Currently set to Index
Currently set to Follow

‘Earning Season’ Bikin Bursa Saham AS Semakin Bergairah Pekan Ini

Pekan lalu terbukti masih menjadi pekan yang manis bagi kinerja pasar saham Amerika Serikat. Seperti yang telah diprediksi pada analisis sebelumnya, ketiga bursa saham negara adidaya itu membukukan pertumbuhan mumpuni. Bahkan, di akhir pekan, indeks Dow Jones dan S&P 500 sama-sama mencetak rekor tertinggi barunya sepanjang sejarah.

Data di atas menunjukkan performa pasar saat penutupan di hari Jumat (16/4). Performa yang mantap itu didukung oleh antisipasi investor atas optimisme pertumbuhan ekonomi AS setelah data-data indikator ekonomi utama AS menunjukkan perbaikan pada pekan lalu.

Data penjualan ritel AS, misalnya, mencatatkan pertumbuhan tahunan sebesar 9,8% pada Maret. Ini merupakan pertumbuhan paling pesat yang dicatat AS selama delapan tahun terakhir.

Tak hanya itu, sentimen pemulihan ekonomi juga tercermin dari laporan pengajuan klaim pengangguran di negara Paman Sam tersebut. Departemen Ketenagakerjaan AS merilis laporan, jumlah pendaftaran bantuan pengangguran pada pekan lalu hanya 576.000 pengajuan baru atau anjlok dibanding 710.000 pekan lalu.

Hal lain yang menjadi sentimen positif pasar saham AS adalah maraknya perusahaan-perusahaan terbuka yang melaporkan kinerja keuangan mumpuni di kuartal I 2021. Khususnya, para korporasi yang berada di daftar S&P 500, yang ternyata melaporkan hasil keuangan melebihi perkiraan.

Sektor utama yang menjadi pemenang adalah sektor perbankan. Peningkatan pada aktivitas perdagangan di AS telah meningkatkan laba dari 13 bank yang telah melaporkan pendapatannya di kuartal I pada pekan lalu.

Di hari Jumat (16/4), China juga merilis data PDB kuartal I yang menunjukkan kenaikan sebesar 18,3% secara tahunan. Selain itu, data konsumsi China pun mengalahkan ekspektasi. Ini merupakan sumber optimisme bahwa ekonomi global sudah mulai pulih dari efek pandemi.

Analisis Saham Amerika Serikat: Aset Kripto Akhirnya “Merangsek” Bursa

Minggu lalu juga merupakan minggu penting bagi dunia aset kripto. Sebab, bursa kripto terbesar AS, Coinbase (COIN), telah melantai di indeks Nasdaq pada Rabu (14/4). Hal ini menjadikan Coinbase sebagai perusahaan aset kripto besar pertama yang diperdagangkan secara publik di AS.

Kegembiraan atas pencatatan perdanan saham ini mendorong nilai perusahaan menjadi lebih dari US$60 miliar dan mendorong Bitcoin, aset kripto terbesar, ke posisi tertinggi sepanjang masa. Namun, di minggu lalu juga, harga Bitcoin jatuh setelah bank sentral Turki melarang penggunaannya untuk pembayaran.

Yang juga mendapat perhatian adalah Dogecoin. Nilai token aset kripto yang meniti langkahnya sebagai meme ini melonjak 400% dalam lima hari. Bahkan, per Jumat lalu, kapitalisasi pasar Dogecoin hampir mencapai US$50 milliar, melebihi kapitalisasi pasar Ford dan eBay.

Lonjakan di Dogecoin, yang menampilkan anjing Shiba Inu sebagai logonya, didorong oleh CEO Tesla Elon Musk, yang bercuit di Twitter soal lukisan seniman Spanyol Joan Miro tentang seekor anjing yang melolong di bulan dan mengatakan “doge menggonggong di bulan.”

Musk telah menjuluki uang berwajah anjing sebagai cryptocurrency favoritnya, dan bahkan menyebut dirinya mantan CEO Dogecoin. Berita tersebut membantu memicu begitu banyak permintaan untuk aset kripto ini.

Analisis Saham Amerika Serikat: Hal yang Dinanti Investor

Indikator makroekonomi yang gemilang pekan lalu nampaknya tetap akan menjadi sentimen utama pasar saham AS pada pekan ini.

Sejauh ini, AS sudah membuktikan bahwa kombinasi antara kebijakan stimulus dan pembukaan kembali aktivitas ekonomi (reopening) telah menghasilkan buah manis di pasar saham.

Namun, akankah hal ini terus berlanjut? Investor tentu akan memantau perkembangan ini seterusnya. Terlebih, kenaikan optimisme ekonomi tentu selalu memiliki inflasi yang mengekor. Acap kali, inflasi menjadi duri dalam daging di dalam pasar modal. Sebab, hal itu akan menyunat imbal hasil yang didapat oleh pelaku pasar di dalam bursa.

Hanya saja, seluruh hal tersebut akan terbaca jelas ketika Departemen Ketenagakerjaan AS merilis data terbaru tentang klaim pengangguran awal AS di pekan ini.

Selain itu, pelaku pasar juga menanti perilisan laporan keuangan perusahaan terbuka AS pada kuartal I, atau yang biasa disebut earning season, pada pekan ini.

Dapat dikatakan kalender ekonomi minggu ini termasuk “ringan”. Pada minggu ketiga April, 200 perusahaan AS akan melaporkan pendapatan mereka, termasuk United Airlines, Coca-cola, Chipotle dan Netflix.

Kemudian, bank sentral Eropa juga akan mengadakan pertemuan pada Kamis (22/4) mendatang. Pelaku pasar meyakini bahwa otoritas moneter Eropa ini akan mempertahankan suku bunga pada rekor level terendah.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

spot_img

Artikel Terbaru

spot_img