Currently set to Index
Currently set to Follow

Pekan ini, Earning Season dan Laporan Ekonomi Bikin Indeks Saham AS Lepas Landas

Pasar saham Amerika Serikat cenderung fluktuatif memasuki hari perdagangan terakhir di bulan April pada Jumat lalu (30/4). Namun, di tengah dinamika pasar saham AS tersebut, ketiga indeks saham utama AS tersebut nyatanya harus menutup pekan lalu dengan berada di zona merah.

Ini lantaran investor mencoba menavigasi level pasar saham tertinggi sepanjang masa di tengah kekhawatiran akan terjadinya bubble.

Indeks S&P 500 Mencetak Rekor Bulan Terbaik di 2021

S&P 500 4,181.17 -0.72%
Nasdaq 13,962.68 -0.85%
Dow 33,874.85 -0.54%

*data per penutupan pasar di Jumat, 30 April 2021

Meskipun pasar saham melemah pada hari Jumat, namun secara bulanan, indeks S&P 500 mencatat kenaikan bulanan  ketiga secara berturut-turut di April. Hal ini memang sesuai dengan analisis saham Amerika Serikat yang sudah dilaksanakan sebelum-sebelumnya.

Dengan kata lain, maka indeks S&P 500 juga bisa dikatakan telah naik 11% secara tahun kalender (year-to-date) sejak awal 2021.

Adapun, kenaikan nilai indeks S&P 500 mencapai lebih dari 5% setelah investor bertaruh pada pemulihan ekonomi dan juga hasil laporan keuangan para perusahaan yang tidak mengecewakan. Beberapa diantaranya muncul dari hasil laporan keuangan perusahaan teknologi besar seperti Amazon, Apple, dan Facebook yang dirilis pada earning season pekan lalu.

Di minggu pertama Mei, setidaknya 900 lebih perusahaan yang berasal dari sektor retail, farmasi, energi, dan kebutuhan konsumen akan melaporkan pendapatan mereka. Data FactSet menunjukkan bahwa laporan penghasilan sejauh ini telah menunjukkan kinerja lebih baik dari yang diharapkan.

Seluruh laba kuartal I perusahaan di bawah S&P 500, yang tentunya sudah diumumkan dalam perilisan laporan keuangan, mengalahkan perkiraan analis lebih dari 40%. Sementara itu, realisasi earning season juga telah melebihi 20% dari nilai omzet yang diramal sebelumnya.

pasar saham AS
Dapat dilihat dari grafik di atas, tingkat pertumbuhan pendapatan perusahaan di S&P 500 untuk kuartal pertama adalah 45,8% saat ini, dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan pendapatan sebesar 23,8% pada akhir kuartal pertama (31 Maret).

Baca juga: Indeks Saham AS Kian Mumpuni Seiring Optimisme Pertumbuhan Ekonomi

Analisis Saham Amerika Serikat Tergantung Perkembangan Ekonomi AS dan Global

Kinerja pasar saham Amerika Serikat tentu tak lepas dari perkembangan terbaru ekonomi negara adidaya tersebut. Untungnya, seluruhnya kembali menunjukkan arah optimisme.

Pendapatan rumah tangga di AS melonjak sebesar 21,1% di bulan Maret dan merupakan rekor kenaikan bulanan terbesar. Hal ini disebabkan oleh cek stimulus bantuan sebesar US$1.400 yang dikirim kepada sebagian besar penduduk Amerika.

Tak hanya itu, pemerintah AS juga memprediksi bahwa ekonomi negara Paman Sam itu kemungkinan tumbuh 6,7% pada kuartal I 2021. Hasil awal pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal pertama kemungkinan akan menunjukkan pemulihan yang lebih kuat dari perkiraan. Menurut perkiraan median dalam survei ekonom dari Bloomberg, PDB AS diperkirakan akan melonjak pada tingkat 6,7% secara tahunan di akhir tahun.

Tingginya optimisme ini berakar dari stimulus fiskal bernilai jumbo dan meredanya kecemasan investor akan pandemi COVID-19 di Amerika Serikat seiring lancarnya program vaksinasi massal di negara tersebut. Selain itu, pemerintah AS kini telah memperbolehkan semua orang dewasa di AS untuk mendapatkan suntikan vaksinasi.

