Currently set to Index
Currently set to Follow

Indeks Saham AS Kian ‘Strong’ Meski Kebijakan Pajak AS Merongrong

Seperti yang sudah diduga di analisis sebelumnya, pasar saham Amerika Serikat ditutup dengan kuat pada minggu lalu. Sebagai rangkumannya, berikut adalah data pasar per penutupan pasar di Jumat lalu (23/4).

Nasdaq
+1.44%

14,016.81

 

S&P
+1.09%

4,180.17

 

Dow
+0.67%

34,043.49

 

 

Penguatan indeks pasar saham utama Amerika Serikat terbilang berada dalam kondisi yang sedang tidak mumpuni.

Pada pekan lalu, Presiden AS Joe Biden mengumumkan rencana menaikkan pajak capital gain dari 20% ke 39,6% bagi mereka yang berpenghasilan US$1 juta ke atas. Tentu saja, hal ini harusnya menjadi sentimen buruk bagi pasar modal AS, mengingat investor tentu berharap mendapat pemotongan pajak yang besar dari cuannya di pasar modal.

Namun, investor nampaknya tak menunjukkan ketakutan akan hal tersebut. Bahkan, saat indeks saham utama mengalami penurunan nilai pada Kamis (22/4), investor nampaknya memanfaatkannya untuk memborongnya (buy the dip). Hal ini akhirnya menmbawa semua indeks utama naik tajam pada hari terakhir perdagangan minggu lalu.

Alhasil, investor kembali beralih ke aset berisiko seperti S&P 500 dan Nasdaq. Tercatat, nilai indeks S&P 500 naik 1,1% sementara Nasdaq bertumbuh 1,6% pada hari itu.

Mungkin, investor paham bahwa Biden akan menemui jalan terjal dalam meloloskan rencana tersebut. Bahkan, jika terjadi pun, persentase kenaikannya akan lebih disesuaikan untuk investor high net worth, atau yang memiliki nilai kekayaan bersih yang tinggi.

Para investor high net-worth yang akan terpengaruh oleh proposal ini hanyalah mencakup 0,3% dari total jumlah Wajib Pajak di AS. Tetapi, mengingat jumlah modal yang mereka miliki, para taipan ini dapat menunjukkan rasa keberatan.

Baca juga: ‘Earning Season’ Bikin Bursa Saham AS Semakin Bergairah Pekan Ini

Analisis Saham Amerika Serikat: Apa yang Dinanti Investor Minggu Ini?

Setelah melewati pekan yang berombak, tampaknya pelaku pasar masih belum bisa beristirahat. Apalagi, ada banyak hal yang perlu mereka perhatikan untuk melakukan analisis kinerja saham Amerika Serikat pekan ini. Lantas, apa sajakah hal tersebut?

  • Musim Laporan Penghasilan (Earning Season)

Laporan penghasilan memperlihatkan hasil yang jauh lebih baik dari yang diharapkan, dan juga adanya ekspektasi yang tinggi. Namun, tentunya investor juga mempertimbangkan pentingnya pandangan atau outlook masa depan, ketika perusahaan-perusahaan ini menyajikan rapor mereka.

Tesla, salah satu perusahaan berbobot besar di S&P 500, akan melaporkan penghasilan pada hari Senin (26/4). Produsen kendaraan listrik ini diharapkan mampu menunjukkan penjualan dua kali lipat sebesar US$10,48 miliar, naik dari US$5,99 miliar di tahun lalu. Mengawasi Tesla juga menarik, sebab perusahaan besutan Elon Musk ini juga sedang berada di bawah pengawasan otoritas AS akibat dua kecelakaan fatal yang melibatkan penggunaan fitur Autopilot.

Musk telah “membela” fitur dan keamanan kendaraan Tesla, tetapi investor menginginkan detail lebih lanjut. Tesla juga memiliki posisi “long” di Bitcoin, setelah menambahkan US$1,5 miliar cryptocurrency ke perbendaharaannya pada kuartal terakhir tahun lalu. Dengan harga Bitcoin yang sedang fluktuatif, hal ini juga bisa berdampak secara signifikan terhadap pembukuan Tesla.

Tak hanya Tesla, perusahaan Apple, Amazon, Facebook, Alphabet, semuanya juga akan melaporkan kinerja mereka pada kuartal I 2021 di minggu ini. Bisa dilihat di cuitan Twitter bawah ini, kapankah perusahaan favoritmu akan merilis laporan mereka?

  • Rapat FOMC

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Federal Reserve akan bertemu di hari Selasa (27/4) dan Rabu (28/4) minggu ini untuk berdiskusi tentang suku bunga dan kebijakan moneter. Hal ini juga akan memberi petunjuk dan analisis mengenai saham Amerika Serikat.

Seharusnya, The Fed tidak akan membuat perubahan apa pun pada suku bunga Fed Rate yakni di kisaran 0% hingga 0,25%. Dari pembicaraan sebelumnya, The Fed terus mengatakan bahwa hal itu akan terjadi hingga pada tahun 2023. Namun, lebih banyak anggota FOMC berupaya mengubah jadwal tentang perubahan tersebut mengingat kekuatan pemulihan ekonomi saat ini.

Hanya saja, tingkat inflasi masih lebih rendah dibanding apa yang diinginkan oleh The Fed, meskipun hampir semua yang investor beli hari ini lebih mahal daripada enam bulan yang lalu. Investor tentunya ingin mendengar bahwa The Fed akan mempertahankan pembelian obligasi pemerintah sebesar US$120 miliar setiap bulannya. Di mana, pembelian ini telah membentuk jaring pengaman yang mumpuni jika hal yang tidak diinginkan terjadi di pasar modal AS.

Baca juga: Pekan Ini, Indeks Saham AS dan Bitcoin Kompak Jauhi Bayang-Bayang Obligasi AS

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img