekonomi

Waspada! Harga Emas Masih Bakal Tertekan Pemulihan Ekonomi AS, Pluang

Analisis Harga Emas: Logam Mulia Siaga I Terhadap Optimisme Ekonomi AS

Kenaikan tingkat optimisme ekonomi AS membuat investor yakin bahwa tingkat inflasi di masa depan akan menanjak.

Memang, hal tersebut harusnya menjadi angin segar bagi harga emas. Sebab, ketika inflasi meningkat, artinya investor akan mulai kembali menggenggam emas sebagai aset lindung nilai.

Namun, jangan lupa, bahwa emas pun punya “saingan” dalam menikmati berkah inflasi. Yakni, obligasi pemerintah AS. Mengapa demikian?

Ketika tingkat inflasi menanjak, maka bank sentral kemungkinan akan meresponsnya dengan menaikkan suku bunga acuan di masa depan. Dengan demikian, ekspektasi atas kebijakan tersebut akan meningkatkan tingkat imbal hasil obligasi AS. Alhasil, investor akan berpaling dari emas dan menggenggam Surat Utang Negara (SUN).

Nah, hal itulah yang menyebabkan harga emas terkulai di awal pekan ini. Penurunan harga emas sebesar 0,2% ternyata dibarengi oleh kenaikan imbal hasil obligasi AS sebesar 2,45%.

Adanya kepercayaan terjadinya pemulihan ekonomi yang lebih cepat di Amerika Serikat nampaknya masih akan jadi salah satu faktor penyebab lesunya harga emas dalam sepekan ke depan. Maklum, dengan potensi inflasi di masa depan dan antisipasi investor, nampaknya dominasi imbal hasil obligasi masih tak terbendung.

Selain itu, investor juga perlu mewaspadai rebound dolar AS yang mampu memotong alur reli emas.

Baca juga: Harga Emas Hari Ini Keok Dihantam Obligasi AS

Analisis Harga Emas: Masih Berpotensi Sentuh US$1.800 per Ons

Meski harga emas babak belur dihajar obligasi pemerintah AS di awal pekan, sejatinya imbal hasil emas masih lebih baik dari aset tersebut. Harga emas pada pekan lalu menanjak 1,05%, sementara imbal hasil obligasi AS susut 6,21%.

Harga acuan emas berjangka di pasar berjangka acuan COMEX New York akhir pekan lalu di tutup pada level US$1.744,80 per ons. Capaian itu mengalami penurunan sebesar US$13,60 atau sekitar 0,8%. Meski begitu selama perdagangan sepekan, harga emas tetap berhasil naik lebih dari 1% .

Pada minggu lalu, harga emas di pasar spot kembali melemah 0,7% atau sekitar US$11,68 menjadi US$1.743,94. Meskipun begitu, dalam perdagangan selama seminggu, harga emas pada pasar Spot mengalami kenaikan 0,8%.

Pergerakan harga emas pada pasar Spot merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari para Manajer Investasi. Pasalnya, mereka lebih mengandalkan reli harga ketimbang harga emas berjangka di masa depan.

Berdasarkan Grafik teknis untuk Comex dan juga harga emas pada pasar Spot, harga emas berpeluang kembali ke harga US$1.800 di pekan ini. Jika itu terjadi, bukan tidak mungkin harga emas akan berjaya kembali seperti yang terjadi pada harga emas di minggu lalu.

“Penutupan mingguan di atas level US$1.755 akan mengkonfirmasi potensi untuk target berikutnya di harga US1.780 sampai US1.835, atau mungkin lebih dari itu,” ucap Sunil Kumar Dixit dari SK Dixit Charting.

Kemudian, optimisme investor terhadap obligasi pemerintah AS pun bisa berubah 180 derajat. Apalagi, setelah Ketua The Fed Jerome Powell yang mengatakan bahwa optimisme ekonomi AS bisa berbalik arah jika pembukaan kembali aktivitas ekonomi (reopening) tergesa-gesa. Yang ujungnya, akan meningkatkan jumlah kasus COVID-19 di negara adidaya tersebut.

Baca juga: 2020 di Pluang Moncer! Saatnya Meneropong Investasi Tahun 2021!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img