Currently set to Index
Currently set to Follow

Sentimen Inflasi dan Janji The Fed Akan Dongkrak Harga Emas Pekan Ini

Pekan lalu menjadi masa yang manis bagi harga emas. Terdapat banyak sentimen positif yang membuat harganya kian terbang. Hal ini pun sudah diprediksi dalam analisis harga emas sebelumnya, di mana sang logam mulia akan membuat kejutan pada pekan lalu.

Faktor pertama yang mempengaruhi penguatan harga emas adalah pengumuman inflasi AS. Departemen Ketenagakerjaan AS pada Kamis (13/5) merilis data bahwa inflasi AS pada April tercatat 4,2%, yang merupakan laju inflasi tertinggi sejak 2009 silam. Sementara itu, angka inflasi April secara bulanan berada di angka 0,8%, atau meningkat dibanding 0,6% di Maret.

Selama ini, memang investor kerap memborong emas ketika inflasi demi melindungi nilai kekayaannya. Namun, harga emas langsung meroket setelah bank sentral AS The Fed ternyata tidak terlalu merisaukan laju inflasi tersebut. Bahkan, otoritas moneter AS tersebut memprediksi bahwa kenaikan inflasi ini hanya akan berumur pendek.

Salah satu Gubernur The Fed Christopher Waller mengatakan, hasil inflasi tersebut tak akan serta merta bikin The Fed segera mengerek tingkat suku bunga acuannya. Sementara itu, Presiden The Fed Richmond, Thomas Barkin, juga menganggap bahwa inflasi ini akan berlangsung dalam jangka pendek.

Seperti yang diketahui, kenaikan suku bunga acuan bank sentral tentu akan mengerek tingkat imbal hasil obligasi pemerintah. Sehingga, jika bank sentral tidak memberi sinyal kenaikan tersebut, maka imbal hasil obligasi pun diperkirakan tak akan beranjak. Makanya, investor lebih memilih menggenggam emas.

Harga emas kemudian ibarat mendapatkan berkah lanjutan di akhir pekan setelah data penjualan ritel AS menunjukkan hasil yang buruk. Departemen Perdagangan AS pada Jumat (14/5) merilis data penjualan ritel yang mangkrak bulan lalu meskipun terjadi peningkatan 10,7% pada Maret.

Hal ini mengindikasikan bahwa paket stimulus jumbo AS mungkin kurang manjur dalam memulihkan daya beli masyarakat. Sehingga, pemulihan ekonomi AS dianggap masih kurang mantap. Meski demikian, beberapa analis yakin bahwa akselerasi ekonomi akan terjadi dalam beberapa bulan mendatang.

Sentimen Inflasi dan Janji The Fed Akan Dongkrak Harga Emas Pekan Ini, Pluang

Analisis Harga Emas: Sentimen Inflasi Dorong Logam Mulia Pekan Ini

Setelah melalui pekan gemilang, lantas bagaimana analisis harga emas pada pekan ini?

Beberapa analis percaya bahwa harga emas secara jangka panjang akan terus melanjutkan tren bullish-nya. Bahkan, bisa saja menyentuh level US$1.900 per ons. Salah satunya adalah analis Cryptovibes, Azeez M Mustapha, yang menjelaskan bahwa harga emas bisa mencapai level tersebut jika berhasil menembus level US$1.845 per ons.

Dari situ, harga emas bakal meningkat ke level resisten US$1.873 dan akhirnya berlabuh di US$1.901 per ons. Adapun pada pekan lalu, harga emas berada dalam level resisten US$1.845 dan support US$1.818 per ons.

Motor penggerak dalam kenaikan harga emas adalah sentimen pelaku pasar soal inflasi. Namun, investor masih perlu waspada dengan segala tindak-tanduk The Fed mengenai indikator makroekonomi satu ini. Sebab, publik khawatir bahwa data inflasi yang melesat tajam bisa jadi bikin The Fed berubah pikiran.

Jika memang The Fed menelurkan sinyal-sinyal kenaikan suku bunga acuan pekan ini, maka sentimen tersebut dikhawatirkan dapat merontokkan harga emas. Pasalnya, indeks dolar AS bisa melesat lantaran memiliki peluang keuntungan yang lebih baik ketimbang emas. Begitu pun dengan yield obligasi AS. Investor bisa jadi akan meninggalkan emas demi obligasi pemerintah AS yang sedang cuan.

Meski begitu, Analis StoneX, Rhona O’Connel masih percaya diri bahwa The Fed tidak akan menaikkan suku bunga. Karena jika itu dilakukan, pemulihan ekonomi bisa terganggu atau bahkan terhenti.

“Terlalu banyak risiko untuk menaikkan suku bunga secara agresif, ekonomi masih tidak cukup kuat,” katanya.

Senior Konsultan Riset Metal Focus, Harshal Barot memaparkan untuk melihat perkembangan harga emas, perlu kejelasan tentang apakah inflasi bisa terjadi secara persisten. Karena jika ternyata inflasi bersifat sementara, maka imbal hasil emas juga akan tetap rendah.

Baca juga: Apa Itu Inflasi?

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img