Currently set to Index
Currently set to Follow

Euforia Optimisme Ekonomi Dorong Indeks Saham AS Pekan Ini

Pasar saham Amerika Serikat menutup pekan lalu dengan kinerja yang kinclong. Investor nampaknya merespons positif hasil data-data yang dirilis pekan lalu, seperti yang sudah diantisipasi di analisis saham Amerika Serikat sebelumnya.

Hal tersebut tercermin dari performa tiga indeks saham utama AS, seperti yang terlihat pada tabel di bawah ini.

Dow Jones 34.756,39 + 0,52%
S&P 500 4.229,90 + 0,88%
Nasdaq 13.814,49 + 1,47%

 

Ketiga indeks utama AS bertahan dengan baik. Meski memang, secara historis kuartal II adalah bulan-bulan di mana pasar saham AS terbilang kurang darah. Hal tersebut bisa dibaca di artikel berikut.

saham amerika
Perbandingan kinerja sektor-sektor pada S&P 500 secara satu minggu terakhir dan YTD. Sektor pemulihan ekonomi seperti Energi, Finansial dan Material menunjukkan kinerja terbagus. Sumber: JP Morgan, 7 Juni 2021.

Analisis Saham Amerika: Data Ketenagakerjaan Jadi Katalis Utama Kinclongnya Saham AS

Lantas, apa data yang mendongkrak kinerja pasar modal AS pekan lalu? Jawabannya, apalagi kalau bukan perilisan data ketenagakerjaan AS. Terlebih, pada pekan lalu, ada dua data ketenagakerjaan yang tengah diantisipasi investor.

Departemen Ketenagakerjaan AS merilis data pertama pada Kamis (3/6). Lembaga tersebut merilis data bahwa terdapat 388.000 pengangguran yang mengajukan program bantuan tunakarya AS sepanjang pekan lalu. Angka ini merupakan titik terendah selama pandemi COVID-19 berlangsung di negara adidaya tersebut.

Data ketenagakerjaan kedua pun dirilis sehari setelahnya. Departemen Ketenagakerjaan AS juga memperlihatkan bahwa dunia usaha AS menambah 559.000 tenaga kerja pada Mei, atau naik dibanding April 300.000 tenaga kerja. Meski memang, angka ini lebih rendah dari perkiraan ekonom pada 670.000.

Berita yang tidak terlalu buruk di pasar tenaga kerja AS sebenarnya adalah kabar baik bagi investor saham. Sebab, ini menjadi pertanda bahwa ekonomi AS memang mengarah ke pemulihan setelah babak belur dihantam pandemi COVID-19.

Namun ternyata, ada pesan lebih dalam yang tersirat di dalam perilisan data tersebut. Apa pesan tersebut?

Euforia Optimisme Ekonomi Dorong Indeks Saham AS Pekan Ini, Pluang

Apa Pengaruh Data Ketenagakerjaan Terhadap Pasar Saham AS?

Pertumbuhan lapangan kerja di AS saat ini menjadi waktu yang tepat bagi investor untuk mengukur keseriusan bank sentral AS, The Fed, di dalam mengetatkan kebijakan moneternya. Utamanya, kebijakan operasi pasar terbuka, di mana The Fed selalu membeli obligasi negara setiap bulannya untuk menambah jumlah uang beredar.

Sebelumnya, niatan The Fed itu sudah tertulis di dalam risalah rapat The Fed yang dirilis akhir bulan lalu. Hanya saja, investor masih menerka-nerka, kapan tepatnya The Fed akan melancarkan aksi tersebut. Apalagi, bank sentral AS itu sebelumnya hanya bilang akan mengetatkan kebijakan asal pertumbuhan ekonomi AS sudah mumpuni.

Nah, dengan tokcernya data ketenagakerjaan tersebut, investor pun perlahan sudah mulai mengantisipasi pengetatan kebijakan moneter yang dimaksud. Alasannya, ekonomi sudah terlihat mulai menguat.

Meski data ketenagakerjaan bikin investor optimistis akan ekonomi AS, data ini ternyata juga bikin investor bingung. Mereka juga berangggapan bahwa mungkin ekonomi belum pulih sepenuhnya karena angka serapan tenaga kerja ada di bawah ekspektasi.

Untuk pasar sendiri, penambahan pekerjaan yang rendah termasuk buruk bagi perekonomian. Jika pemulihan AS masih bersifat samar-samar, bank sentral tidak mungkin mengakhiri dukungan ekonominya dalam waktu dekat. Mereka akan menjaga suku bunga yang rendah untuk waktu yang lebih lama dan menjaga pinjaman tetap murah.

Nah, hal ini akan menjadi keuntungan bagi saham “pertumbuhan” (growth stocks) di sektor yang mendominasi pasar seperti teknologi. Penjelasan tentang growth stocks dan value stocks dalam S&P 500 bisa dibaca di artikel ini.

Selain angka ketenagakerjaan yang di bawah ekspektasi, investor juga membaca belum pulihnya ekonomi melalui angka serapan tenaga kerja. Ternyata, dibandingkan Februari 2020, angka perkerja di AS masih kekurangan sebanyak 7,6 juta saat ini. Meski memang, tingkat pengangguran di AS memang turun, dari 6,1% menjadi 5,8%.

Faktanya, partisipasi angkatan kerja Amerika 62% jauh lebih rendah daripada tingkat rata-rata 80% di Inggris dan zona euro. Sepertinya, menyelesaikan krisis saat ini masih  menjadi kunci kemakmuran ekonomi untuk jangka panjang bagi negeri Paman Sam ini.

Analisis Saham Amerika: Apa yang Dinanti Investor Minggu Ini?

Musim laporan pendapatan perusahaan telah berlalu dan kalender aktivitas perusahaan relatif tenang untuk minggu ini. Investor akan fokus pada ekonomi dan tanda-tanda bahwa Fed mungkin mulai memperketat kebijakan moneternya.

Minggu ini, kita akan mendapatkan laporan utama tentang inflasi inti AS, sentimen dan ekspektasi konsumen, tingkat pergantian pekerjaan, dan Konferensi Tingkat Tinggi G7 (G7 Summit).

  • Keputusan Suku Bunga ECB
    Pada hari Kamis (10/6), ECB (European Central Bank) akan bertemu dan berdiskusi tentang suku bunga dan kebijakan moneter. Seperti kebanyakan bank sentral, ECB telah berjanji untuk mempertahankan tingkat suku bunga saat ini, atau yang disebut ‘fasilitas pinjaman marjinal’, pada 0%-0,25%. Mereka belum mulai untuk tapering atau mengurangi pembelian obligasi pemerintah bulanannya. Seperti bank sentral AS, ECB berada di bawah tekanan untuk mulai mengurangi pembelian tersebut karena pemulihan ekonomi semakin cepat di seluruh zona euro. Investor akan melihat apakah pembahasan hari Kamis akan itu bergerak lebih dekat ke pertanda tersebut.
  • KTT G7 (G7 Summit)
    Para pemimpin G7 akan bertemu langsung di Universitas Oxford di Inggris pada Kamis dan Jumat ini, dan dua topik akan mendominasi agenda. Yang pertama, adalah upaya yang lebih terkoordinasi untuk mengirim vaksin ke negara-negara miskin untuk mencegah penyebaran COVID-19 lebih lanjut. Yang kedua, adalah untuk menemukan kompromi pada pajak perusahaan global yang sedang dikejar oleh pemerintahan Biden. Upaya vaksin akan menjadi pembicaraan yang jauh lebih mudah, tetapi pajak tidak pernah menjadi topik menyenangkan untuk dibicarakan.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img