Currently set to Index
Currently set to Follow

Indeks Saham AS Tetap Berkibar Meski Data Ekonomi Lagi Tepar

Investor saham Amerika Serikat saat ini sedang bersorak sorai. Sebab, dua indeks utamanya, Dow Jones Industrial Average (DJIA) dan S&P 500 telah mencapai rekor tertinggi pada Jumat lalu (7/5).

Kondisi tersebut mungkin tidak diprediksi para analis di dalam analisis mereka tentang pasar saham Amerika Serikat. Sebab, penguatan indeks kedua indeks saham tersebut terjadi di kala data ketenagakerjaan AS pada April terbilang mengecewakan.

Departemen Ketenagakerjaan AS pada bulan lalu mencatat bahwa jumlah tenaga kerja pada April hanya bertambah 266.000, atau jauh lebih kecil dibanding prakiraan yakni 1 juta tenaga kerja. Namun, sebuah berita buruk tampaknya bisa menjadi kabar baik di pasar modal. Buktinya, bisa dilihat di dalam tabel di bawah ini:

Dow Jones 34.777,76 +0,66%
S&P 500 4.232,60 + 0,74%
Nasdaq 13.752,24 + 0,88%

*data per penutupan pasar di Jumat, 7 Mei 2021

Analisis: Saham Amerika Serikat Menghijau Di Tengah Buruknya Data Lapangan Kerja

Selain menurunnya angka tenaga kerja, Departemen Ketenagakerjaan AS juga mengungkap kenaikan tingkat pengangguran di AS dari 6% di Maret menjadi 6,1% di April. Kenaikannya mungkin tidak terlalu banyak, tetapi para ekonom sebelumnya mengharapkan angka ini turun menjadi 5,8%.

Hal tersebut ternyata membuka tabir ihwal inefisiensi pasar tenaga kerja di AS. Sebab, banyak pengusaha yang mengatakan bahwa mereka mereka tidak dapat menemukan pekerja. Namun nyatanya, masih ada 10 juta lebih warga AS yang menganggur.

Kondisi tersebut pun bikin ekonom dan analis mengajukan satu pertanyaan penting: Mengapa ketidakcocokan tersebut bisa terjadi di pasar tenaga kerja AS? Ada beberapa hipotesis yang menjadi dasar argumen para ekonom dan analis:

  1. Infeksi virus COVID-19: Meskipun vaksinasi sedang digulirkan di AS, banyak orang mungkin masih takut terinfeksi virus di tempat kerja. Ditambah lagi, dengan beberapa sekolah yang masih memilih pembelajaran jarak jauh atau online learning, para orang tua mungkin akan memilih untuk merawat anak-anak mereka daripada mencari pekerjaan.
  2. Ketidakcocokan keterampilan: Mungkin, orang yang sedang mencari pekerjaan tidak memiliki pengalaman yang diperlukan untuk mengisi jenis pekerjaan yang lowong.
  3. Meningkatnya tunjangan pengangguran: Ini adalah hipotesis paling kontroversial. Paket bantuan Biden untuk tunjangan pengangguran ditambah selama musim panas. Partai Republik dan banyak pemilik bisnis menyalahkan uang tambahan tersebut yang telah mengurangi minat untuk bekerja bagi warga AS. Setelah laporan pekerjaan ini dirilis, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) AS meminta anggota parlemen untuk mengakhiri paket tunjangan tambahan tersebut.

Presiden AS Joe Biden dan Menteri Keuangan AS Janet Yellen sadar akan kelemahan di pasar tenaga kerja, lalu mendesak pengesahan Rencana Keluarga Amerika. Paket ini menyediakan dana hingga US$300 per bulan dalam bentuk kredit pajak perawatan anak, di antara ketentuan-ketentuan lainnya.

Analisis Saham Amerika Serikat: Hal-Hal yang Dinanti Investor Pekan Ini

Setelah hasil yang tak diduga-duga pada pekan lalu, kini investor juga menunggu, apakah akan ada “kejutan” lain yang muncul di serangkaian perilisan data-data di bawah ini:

  • Perkembangan Inflasi

Minggu ini, investor akan mendapatkan laporan penting tentang inflasi inti AS. Selain itu, di hari Rabu, penjualan ritel untuk bulan April dan pembacaan awal tentang kepercayaan konsumen untuk bulan Mei juga akan dirilis.

Semua orang telah merasakan inflasi sudah mulai terjadi, tetapi angkanya belum muncul secara berarti dalam laporan pemerintah hingga saat ini. Konsumen juga merasakannya, tapi kelihatannya hal ini tidak mempengaruhi pengeluaran mereka.

Penjualan ritel dan sentimen konsumen harusnya akan membukukan angka yang kuat, karena ekonomi telah dibuka kembali dan tingkat tabungan pribadi di AS berada pada titik tertinggi sepanjang masa.

  • Laporan Pendapatan Season Finale

Pada pekan ini, investor akan menanti perilisan laporan perusahaan termasuk dari Disney, AirBnB, dan Tyson Foods.

Hampir 800 perusahaan akan melaporkan hasil kuartalan mereka pekan ini. Seperti yang telah dikatakan sebelumnya pada artikel minggu lalu, hasil pendapatan dari perusahaan S&P 500 telah mengalahkan ekspektasi untuk keuntungan dan penjualan dengan rata-rata lebih dari 20%, menurut FactSet.

Tetapi, tampaknya investor tidak terlalu terkesan dengan pencapaian tersebut. Sebab, investor masih mengingat bagaimana harga saham perusahaan secara individu bereaksi terhadap hasil yang positif tersebut.

  • PDB Inggris

Inggris akan merilis data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal pertama pada hari Rabu (12/5), yang diharapkan dapat mengonfirmasi pemulihan ekonomi setelah dihantam pagebluk selama setahun.

Angka pertumbuhan ekonomi bulanan untuk bulan Maret mungkin menunjukkan peningkatan tajam akibat program vaksinasi massal. Meski memang, pertumbuhan ekonomi selama seluruh kuartal I diperkirakan menyusut.

Minggu lalu, Bank of England mengatakan bahwa ekonomi akan kembali ke level sebelum pandemi pada kuartal terakhir 2021, tiga bulan lebih awal dari perkiraan sebelumnya dan menaikkan perkiraan untuk pertumbuhan pada 2021 menjadi 7,25% dari perkiraan Februari di 5%.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img