AS boleh saja senyum semringah dengan kondisinya saat ini. Sayangnya, hal serupa tak bisa dinikmati oleh zona Eropa. Pertumbuhan PDB menurun 0,6% (quarter-on-quarter) di kuartal 1 2021. Hal ini menandai kontraksi untuk dua kuartal berturut-turut di zona Eropa, yang berarti wilayah tersebut tengah berada dalam resesi teknis.  Adapun resesi adalah kondisi di mana pertumbuhan ekonomi terbilang negatif selama dua kuartal berturut-turut. Meskipun demikian, para ekonom tetap optimis tentang pertumbuhan ke depan.

Pekan ini, Earning Season dan Laporan Ekonomi Bikin Indeks Saham AS Lepas Landas, Pluang

Analisis Saham Amerika Serikat: Hal yang Dinanti Investor Pekan Ini

  • Laporan Pekerjaan April

Laporan nonfarm payrolls April akan dirilis pada hari Jumat. Dari data ini, investor dapat mengetahui apakah pasar ketenagakerjaan AS sedang membaik dengan berkurangnya jumlah klaim pengangguran mingguan. Hal tersebut tentu saja bisa membantu analisis saham Amerika Serikat di pekan depan.

Ekonom memperkirakan bahwa AS akan mengalami lebih dari 1 juta kenaikan pekerjaan di bulan April. Sementara itu, tingkat pengangguran akan sedikit menurun di periode yang sama.

Metrik utama yang harus diperhatikan, bagaimanapun, adalah tingkat partisipasi tenaga kerja yang masih rendah. Masih lebih dari 9 juta orang kehilangan pekerjaan sejak pandemi, dan setengahnya masih menganggur jangka panjang.

  • Laporan Pendapatan

Laporan penghasilan telah pulih dari posisi terendah yang dipicu oleh pandemi tahun lalu. Saat ini sudah lebih dari setengah perusahaan dalam indeks S&P 500 yang telah melaporkan penghasilan mereka.

Minggu ini, produsen makanan pokok seperti Kellogg’s akan melaporkan laporan penghasilannya. Investor berharap mereka akan berkomentar tentang inflasi dan bagaimana kenaikan harga komoditas memaksa mereka untuk menaikkan harga. Investor juga akan melihat bagaimana para perusahaan tersebut memandang dampak inflasi pada permintaan seiring berlanjutnya pemulihan ekonomi global.

Selain itu, perusahaan pembuat vaksin COVID-19, Pfizer dan Moderna, juga akan melaporkan penghasilan mereka. Perusahaan pembuat vaksin kemungkinan akan menjadi “blockbuster” berikutnya, karena otoritas kesehataan baru saja berbicara tentang kemungkinan kebutuhan vaksinasi tahunan.

Laporan penghasilan telah menimbulkan beberapa pertanyaan baru dalam perdebatan tentang pertumbuhan (growth) versus nilai intrinsik (value) perusahaan. Setelah satu dekade terus-menerus berkinerja di bawah di pasar secara keseluruhan (underperform), investor akan mengawasi apakah tren pada value ini akan berlanjut.

  • Pertemuan Bank of England

Hal ini juga perlu diantisipasi dalam analisis saham Amerika Serikat lantaran bank sentral Inggris ini kemungkinan akan mengurangi bantuan stimulus. BoE juga diperkirakan akan mengurangi intensitas operasi pasar terbuka dalam jangka pendek. lantaran ekonomi Inggris yang kian kuat.

Hal ini diperkirakan akan bertolak belakang dengan kebijakan bank sentral AS The Fed dan Bank Sentral Eropa. Di mana, mereka berkomitmen untuk terus membeli obligasi demi menunjang perekonomian masing-masing wilayah.

Analis juga mengharapkan perkiraan prospek ekonomi yang baru, termasuk rebound yang lebih besar dalam pertumbuhan ekonomi kuartal kedua dan juga nilai pengangguran yang lebih rendah.

Di bulan Februari, BoE memperkirakan ekonomi akan tumbuh 5% tahun ini setelah output merosot hampir 10% tahun sebelumnya, penurunan terbesar dalam lebih dari 300 tahun.

Baca juga: Inflasi Bikin Investor Optimis, Pasar Saham AS Kembali ke Jalur Bullish

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img